Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Break Even Point? Bagaimana Cara Menghitung BEP?

Apakah anda seorang pebisnis yang ingin menghitung dalam berapa tahun perusahaan dapat menghasilkan keuntungan atau anda seorang pengusaha yang hanya ingin kepastian kapan usaha anda mengalami balik modal? maka anda memerlukan perhitungan Break Even Point.

Di dalam ilmu Akuntansi, kita mengenal istilah Break Even Point (BEP) yang merupakan titik dimana pendapatan dari usaha sama dengan modal yang dikeluarkan. Dalam posisi BEP anda tidak mengalami kerugian maupun keuntungan. Orang awam menyebut titik BEP sebagai kondisi dimana usaha yang kita jalankan mengalami balik modal. Sehingga dapat dikatakan bahwa perhitungan BEP merupakan perhitungan yang sangat penting bagi anda yang memiliki bisnis maupun usaha.

Perhitungan BEP awamnya dilakukan sebelum usaha dijalankan. Sehingga dengan kata lain, BEP dapat menjadi proyeksi atau perkiraan usaha yang akan kita jalankan.

Fungsi BEP

Adapun beberapa fungsi dari melakukan perhitungan BEP yaitu :

1. Kita dapat aware dengan dana yang kita gunakan.

Kita dapat mengukur apakah fixed cost, variabel cost dan biaya-biaya lainnya sudah sesuai dengan yang kita inginkan. Kita tentu tak ingin terlalu lama dalam mencapai BEP sehingga dengan melakukan perhitungan BEP kita dapat menentukan apakah dana tersebut terlalu besar untuk kita terapkan.

2. Dapat digunakan sebagai proyeksi :

  • Berapa volume unit yang diperlukan untuk mencapai target BEP. Sehingga kita bisa menentukan target penjualan secara harian, bulanan, mingguan, hingga tahunan.
  • Berapa nominal rupiah penjualan yang harus kita capai sehingga kita mendapatkan balik modal dan memproyeksikan kapan kita sudah dapat mendapatkan keuntungan.

Bagaimana cara menghitung BEP?

Ada dua cara untuk menghitung BEP, yaitu

Yang pertama adalah dengan cara menghitung BEP berdasarkan unit. Yaitu Titik pulang pokok (BEP) yang dinyatakan dalam jumlah penjualan produk di nilai tertentu. Dalam hal ini kita akan memperkirakan pada jumlah produk ke berapa bisnis kita akan mengalami balik modal atau Break Even Point.

Yang kedua adalah dengan cara menghitung BEP berdasarkan nominal Rupiah. Yaitu dengan menghitung titik pulang pokok, yang dinyatakan dalam jumlah penjualan atau harga penjualan (P ) tertentu. Dalam hal ini kita akan memperkirakan pada jumlah nominal penjualan berapa bisnis kita akan mengalami balik modal atau Break Even Point.

Dalam menyusun perhitungan BEP terlebih dahulu kita tentukan 3 elemen yang ada di rumus BEP yaitu :

  1. Fixed Cost atau biaya tetap. Adalah biaya yang dikeluarkan untuk menyewa tempat usaha, pegawai, mesin, dan lain-lain. Biaya ini merupakan biaya yang harus kita keluarkan meskipun kita tidak menjual sama sekali
  2. Variable Cost atau biaya variabel. Adalah biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan kegiatan kita dalam menjalankan usaha. Biaya Variable ini jumlahnya berubah-ubah tergantung pada kegiatan yang kita lakukan. Misalnya saja kita harus membayar biaya distribusi (jika ada barang yang diproduksi), membayar komisi, nota penjualan, biaya komunikasi kepada pelanggan, dan lain-lain
  3. Harga penjualan, yaitu harga jual yang kita tentukan kepada pembeli.
  4. Kontribusi Margin Per Unit adalah jumlah keuntungan yang kita dapatkan ketika kita menjual produk kita.

Sehingga rumus BEP dapat dituliskan sebagai berikut :

  • BEP Unit = (Biaya Tetap) / (Harga per unit – Biaya Variable per Unit)
  • BEP Rupiah = (Biaya Tetap) / (Kontribusi Margin per unit / Harga per Unit)

Contoh perhitungan dengan Rumus BEP Unit :

Pak Amin memiliki sebuah usaha toko sepeda dengan Fixed cost sebesar Rp.5.000.000. Variable Cost adalah sebesar Rp.200.000/unit, dengan harga jual Rp.1.500.000/unit.

Dapat dihitung BEP per unitnya yaitu :

BEP Unit = (Biaya Tetap) / (Harga per unit – Biaya Variable per Unit)
= Rp.5.000.000/ (Rp.1.500.000 – Rp.200.000)
= Rp.5.000.000 / Rp.1.300.000
= 3.84 pembulatan ke atas menjadi 4 unit

Sehingga Pak Amin dapat mengalami balik modal jika mampu menjual 4 unit sepeda dalam satu bulannya. Pada penjualan sepeda ke 5, maka Pak Amin sudah menuai keuntungan karena biaya tetap sudah tertutupi oleh penjualan 4 unit sepeda sebelumnya.

Contoh perhitungan dengan Rumus BEP Rupiah :

Pak Rusli memiliki sebuah toko mebel dengan Fixed Cost sebesar Rp.10.000.000. Variable Cost usahanya adalah sebesar Rp.500.000/unit, dengan harga jual Rp.2.500.000/unit .

Dapat dihitung BEP Rupiahnya yaitu :

BEP Rupiah = (Biaya Tetap) / (Kontribusi Margin per unit / Harga per Unit)
= Rp.10.000.000 / (harga jual – variabel cost)/harga per unit
= Rp.10.000.000 /(2.500.000 – 500.000)/2.500.000
= Rp.10.000.000/0.8
= Rp.12.500.000

Sehingga Pak Rusli dapat mengalami BEP ketika angka penjualan sudah mencapai Rp.12.500.000,- setelah melewati jumlah penjualan tersebut, misalnya pada angka rupiah sebesar Rp.20.000.000 maka Pak Rusli dikatakan sudah balik modal atau BEP sehingga penjualan setelahnya Pak Rusli sudah bisa menghitung keuntungan.

Artikel Terkait

Demilianlah artikel Break Even Point dan cara menghitungnya, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Perhitungan THR Karyawan (Tunjangan Hari Raya)
Apa itu Kebijakan Quantitative Tightening (QT)?
Cara Kerja Penjahat ATM Skimmer
Perbedaan Kebijakan Fiskal vs Kebijakan Moneter
Mengenal Hirarki Kebutuhan Dalam Piramida Maslow
Trend Cord Cutting TV Kabel di Indonesia
Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion
Apa itu Traveloka PayLater (Pinjaman dari Traveloka)?
Perbedaan antara Pajak dengan Bea Cukai
Kartu Kredit dengan Fasilitas Lounge di Bandara Soekarno Hatta


Bagikan Ke Teman Anda