Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Bunga Berbunga atau Bunga Majemuk?

#bunga berbunga #bunga majemuk

Bunga merupakan salah satu aspek penting dalam dunia perbankan, dimana keberadaannya dapat memberikan keuntungan atau kerugian. Hal ini tergantung pada bagaimana kita mengelola produk perbankan yang digunakan, dan apakah itu pinjaman atau investasi. Bunga adalah interest atau imbalan yang bisa didapatkan atau harus dibayarkan dengan perhitungan persentase tertentu terhadap pokok investasi dan pinjaman.

Secara garis besar terdapat dua jenis bunga yang biasa berlaku dalam dunia perbankan, yaitu bunga tunggal (simple interest) dan bunga majemuk (compound interest) yang dikenal juga dengan sebutan bunga berbunga. Keduanya tentu memiliki karakteristik, kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pada pembahasan kali ini, kita akan mengulas lebih jauh mengenai bunga berbunga (bunga majemuk / compound interest) dalam penerapannya di dunia perbankan.

Bunga Berbunga

Sesuai dengan namanya, bunga berbunga atau bunga majemuk adalah bunga yang akan kembali berbunga dari pokok dana yang dipinjam atau diinvestasikan. Jika pada konteks bunga tunggal, persentase bunga hanya dikalikan dengan pokok dana yang ada setiap periodenya dengan jumlah yang datar. Misalnya bunga ditentukan sebesar 10% dan pokok dana sebesar Rp 1.000.000, maka setiap bulan bunga yang harus dibayarkan adalah sama yaitu sebesar Rp 100.000.

Sedangkan pada bunga berbunga, jumlah bunga yang muncul dari bulan pertama akan diakumulasikan untuk perhitungan bunga di bulan berikutnya. Jadi jika bunga ditetapkan sebesar 10% dengan pokok dana Rp 1.000.000, maka bunga di bulan pertama adalah Rp 100.000. Untuk perhitungan bunga di bulan selanjutnya bukan lagi dari Rp 1.000.000, namun ditambahkan bunga bulan sebelumnya yaitu dikalikan dengan Rp 1.100.000. Jadi bunga di bulan kedua menjadi Rp 110.000, dan perhitungan seperti ini akan terus berlanjut di bulan berikutnya.

Penerapan Bunga Berbunga

Hal penting yang sangat penting dalam konsep bunga berbunga adalah waktu, dimana semakin lama maka akan semakin banyak jumlah bunganya. Tentunya konsep ini akan berbeda penerapannya baik dalam pinjaman maupun investasi. Berikut adalah penerapan bunga berbunga dalam produk perbankan yang biasa digunakan masyarakat:

1. Bunga Berbunga Pada Pinjaman

Jika Anda mengambil pinjaman baik berupa cicilan rumah, motor, atau jenis pinjaman lainnya, sebaiknya Anda menghindari bunga jenis ini. Pinjaman dengan bunga berbunga akan membuat jumlah yang harus dibayarkan jauh lebih besar dibandingkan dengan pinjaman berbunga tunggal. Jika misalnya Anda memiliki cicilan hutang per-bulan sebesar Rp 1.000.000 dengan bunga 10%, setiap bulannya Anda hanya perlu membayar bunga Rp 100.000 sampai masa pinjaman berakhir.

Namun seperti yang telah diulas sebelumnya, bunga yang dibayarkan akan semakin besar setiap bulannya jika Anda menggunakan konsep bunga berbunga. Terlebih lagi jika pinjaman yang Anda ambil memiliki masa tenor yang panjang, seperti 10 hingga 20 tahun. Atau jika pokok pinjaman yang Anda ambil jumlahnya besar, tentu persentase bunga yang harus dibayarkan pun lebih besar.

2. Bunga Berbunga Pada Investasi

Kebalikan dari pinjaman, bunga berbunga akan sangat menguntungkan jika diterapkan dalam investasi. Anda akan mendapatkan hasil yang lebih besar dari bunga yang terus bertambah jumlahnya setiap bulan. Karena itu dalam berinvestasi, sebaiknya Anda memilih produk yang menggunakan bunga berbunga dibandingkan bunga tunggal.

Hal ini akan lebih menguntungkan lagi jika investasi yang Anda lakukan berjangka panjang, dimana hasil yang didapat akan lebih besar. Jadi usahakan untuk membiarkan investasi Anda dalam jangka waktu yang lama dan jangan tergoda untuk segera mengambilnya. Hasil yang didapat saat ini mungkin menggiurkan untuk segera diambil, namun ingatlah jumlah tersebut akan terus bertambah jika Anda membiarkannya beberapa tahun lagi.

Selain waktu, hal yang berperan penting dalam bunga majemuk pada investasi adalah re-investasi atau berinvestasi kembali. Ada baiknya Anda melakukan re-investasi begitu melihat peluang menguntungan dari investasi yang dilakukan. Dengan begitu, jumlah keuntungan dari bunga berbunga yang akan Anda dapat di akhir masa investasi akan jauh lebih besar.

Memulai Investasi Bunga Berbunga Sejak Muda

Sekarang ini banyak anak muda yang sudah memulai untuk berinvestasi dengan bunga berbunga, baik dalam pasar modal atau tabungan masa depan seperti dana pensiun. Mungkin tampak aneh mendengar anak muda usia 20-an sudah memikirkan soal investasi atau bahkan pensiun, tapi berinvestasi akan lebih menguntungkan jika dilakukan dengan lebih cepat. Dengan memulai berinvestasi lebih dulu, jangka waktu berinvestasi akan lebih panjang yang kemudian akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar dibanding yang baru memulai belakangan.

Simulasinya adalah jika seseorang sudah memulai berinvestasi sejak usia 25 tahun, ia akan memiliki waktu kurang lebih 35 tahun sampai pensiun di sekitar usia 60. Sedangkan jika seseorang baru mulai berinvestasi di usia 40 tahun, ia hanya memiliki waktu kurang lebih 20 tahun sampai pensiun nanti. Hal ini tentu akan menyebabkan perbedaan hasil dari keuntungan bunga berbunga yang akan di dapat di akhir atau pada masa pensiun nanti.

Selain itu, mengalokasikan dana untuk berinvestasi bunga berbunga sejak muda akan lebih bermanfaat bagi keuangan Anda. Daripada membiarkan dana terpendam di rekening tanpa dapat berputar dan berkembang lebih banyak, tentu diinvestasikan akan lebih menguntungkan. Namun jangan berkecil hati jika sudah melewati usia muda untuk berinvestasi, karena tidak ada kata terlambat untuk mengatur kondisi keuangan menjadi lebih baik lagi.

Demikianlah pembahasan mengenai bunga majemuk, mulai dari pengertian hingga penerapannya pada pinjaman dan investasi. Pada dasarnya bunga berbunga adalah sesuatu yang dapat menguntungkan atau setidaknya membantu kita dalam urusan perbankan, selama bisa dikelola dengan baik. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda!

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang bunga berbunga atau bunga majemuk, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Kisah dan Pengalaman Orang-Orang Kaya yang Jatuh Miskin
Kebiasaan ini Dapat Menurunkan Harga Diri Anda!
Mengapa Sisa Makanan di Retoran Dibuang? Mengapa Tidak Disumbangkan?
Haruskah Drop Out (DO) untuk Fokus Membangun Startup?
Gagal Buat Startup? Bikin Startup Baru Lagi Saja!
Tips untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) agar Semakin Maju
Keunggulan Kartu ATM dengan Teknologi Chip
Inilah 4 Kekuatan Bisnis Orang Yahudi yang Perlu Anda Tahu
6 Fakta Bisnis Orang Jepang
6 Prinsip Bisnis Orang Cina


Bagikan Ke Teman Anda