Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Dampak Redenominasi pada Rupiah Nanti?

Penyederhanaan nilai mata uang atau redenominasi pada mata uang rupiah agaknya menjadi sebuah wacana kebijakan yang kian banyak diperbincangkan di tengah masyarakat. Ini karena dampak redenominasi tidak hanya akan menimpa satu sisi kehidupan masyarakat, namun bahkan dapat berdampak pada seluruh sendi kehidupan secara luas.

Sebab redenominasi bukan hanya persoalan menyederhanakan atau menghiapuskan angka nol pada mata uang rupiah saja, tetapi menuntut kesiapan dari pemerintah untuk bisa menerapkannya dan juga dalam mengatur regulasi tentang undang-undang terkait kebijakan tersebut agar tidak menimbulkan kepanikan yang luas.

Setiap kebijakan tentunya memiliki dampak bagi masyarakat baik secara langsung maupun tidak, dan juga perlu ditilik sisi negatif serta positif yang bisa saja timbul akibat kebijakan tersebut.

Berikut adalah dampak redenominasi pada mata uang rupiah baik secara positif maupun negatif.

1. Meningkatkan Kredibilitas Mata Uang Rupiah

Bila dilihat lagi secara global, rencana redenominasi rupiah sesungguhnya memang bisa memberikan nilai yang positif bagi bangsa Indonesia. Ini didapat karena langkah penyederhanaan tersebut bisa membuat kredibilitas nilai mata uang rupiah lebih meningkat dan mampu disejajarkan dengan mata uang negara lain.

Karena nilai tukarnya menjadi hampir setara, misalnya tadinya USD 1 sama dengan Rp 13.000, namun setelah adanya redenominasi USD 1 nantinya akan setara dengan RP 13. Terlihat perbedaan yang signifikan bukan pada penyebutan angkanya? Inilah yang dirasa akan mapu meningkatkan kredibilitas uang rupiah.

Juga, saat menukarnya dengan mata uang asing seperti dollar misalnya, kita tidak perlu membawa uang dalam jumlah yang besar karena nilainya yang hampir setara. Oleh karenanya penyederhanaan mata uang rupiah ini diklaim dapat meningkatkan kredibilitas mata uang rupiah yang dianggap semakin lemah dan turun karena nilai tukarnya yang semakin merosot pada dollar.

2. Membuat Penghitungan Lebih Sederhana

Selain itu penyederhanaan ini juga akan membuat penghitungan keuangan menjadi lebih simpel dan tidak rumit karena beberapa angka telah disederhanakan. Karena redenominasi sejatinya hanya menyederhanakan angka yang tertera pada uang rupiah saja dan bukan mengubah nilainya.

Jadi, bila tadinya uang Rp 10.000 setelah diredenominasi angkanya berubah lebh sederhana menjadi Rp 10 saja tanpa mengubah nilai tukar awal. Dengan begitu penyebutan uang juga tidak akan membuat pusing karena nilai pecahan yang bisa sangat besar. Misanya sampai milyaran dan trilyunan dengan angka nol yang berjejer.

3. Terjadi Pembulatan Nominal

Sering kita lihat bila di supermarket atau swalayan besar, nominal yang tertera pada label harganya pasti ada beberapa angka dibelakangnya. Dan setelah redenominasi pada rupiah, bisa dipastikan tidak akan melihat angka – angka unik tersebut lagi. Mengapa? Sebab nominal tersebut baik langsung maupun tidak pastilah akan mengalami pembulatan.

Bila sebelumnya di label harga tertulis Rp 49.491,- dan setelah adanya redenominasi nilai tersebut pastilah akan dibulatkan menjadi Rp 50,- karena biasanya akan dibulatkan ke nilai diatasnya bukan dibawahnya. Ini tentunya akan lebih praktis karena tidak lagi perlu menggunakan embel-embel angka cantik yang seolah sebagai kamuflase.

4. Dapat Memicu Inflasi

Sejatinya inflasi disebabkan oleh nilai tukar mata uang yang merosot karena kenaikan pada harga-harga di pasar. Namun meskipun redenominasi bukan memotong nilai dari mata uang rupiah, namun dampak redenominasi pada mata uang rupiah akan sangat mungkin menciptakan inflasi.

Sebab penyederhanaan nilai mata uang ini yang akan menyebabkan pembulatan nilai pada rupiah. Sehingga tadinya harga hanya Rp 15.500,- setelah terjadi redenominasi pasti terjadi pembulatan menjadi Rp 16,- dan bukannya Rp 15.5,-. Oleh sebab itu, setiap harga pasti akan terjadi kenaikan, dan kenaikan inilah yang bisa memicu inflasi besar-besaran bila pemerintah tidak mempersiapkan kebijakan redenominasi secara menyeluruh dan merata.

Bukan hanya harga pada barang-barang namun juga termasuk pada tagihan di bank, pajak, telepon. Dan mau tak mau hal ini akan menimbulkan kebingungan bila informasi yang disampaikan pada masyarakat tidak mendetail dan terperinci.

5. Menyebabkan Penurunan Daya Beli Masyarakat

Lebih lanjut lagi mengenai dampak yang ditimbulkan akibat dari pemberlakuan redenominasi pada mata uang rupiah juga dapat mengakibatkan daya beli menurun. Ini bisa disebabkan karena informasi yang belum merata, selain itu juga karena perubahan nilai pada rupiah yang membuat harga-harga naik disebabkan pembulatan angka.

Kenaikan-kenaikan harga bisa cepat maupun lambat, sangat tergantung dari respon masyarakat dalam menerima kebijakan tersebut bila benar – benar diterapkan nantinya.

Oleh sebab karena redenominasi merupakan kebijakan yang sangat kompleks dan berpengaruh pada kehidupan masyarakat, maka sebelum benar-benar diterapkan haruslah melalui kajian terlebih dahulu secara mendalam. Dan betul-betul dipertimbangkan baik buruknya serta dampak-dampak yang akan timbul. Sebab kebijakan ini bukan tak bisa terlaksana dengan baik tanpa dukungan semua pihak-pihak terkait dan juga masyakat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang dampak redenominasi pada rupiah, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa Beda Redenominasi dan Sanering?
Apakah Redenominasi Rupiah Berdampak Positif Bagi Perekonomian Bangsa?
Investasi Apa yang Cocok Saat Rededominasi?
Seputar Redenominasi di Turki
Perbedaan Utama Redenominasi, Sanering, dan Devaluasi
Kesuksesan Belarus dalam Redenominasi
Perbedaan Uang, Mata Uang dan Dampaknya pada Redenominasi
Apa Redenominasi Itu? Apa Dampaknya?
Negara yang Gagal Rededominasi
Apakah Investasi Emas Bagus Saat Redenominasi?


Bagikan Ke Teman Anda