Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Beda Tabungan Konvensional dan Tabungan Syariah?

Dengan menabung, setidaknya kehidupan keuangan menjadi lebih terkontrol dan terencana. Kegiatan menabung pun bisa dilakukan dimana saja, salah satunya seperti di bank misalnya. Berbagai macam produk tabungan dengan benefitnya masing-masing bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Dewasa ini dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai transaksi keuangan berbasis syariah, membuat sebagian masyarakat kemudian semakin tertarik untuk mengetahuinya lebih dalam dan beralih menyimpan uangnya dalam tabungan syariah.

Lantas sesungguhnya dimana dan apa sih perbedaan antara tabungan konvenional dan juga tabungan syariah? Berikut ulasan selengkapnya.

Tabungan Konvensional

Tabungan konvensional, sejatinya kegiatan menyimpan dana dalam sebuah akun rekening di bank yang masih mepergunakan cara konvensional secara prinsip. Dalam pembukaan tabungan secara konvensinal biasanya ada iming – iming bunga yang dijanjikan kepada calon nasabah baik secara langsung maupun tidak.

Dan besaran bunga tabungan yang diberikan untuk nasabah pun bisa sangat berbeda antara bank satu dengan yang lain tergantung kebijakan pihak bank penyelenggara. Besaran pendapatan bunga yang diperoleh dari dana yang disimpan dalam tabungan pun tidak akan mengalami perubahan atau terpengaruh dengan kondisi maupun kinerja bank.

Jadi bisa dikatakan apapun kondisi sebuah bank, sedang mengalami peningkatan keuntungan maupun sedang merugi misalnya, bunga tabungan akan tetap diterima oleh nasabah.

Nasabah pun bisa menarik dana yang disimpan dalam tabungan kapan dan dimana saja tanpa harus menunggu waktu tertentu. Baik dengan menggunakan ATM maupun secara langsung di teller, dan setiap bulannya nasabah juga akan di kenakan biaya administrasi atas dana yang disimpan sesuai ketentuan pihak bank.

Tabungan Syariah

Karena mengedepankan prinsip syariah dalam pengelolaan dana yang disimpan nasabah dalam hal tabungan, bank syariah mempergunakan dua prinsip yakni akad wadi’ah dan Mudharabah. Berikut penjelasannya.

  • Akad Wadi’ah, merupakan tabungan atau simpanan yang disebut sebagai titipan murni yang artinya bahwa dana yang disimpan pada bank hanya berupa titipan. Yang namanya titipan, jadi nasabah tidak akan mendapatkan keuntungan seperti pendapatan bunga misalnya. Hal ini sejalan dengan prinsip wadi’ah yad adh-dhamanah, tetapi pihak bank tetap diperkenankan bila ingin memberikan bonus kepada nasabah namun besarannya tidak mengikat.
  • Akad mudharabah, merupakan tabungan atau simpanan yang menggunakan perhitungan bagi hasil pada keuntungannya. Atau dengan kata lain sesuai dengan akad yang telah diseakati sebelum memulai membuka tabungan. Dan tidak menggunakan perhitungan bunga sebagai benefit atas dana yang telah disimpan dalam bank namun menggunakan pendekatan bagi hasil antara shahibul mal (nasabah) dan mudharib (pihak bank).

Tabungan Konvensional dan Tabungan Syariah

Perbedaan pada tabungan konvensional dan tabungan syariah sejatinya ada pada sistem yang digunakan oleh bank secara mendasar. Yakni hubungan antara nasabah dengan pihak bank dalam memperoleh keuntungan.
Pada bank konvesional, tabungan yang disimpan oleh nasabah akan dikelola untuk mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya. Namun lain halnya pada tabungan syariah, karena setiap transaksi keuangan yang terjadi harus sejalan dengan prinsip syariah Islam.

Secara garis besar sudah bisa dipahami jika tabungan merupakan dana yang disimpan dalam sebuah rekening tabungan di sebuah bank, yang sewaktu-waktu bisa ditarik kembali sesuai dengan persyaratan dan kesepakatan yang telah ditetapkan oleh bank dan disetujui bersama nasabah.

Kedua tabungan tersebut baik konvensional maupun syariah, secara umum tidak jauh berbeda. Hanya saja memiliki cara dan prinsip pelaksannaan yang berbeda secara sistem yang digunakan. Berikut beberapa ciri khas dan perbedaan tabungan konvensional dengan tabungan syariah, diantaranya.

Tabungan Konvensional

  • Menggunakan prinsip ekonomi perbankan
  • Memberikan keuntungan bunga sebagai benefit atas dana yang disimpan oleh nasabah.
  • Pemberian bunga pun sudah ditentukan besarannya sejak awal, sehingga nasabah bisa mengetahui besaran benefit bunga yang akan diperoleh.
  • Bunga yang didapat tidak terpengaruh situasi ekonomi yang dihadapi oleh pihak bank penyelenggara tabungan.

Tabungan Syariah

  • Menggunakan prinsip sayariah sebagai dasar pelaksanaan kegiatan perbankan, dalam hal ini tabungan.
  • Tidak ada bunga, sebab menurut syariah Islam bunga dikatakan sebagai riba yang hukumnya haram.
  • Menggunakan manfaat bagi hasil sebagai ganti bunga, sehingga dalam pelaksanaannya tidak melanggar norma syariah Islam.
  • Pemberian benefit dari bagi hasil ini sendiri tergantung dan disesuaikan dengan kebijakan bank penyelenggara. Namun besarannya bisa saja fluktuatif karena dipengaruhi oleh kondisi bank.
  • Karenanya benefit yang didapat oleh nasabah tidak menentu, jika bank penyelenggara dalam kondisi baik dan produktif maka hasil yang didapat juga sebanding dengan keuntungan yang diperoleh pihak bank.

Sejatinya sebagaimana yang dimaksud dalam UU Perbankan No. 10 Tahun 1998, sendirinya bahwa tabungan ialah sebuah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang telah disepakati, namun tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.

Namun, pelaksanaan dan tata caranya saja yang berbeda karena memang bank konvensional dan bank syariah memiliki prinsip yang berbeda. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tinggal anda sebagai calon nasabah yang ingin memilih yang mana uantuk digunakan. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang beda tabungan konvensional dan tabungan syariah, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Perhitungan THR Karyawan (Tunjangan Hari Raya)
Apa itu Kebijakan Quantitative Tightening (QT)?
Cara Kerja Penjahat ATM Skimmer
Perbedaan Kebijakan Fiskal vs Kebijakan Moneter
Mengenal Hirarki Kebutuhan Dalam Piramida Maslow
Trend Cord Cutting TV Kabel di Indonesia
Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion
Apa itu Traveloka PayLater (Pinjaman dari Traveloka)?
Perbedaan antara Pajak dengan Bea Cukai
Kartu Kredit dengan Fasilitas Lounge di Bandara Soekarno Hatta


Bagikan Ke Teman Anda