Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Beda Saham dan Obligasi?

Dalam dunia investasi, ada dua jenis surat berharga yang sudah sangat dikenal yaitu saham dan obligasi. Keduanya merupakan sarana para investor untuk menanamkan modal mereka yang keuntungannya akan didapat dalam waktu tertentu.

Tak hanya para penanam modal serius yang kerap melakukan proses jual beli saham dan obligasi. Para spekulan juga kerap ikut bermain, terutama untuk mendapatkan keuntungan cepat melalui jual beli saham.

Meski punya tujuan yang sama, faktanya saham dan obligasi punya sejumlah perbedaan yang jelas dan tegas. Berikut kami beberkan perbedaan antara saham dan obligasi. Agar Anda bisa lebih memahami dengan benar fungsi dan manfaat kedua jenis surat berharga tersebut.

Pengertian

Saham adalah surat bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan berbentuk perseroan terbatas, dalam nominal dan persentase tertentu. Ketika seseorang memiliki lebih dari 50 persen saham, maka dia bisa disebut sebagai pemilik saham mayoritas. Para pemilik saham ini nantinya akan mendapat kontribusi atau return sesuai dengan persentase saham yang dimiliki.

Sementara obligasi merupakan sebuah instrumen finansial yang berisi pernyataan utang sebuah perusahaan kepada pemilik modal yang menginvestasikan dananya. Dalam surat obligasi ini akan tertera besaran utang yang diambil perusahaan, waktu jatuh tempo, dan besaran bunga yang harus dibayar.

Fungsi

Saham punya fungsi sebagai alat bukti kepemilikan sebuah perusahaan bersama aset-asetnya. Besar dan kecilnya nilai kepemilikan perusahaan, bergantung dari besar kecilnya saham yang dimiliki. Semakin besar saham yang dimiliki maka akan semakin besar pula hak kepemilikan atas aset-aset perusahaan tersebut.

Obligasi merupakan surat utang, jadi berfungsi sebagai bukti pengakuan sebuah perusahaan terhadap utang yang mereka dapatkan dari pihak lain. Surat obligasi ini akan dipegang oleh pihak yang memberi utang sampai berakhirnya batas waktu. Jumlah utang dan waktu jatuh tempo akan tertera di dalam surat obligasi tersebut.

Tak hanya perusahaan, pemerintah dalam hal ini otoritas bank di sebuah negara juga bisa menerbitkan surat utang. Biasanya hal ini dilakukan dalam upaya mendapatkan dana untuk melaksanakan proyek pembangunan.
Jangka Waktu

Kepemilikan saham oleh pribadi maupun perusahaan tidak dibatasi oleh waktu. Bisa dimiliki terus menerus atau dijual kepada pihak lain, kapan pun sang pemilik saham menginginkannya. Para investor kerap melakukan jual beli saham untuk meraih keuntungan dari selisih harga saham saat dibeli dan saat dijual.

Sementara Obligasi, sejak dimiliki sudah langsung tertera jangka waktunya. Sebelumnya terjadi pembahasan soal besaran utang dan jangka waktu utang di antara kedua belah pihak. Saat sudah disepakati, maka akan diterbitkan surat obligasi dengan menuliskan besaran utang, bunga yang harus dibayar, dan jangka waktu pembayaran.

Keuntungan

Sebagai sebuah instrumen investasi, setiap investor yang mengeluarkan uangnya untuk mendapatkan saham dan obligasi pasti mengincar keuntungan. Jika melihat segi keuntungan yang didapat, terlihat jelas perbedaan antara saham dan obligasi.

Keuntungan yang bisa diraih dari kepemilikan saham tidak akan pernah bisa dihitung secara pasti. Bergantung dari keuntungan yang didapat perusahaan tersebut. Biasanya keuntungan ini bisa diketahui setelah melewati satu tahun neraca.

Namun tidak mustahil bukan keuntungan yang diperoleh para pemilik saja. Justru mereka akan mendapat kerugian akibat kinerja perusahaan yang buruk. Sehingga tak ada imbal hasil yang diperoleh saat perhitungan laba-rugi di akhir tahun.

Sementara para pemilik surat obligasi sudah bisa mengetahui berapa besar keuntungan yang diperoleh sesuai dengan periode yang sudah disepakati di awal. Tidak dipengaruhi oleh kinerja perusahaan. Ketika perusahaan mendapat keuntungan besar atau justru kerugian tak akan mengubah jumlah keuntungan yang didapat pemegang surat obligasi.

Fluktuasi Harga

Harga saham tidak akan pernah sama dalam waktu tertentu. Sangat fluktuatif. Harga saham bisa berubah drastis hanya dalam hitungan menit. Dalam satu hari, harga saham bisa berubah naik turun mengikuti perkembangan ekonomi saat itu.

Harga saham memang sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi mikro maupun makro. Kondisi ekonomi global yang tengah menurun bisa berakibat dengan penurunan nilai saham dari sebuah perusahaan. Terutama bagi perusahaan multinasional.

Sebaliknya, harga obligasi relatif stabil. Hanya bisa terganggu oleh perubahan tingkat suku bunga dan inflasi. Namun kedua hal tersebut tidak akan berubah dalam waktu cepat. Setidaknya bisa dihitung dan muncul dalam hitungan triwulan atau kuartal. Ini yang menjadi salah satu pertimbangan para investor ketika akan menanamkan dananya melalui instrumen saham dan obligasi.

Hak Suara

Perbedaan yang cukup mencolok lainnya dari saham dan obligasi adalah soal hak suara dalam perusahaan. Para pemilik saham punya hak untuk menyatakan suaranya, terutama yang terkait dengan kinerja perusahaan.

Biasanya hal ini akan dilakukan saat diadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam RUPS ini akan dibeberkan rencana ke depan perusahaan tersebut. Para pemilik saham bisa memberikan usulan dan masukan maupun kritik terhadap rencana yang dijabarkan. Karena mereka pasti ingin perusahaan yang sahamnya dimiliki tersebut bisa memberi keuntungan.

Nah, para pemilik surat obligasi sama sekali tidak punya hak suara. Apa pun putusan yang diambil oleh manajemen tidak bisa dikritik apalagi dianulir. Mereka harus menyetujui semua putusan yang sudah diambil manajemen.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang beda saham dan obligasi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Macam-macam Saham dan Perbedaannya
Perhitungan THR Karyawan (Tunjangan Hari Raya)
Apa itu Kebijakan Quantitative Tightening (QT)?
Cara Kerja Penjahat ATM Skimmer
Perbedaan Kebijakan Fiskal vs Kebijakan Moneter
Mengenal Hirarki Kebutuhan Dalam Piramida Maslow
Trend Cord Cutting TV Kabel di Indonesia
Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion
Apa itu Traveloka PayLater (Pinjaman dari Traveloka)?
Perbedaan antara Pajak dengan Bea Cukai


Bagikan Ke Teman Anda