Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

12 Aturan Keuangan yang Harus Dipahami oleh Anak-anak

Mengajarkan anak-anak tentang pentingnya mengatur keuangan adalah tindakan bijak yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang tua. Menanamkan prinsip bagaimana mengelola uang dengan baik pada anak tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat dan sekali waktu saja. Karena itu sangat dianjurkan untuk mulai memberikan pemahaman secara bertahap sejak usia dini, setidaknya saat anak-anak sudah mulai belajar untuk menghitung. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar anak menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab dengan uang yang dimilikinya. Anak akan lebih bijak membelanjakan uang dan mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Aturan Keuangan yang Harus Anak Pahami

Dalam mengajarkan pengaturan keuangan pada anak, ada beberapa aturan yang harus diperkenalkan satu per satu. Aturan-aturan tersebut sebaiknya diajarkan melalui tindakan langsung, bukan hanya sekedar nasihat yang diucapkan oleh orang tua. Lalu apa saja aturan tersebut? Simak penjelasan berikut ini.

1. Mengutamakan Pemenuhan Kebutuhan Daripada Keinginan

Sebagai orang tua, sudah seharusnya memenuhi setiap hal yang menjadi kebutuhan anak. Anak yang masih sangat kecil belajar memahami segala sesuatu di sekitarnya dan mereka belum tahu apa saja yang mereka butuhkan. Namun seiring bertambahnya usia, mereka mulai memiliki keinginan disamping kebutuhannya. Ini hal yang wajar, hanya saja perlu diberikan penekanan pada anak bahwa sebaiknya dahulukan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan, barulah sesekali keinginan dapat dipenuhi.

2. Investasi dan Tabungan Sebelum Anak-anak Mengenal Uang

Meski anak belum memahami makna uang, Anda sebagai orang tua tidak salah jika mengambil satu langkah lebih cepat untuk menyiapkan dana sekolah mereka. Rencanakan investasi atau tabungan untuk keperluan si buah hati nantinya. Dan saat anak telah mengenal uang serta penggunaannya, Anda bisa memberitahu mengenai simpanan tersebut. Jangan lupa untuk mengajak anak menabung bersama dalam tabungan masa depannya tersebut, dan mulailah untuk mendidiknya agar bijak dalam menggunakan uang seperlunya.

3. Orang Tua Bukanlah Bank

Anak-anak sering berpikir bahwa orangtuanya merupakan sumber uang yang bisa mereka minta kapanpun mereka mau. Anggapan tersebut harus dibuang jauh-jauh. Buatlah anak mengerti bahwa tidak selamanya orang tua dapat memberikan uang yang mereka butuhkan. Meski mungki orang tua mereka memang memiliki banyak uang, bukan berarti mereka bisa memintanya setiap saat untuk membeli semua yang mereka inginkan. Beritahu mereka bahwa orang tua bekerja keras mendapat uang bukan untuk digunakan sembarangan, karena ada berbagai kebutuhan pokok yang dipenuhi. Selain itu, jumlah uang yang dimiliki oleh orang tua mereka tentu ada batasnya sehingga harus digunakan dengan bijak.

4. Penghargaan Untuk Tindakan di Luar Kewajiban

Anak-anak mengerti mereka seharusnya membantu orang tua untuk membereskan pekerjaan di rumah. Namun, tidak ada salahnya jika Anda memberikan penghargaan misalnya saja uang saku yang dilebihkan, atas kerja keras mereka melakukan pekerjaan di luar tanggung jawabnya. Ini akan membuat anak menjadi lebih termotivasi untuk melakukan tindakan terpuji dan membantu banyak orang di sekelilingnya.

5. Biarkan Anak Melakukan Kesalahan

Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik bagi anaknya, dan tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada mereka. Tetapi, adakalanya kita perlu membiarkan mereka sesekali melakukan kesalahan, termasuk dalam urusan keuangan. Dari kesalahan tersebut, anak-anak akan belajar bagaimana mengatasi masalah akibat kesalahan yang mereka perbuat. Akhirnya dari pembelajaran tersebut mereka akan bersikap lebih bijak dan mandiri dalam mengatur keuangan.

6. Membantu Dalam Memutuskan Keuangan

Saat anak masih kecil, orang tua berhak mengatur apa yang harus mereka lakukan dengan uang yang mereka miliki. Namun lain halnya jika anak sudah menginjak remaja. Biarkan anak memutuskan sendiri apa yang harus dia lakukan untuk mengatur keuangannya. Kita sebagai orang tua hanya perlu membantu memberikan nasihat saat anak mengalami kesulitan dalam mengelola keuangannya. Jangan pernah mengatur keuangan anak, agar mereka menjadi lebih bertanggung jawab dengan keuangannya sendiri.

7. Uang Tidak Tumbuh dari Pohon

Berikan pemahaman pada anak bahwa uang tidak mudah diperoleh begitu saja, seperti memetik daun dari sebuah pohon. Kita harus bekerja, baik itu dalam bentuk jasa, berjualan atau bekerja pada suatu tempat. Memang ada orang yang bisa mendapatkan uang dalam jumlah banyak dari sebuah undian. Namun itu merupakan sebuah keberuntungan yang terkadang untuk memperolehnya kita harus membeli banyak kartu lotre, dan tentu saja itu akan menghabiskan banyak uang.

8. Bekerja Bukan Hanya Untuk Orang Dewasa Saja

Beritahu anak untuk tidak berpikir bahwa bekerja untuk mendapatkan uang bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, dengan jam kerja rutin dari pagi hingga sore. Ada banyak hal yang bisa dilakukan anak-anak untuk ikut menghasilkan uang sendiri. Misalnya saja, mengumpulkan barang bekas untuk dijual ke pasar loak, atau bekerja paruh waktu pada pengusaha kecil. Bahkan di zaman yang canggih seperti sekarang ini, anak-anak bisa memanfaatkan computer mereka untuk membuat blog dan mengikuti survey dari internet. Tentu saja, semua itu akan menghasilkan uang.

9. Kartu Kredit Bukan Uang Gratis

Kebanyakan anak menganggap kartu kredit bisa digunakan semaunya, tinggal menggeseknya dan barang yang dibeli sudah terbayarkan. Padahal, ada banyak konsekuensi yang harus ditanggung bila menggunakannya secara berlebihan. Karena itu, perlu untuk memberikan pemahaman pada anak bahwa kartu kredit harus digunakan seperlunya saja.

10. Biasakan Mendapat Uang Dahulu Sebelum Belanja

Ada banyak kasus dimana orang-orang berbelanja bahkan sebelum mereka memiliki cukup uang untuk membayar belanjaan tersebut. Hal seperti sering terjadi terutama dalam belanja online. Ini tentu tidak baik karena kita tidak bisa memprediksi apakah kita akan mampu membayar nantinya, dan hal ini dapat mengacaukan arus keuangan yang ada. Jadi, penting untuk mengajarkan anak agar mendahulukan pemasukan sebelum berpikir untuk membelanjakannya.

11. Tidak Selamanya Perbedaan Itu Buruk

Anak-anak yang telah menginjak dewasa biasanya sudah mulai berpikir dan memiliki keinginan sendiri. Bahkan mereka seringkali memiliki keinginan yang berlawanan dengan orangtuanya. Selama tidak merugikan, biarkan saja anak melakukan apa yang mereka inginkan, termasuk dalam membelanjakan uangnya. Jadi anak tidak harus selalu mengikuti apa kemauan orangtuanya. Hanya saja, orang tua tetap perlu untuk memberikan masukan mengenai dampak baik dan buruk dari keputusan yang akan diambil, sehingga anak akan lebih berhati-hati dalam menggunakan uangnya.

12. Berbagi dengan Sesama

Berbagi sedikit rezeki yang dimiliki kepada orang yang membutuhkan di sekeliling kita tidak akan membuat kita menjadi miskin. Justru dengan berbagi kita akan menjadi lebih kaya. Tetapi kaya di sini maksudnya adalah ketenangan jiwa dan keakraban dengan orang-orang di sekeliling kita. Siapa tahu suatu saat kita membutuhkan bantuan dan kita mendapatkannya dari orang yang kita bantu sebelumnya. Biasakan anak untuk menyisihkan sedikit uang jajannya untuk diberikan kepada anak yatim atau orang miskin agar uang yang dimilikinya menjadi lebih berkah.

Pendidikan mengenai mengatur keuangan yang bijak akan menjadikan anak lebih bertanggung jawab dan menghargai uang yang dimilikinya. Kita tentu ingin anak kita memiliki keuangan yang lebih baik dari kondisi kita sekarang bukan?

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang 12 aturan keuangan yang harus dipahami oleh anak-anak, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Barang Mahal yang Layak Dibeli
Bagaimana Cara Hidup Hemat Berumah Tangga?
Kebutuhan yang Seharusnya Harganya Tidak Sampai 1 Juta
Pentingnya Perencanan Keuangan untuk Kehidupan Masa Depan
6 Tip Mempersiapkan Krisis Ekonomi yang Dapat Dicoba
Ingin Menjadi Semakin Produktif? Berikut Tipsnya!
4 Langkah Sederhana Membuat Anggaran Keuangan Keluarga
Cara Mempersiapkan Tabungan Darurat Buat Yang Punya Utang
Cara Mendidik Anak untuk Belajar Mengatur Keuangan
Tips Mandiri untuk Kamu yang Masih Nebeng Orang Tua


Bagikan Ke Teman Anda