Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

4 Sebab Kenapa Orang Kaya Bisa Semakin Kaya

Anda pasti sudah pernah mendengar mengenai prinsip Pareto 80/20 yang dianalogikan kepada jumlah orang kaya di dunia. Banyak yang mengatakan bahwa sebesar 80 persen jumlah uang di dunia hanya dikuasai oleh sebanyak 20 persen populasi orang di dunia. Sedangkan sisanya, memperebutkan 20 persen jumlah uang yang diperebutkan oleh 80 persen populasi orang di dunia.

Terlepas dari benar atau tidaknya penggambaran tersebut, tentu ada sebab-sebab yang mendasarinya. Mengapa orang kaya bisa semakin kaya, mengapa middle class begitu-begitu saja, dan mengapa orang miskin tak bisa beranjak dari keadaannya. Berikut adalah paparan mengenai beberapa sebab mengapa orang kaya bisa semakin kaya, yang beberapa diantaranya bisa anda tiru dalam kehidupan anda.

Membeli Aset, Bukan Liabilitas

Jangan buru-buru menyalahkan faktor luar, kapitalisme, dan alam semesta mengenai kekayaan seseorang. Karena justru mungkin yang salah adalah sesuatu di dalam diri kita sendiri.

Robert T Kiyosaki mengatakan bahwa memang ada perbedaan mindset dan pola pikir yang signifikan antara seorang yang memiliki mental kaya dan seorang yang memiliki mental miskin.

Jika anda perhatikan, orang yang memiliki mental kaya selalu berfikir bagaimana ia bisa melipatgandakan kekayaannya dengan melakukan hal-hal yang membuat hal tersebut terjadi. Mereka cenderung memperbanyak aset, dan bukan liabilitas.

Mereka membeli barang secukupnya. Mereka memikirkan fungsi, bukan gaya. Mereka tidak terlalu suka pamer atau terlihat kaya, mereka lebih suka jika mereka benar-benar kaya. Sophia Amoruso, mantan CEO Nasty Gals menyebutkan bahwa uang selalu tampak lebih baik ketika berada di Bank daripada berada di kakinya (dalam bentuk sepatu mahal).

Sehingga, ketika kondisi keuangan kita begitu-begitu saja, hal yang pertama kali harus kita lakukan adalah mempertanyakan diri kita sendiri : sudahkah kita memiliki mindset seperti orang-orang kaya tersebut?

Berinvestasi

Orang kaya cenderung menghabiskan uangnya pada dua hal. Satu, mereka berinvestasi. Mereka ingin agar uang mereka bertambah dan membatasi kegiatan yang menyebabkan uang mereka berkurang.

Kedua, mereka beramal. Karena uang mereka sudah terlalu banyak, mereka tidak lagi memikirkan apa manfaatnya harta tersebut bagi diri mereka sendiri; melainkan memikirkan apa manfaat yang dapat mereka berikan kepada banyak orang. Mulai dari Bill Gates hingga Mark Zuckerberg, mereka gemar beramal dan memberikan donasi kepada banyak orang.

Seperti kita ketahui bersama, bahwa ketika anda memberi, sesungguhnya uang anda tidak berkurang, melainkan bertambah meski wujudnya berubah dalam bentuk networking, hubungan pertemanan, dan kesempatan mengembangkan bisnis yang semakin besar.

Sebaliknya, orang dengan kondisi ekonomi biasa saja cenderung berbelanja, atau pergi liburan untuk memperindah akun instagram mereka.

Teknologi

Tidak Ditampik bahwa kemajuan teknologi yang pesat membuka kesempatan bagi banyak pengusaha dengan otak brilian muncul ke permukaan dan menjadi kaya. Terlebih di dunia internet, tidak ada lagi batasan pasar. Anda bisa jadi berada di Indonesia dengan klien dari Jepang, demikian sebaliknya.

Pasar anda adalah seluruh dunia! Sehingga hanya pengusaha yang memiliki mental baja dengan kualitas produk dan layanan yang mumpuni bisa berkembang, tumbuh besar lalu menggurita.

Salah satu contoh yang signifikan adalah Uber. Travis Kalanick dan Garret Camp merupakan dua orang founder Uber yang memulai usaha mereka pertama kali di San Fransisco, Amerika Serikat. Saat ini, Uber sudah menjangkau 633 kota di seluruh dunia. Jika anda ke negara manapun, Uber dipastikan hadir disana. Bahkan di Indonesia, beberapa kota juga telah merasakan bagaimana praktisnya memesan kendaraan melalui Uber.

Di lain sisi, teknologi juga mempermudah banyak hal. Baik dari segi proses produksi, distribusi, hingga marketing. Hal ini berdampak signifikan terhadap jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan. Jika sebelum era teknologi semua hal mengandalkan tenaga manusia, saat ini tidak lagi. Sehingga banyak pekerja – yang biasanya berada di lapisan ekonomi paling bawah – terkena imbasnya. Mereka kehilangan pekerjaan, kehilangan pemasukan, kehilangan kesempatan untuk meningkatkan kondisi ekonomi mereka.

Sikap Positif

Banyak orang kaya yang juga beranjak dari keadaan sangat buruk. Jack Ma, Oprah Winfrey, hingga Chris Gardner yang kisah hidupnya dapat anda saksikan dalam film The Pursuit of Happines. Orang kaya boleh berawal dari keadaan yang sangat buruk, namun mereka memiliki sifat positif yang patut dicontoh. Mulai dari sikap ketekunan, menetapkan tujuan, bekerja keras, tidak pernah berhenti belajar, hingga sifat pantang menyerah.

Karena hidup tidak selalu hadir dengan kemudahan, sebenarnya orang-orang kaya ini sama seperti kebanyakan orang. Hanya, sikap positif mereka mampu membawa diri mereka keluar dari keadaan yang buruk menuju kesuksesan.

Secara keseluruhanpun, bila anda memperhatikan orang-orang yang kaya dari bawah, mereka memiliki sikap positif yang berbeda dengan kebanyakan orang. Karena mereka tahu meskipun keadaan menjadi buruk, sikap buruk tidak akan membawa anda kemanapaun hanya sikap positif yang bisa.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang 4 sebab kenapa orang kaya bisa semakin kaya, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Perbedaan Cara Berpikir Orang Kaya dan Orang Miskin
Inilah Cara Orang Kaya Mendidik Anak Agar Tidak Manja
Orang Kaya Lebih Hemat Daripada Orang Miskin
Apakah Orang Kaya itu Pelit?
Mengapa Orang Kaya Masih Berhutang?
Mengapa Orang Kaya Lebih Memilih Mobil Bekas?
Apa Kesamaan Orang-orang Kaya?
Orang Kaya Tahu Ini, Makanya Jadi Sukses
Orang Kaya Ternyata Masih Berhutang! Mengapa?
Cara Orang Kaya Tetap Kaya


Bagikan Ke Teman Anda