Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

5 Fakta Mengenai Gagalnya Redenominasi di Zimbabwe

Anda pasti sudah mendengar bahwa saat ini Bank Indonesia tengah mengusulkan untuk melakukan redenominasi pada mata uang rupiah. Secara sederhana Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya. Rancangan Undang-Undang nya sendiri telah diajukan ke DPR. Namun hingga artikel ini dibuat, Bank Indonesia masih menunggu persetujuan sahnya RUU tersebut sebelum BI masuk dalam tahap penyesuaian terhadap penggunaan mata uang rupiah baru yang diredenominasi.

Banyak pihak pro dan kontra mengenai penerapan redenominasi di Indonesia. Padahal redenominasi sejatinya bukanlah suatu hal yang baru di dunia. Tercatat negara Turki, Polandia, Rumania, dan Ukrania pernah melaksanakan proses redenominasi dengan sukses. Meskipun beberapa negara seperti Rusia, Argentina, Brasil, Korea Utara dan Zimbabwe berakhir pada kegagalan.

Zimbabwe mungkin adalah negara dengan dampak kegagalan redenominasi terbesar sehingga mereka harus menanggung penderitaan ekonomi bertahun-tahun lamanya hingga saat ini. Lalu mengapa redenominasi tersebut bisa berhasil di beberapa negara namun gagal di beberapa negara lainnya? Mengambil contoh kasus negara Zimbabwe, sebenarnya apa yang terjadi di negara tersebut sehingga mata uang mereka menjadi hancur? Berikut adalah

5 fakta mengenai kegagalan redenominasi di Zimbabwe yang patut untuk anda diketahui.

1. Apartheid

Seperti sebuah tornado yang bermula dari kepakan sayap seekor kupu-kupu, semua hal pasti memiliki awal mula. Demikian dengan gagalnya proses redenominasi di Zimbabwe. Berawal dari pemberlakuan sistem Apartheid yang memang awam berlaku pada awal abad ke 20 di tanah Afrika, sistem Apartheid sendiri merupakan pemisahan kekuasaan di suatu negara berdasarkan warna kulit hitam dan putih. Selama apartheid berlangsung, negara ini bernama Rhodesia dimana tuan tanah dan pemerintahan dimiliki dan dikendalikan oleh orang-orang kulit putih, sedangkan orang-orang kulit hitam menjadi buruh tani. Sistim Apartheid di Rhodesia kemudian berakhir pada tahun 1980, kepemimpinan kulit putih digantikan oleh orang kulit hitam, nama negara pun berubah dari Rhodesia menjadi Zimbabwe.

2. Pemimpin yang Tak Cakap

Adalah Robert Gabriel Mugabe, pemimpin kulit hitam pertama setelah apartheid runtuh di Zimbabwe yang kemudian memimpin negara tersebut. Mugabe sendiri tidak bisa melupakan bagaimana ketidak adilan menimpa bangsanya yang berkulit hitam sewaktu apartheid masih dilaksanakan. Maka pada tahun 2000 Mugabe mulai menjarahi tanah-tanah yang semula dikelola oleh orang kulit putih untuk dibagi-bagikan kepada orang kulit hitam. Namun tak semua orang ternyata cakap menjadi pengelola tanah pertanian. Setelah tanah-tanah pertanian tersebut dijarah, Zimbabwe yang semula terkenal sebagai negara pengekspor pangan, seketika berubah menjadi daerah yang tertimpa krisis pangan selama bertahun-tahun.

3. Hiperinflasi

Salah satu penyebab tidak suksesnya redenominasi di Zimbabwe adalah karena dilaksanakan dalam keadaaan perekonomian yang sangat buruk. Ketika itu Zimbabwe ditimpa krisis pangan, pengangguran meningkat hingga 80%, Mugabe malah menaikkan gajinya sebagai presiden hingga 1000%. Ia juga mencetak uang tanpa henti untuk membiayai pemerintahannya yang menyebabkan berlebihnya uang beredar di masyarakat.

Ketika uang banyak beredar di masyarakat, maka akan memacu harga barang menjadi tinggi sehingga terjadi inflasi. Namun karena uang yang beredar di Zimbabwe sudah terlalu banyak, maka terjadi hiperinflasi. Tercatat pada tahun 2007, kenaikan inflasi di negara ini mencapai 66,212%!, itu berarti harga sebuah barang bisa naik beberapa kali hanya dalam satu hari.

4. Kurangnya Sosialisasi

Hiperinflasi ini kemudian menyebabkan nilai mata uang Zimbabwe menjadi rusak parah. Angka nol yang tertera pada lembaran uang seolah tiada artinya. Pada tahun 2009, tercatat harga satu dolar Amerika Serikat setara dengan 35.000.000.000.000.000 (35 kuardilium) dolar Zimbabwe. Akhirnya pemerintah Zimbabwe memutuskan untuk melakukan redenominasi dan menghimbau masyarakat untuk menukarkan uang mereka ke bank-bank terdekat.

Namun usaha ini tidak membuahkan hasil karena kurangnya sosialisasi di masyarakat. Banyak Rakyat tidak mengetahui proses redenominasi sedang berlangsung, sehingga mereka tetap melakukan aktivitas ekonomi seperti biasa dengan uang yang nominalnya tinggi sekali.

5. Impor Sangat Tinggi

Karena krisis pangan yang berkepanjangan, mereka kemudian mengimpor bahan pangan dari luar negeri yang mereka bayar dengan satuan mata uang US$. Ditambah oleh keadaan ekonomi yang tidak stabil sehingga tidak ada investor yang mau berinvestasi di negara mereka. Hal ini mengakibatkan Zimbabwe tidak bisa memproduksi barang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri mereka sehingga mereka benar-benar mengimpor segala sesuatunya dari luar negeri. Semakin banyak suatu negara mengimpor barang maka semakin banyak dolar yang dibayarkan ke luar negeri, dan ini menjadikan mata uang Zimbabwe semakin terpuruk dari waktu ke waktu.

Dirundung krisis ekonomi dan pangan selama bertahun-tahun, Zimbabwe akhirnya berhasil mencetak uang baru pada November 2016 setelah sebelumnya mereka bertahan dengan menggunakan beberapa mata uang asing, salah satunya dolar Amerika Sebagai alat tukar yang sah. Mata uang Zimbabwe yang baru ini bernama dolar Zim dengan perbandingan nilai tukar 2$ zim setara dengan 1US$. Namun dengan catatan mata uang ini hanya dapat digunakan untuk transaksi di dalam negeri sementara transaksi luar negeri masih menggunakan dolar Amerika.

Dari Zimbabwe kita bisa belajar bahwa ada banyak hal yang mendasari sebuah Bank Sentral mengambil keputusan untuk melaksanakan redenominasi. Alasan inilah yang berbeda antara Zimbabwe dan Indonesia. Zimbabwe melakukan redenominasi karena terdesak, sementara Indonesia akan melakukan redenominasi agar perekonomian yang sudah stabil dan terkendali, bisa melompat lebih tinggi.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang 5 fakta mengenai gagalnya redenominasi di Zimbabwe, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Mengapa Perempuan Mudah Terjebak Utang Kartu Kredit?
Financial Planning Before Disaster (Persiapan Finansial Sebelum Bencana)
Bagaimana Menggunakan ATM dengan Aman?
Sisi Buruk Kerja di Perusahaan Startup
Bagaimana Bersenang-Senang Sekeluarga dengan Murah?
Mengapa Financial Management (Manajemen Keuangan) Harus Diajarkan di Sekolah
Empat Tahap Pertumbuhan Bisnis
Apa yang Harus Dilakukan Bila Dompet Hilang?
Bagaimana Restoran Buffet (All You Can Eat) Mendapatkan Untung?
Apa Itu ‘Bank Stress Test’?


Bagikan Ke Teman Anda