Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Etika Profesi Akuntan?

Kata etika tentu tidak asing lagi bagi kita, dimana sejak kecil para orangtua dan guru selalu mengajarkan agar kita bertindak sesuai dengan etika. Penerapan etika menjangkau hampir ke semua bagian dan lapisan masyarakat, termasuk dalam menjalankan profesi. Karena itu, pada profesi akuntan terdapat etika yang harus dipenuhi dan akan kita ulas lebih lanjut pada pembahasan kali ini.

Apa Itu Etika Profesi Akuntan?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai etika profesi akuntan, kita perlu memahami terlebih dahulu konsep dari etika itu sendiri. Etika merupakan serangkaian konsep mengenai nilai baik dan buruk yang menjadi panduan manusia dalam menjalani hidup. Dengan mengikuti etika yang berlaku, diharapkan manusia terhindar dari hal buruk yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Salah satu bidang dalam cabang keilmuan etika adalah etika profesi, yang merupakan tatanan dalam menjalankan profesi. Etika profesi dinilai perlu untuk dibuat, disepakati, dan tentunya dijalankan agar para pengemban profesi dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Selain itu, etika profesi juga penting untuk dipatuhi agar dapat terhindar dari penyimpangan yang mungkin terjadi.

Etika profesi juga berlaku pada profesi akuntan, sebagai profesi yang bertugas untuk menerapkan ilmu akuntansi dalam konteks nyata. Pekerjaan akuntan secara umum meliputi pencatatan, pelaporan, hingga audit keuangan pada sebuah lembaga atau organisasi. Dalam menjalankan tugas profesi, etika profesi akuntan menjadi kode etik dan aturan yang harus dipatuhi oleh seorang akuntan.

Mengapa Perlu Ada Etika Profesi Akuntan?

Secara garis besar, seperti etika profesi lainnya, etika profesi akuntan bertujuan agar pengemban profesi tersebut dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Namun menjalankan tugas dengan baik tidak semudah yang diucapkan, karena akuntansi termasuk bidang yang berperan penting di dunia ini. Akuntansi berhubungan erat dengan perhitungan keuangan, hal yang sangat vital sekaligus rawan terjadi penyimpangan.

Seperti layaknya sebuah pisau tajam, penggunaan ilmu dalam dunia nyata tergantung pada bagaimana orang yang menerapkannya. Pisau dapat menjadi alat yang berguna jika dipakai untuk memasak, dan di sisi lain bisa membahayakan jika berada pada tangan orang yang berniat jahat. Begitu juga dengan akuntansi sebagai salah satu cabang keilmuan, yang bisa digunakan untuk tujuan baik dan buruk.

Akuntansi akan sangat berguna dalam melaporkan dan mengatur keuangan sebuah perusahaan, sehingga dapat membantu kinerja perusahaan tersebut. Namun penerapan akuntansi yang menyimpang bisa mengarah pada perbuatan kriminal, seperti penggelapan uang dan rekayasa dana perusahaan. Tindak korupsi yang merugikan perusahaan atau bahkan negara adalah salah satu contoh penerapan akuntansi yang disalahgunakan.

Untuk menghindari terjadinya hal-hal tersebut, etika profesi akuntan perlu dipatuhi dan dijalankan dengan baik. Etika profesi akuntan menjadi guideline yang menaungi para pengemban profesi akuntan agar tetap berada dalam jalur yang seharusnya. Karena pada dasarnya semua ilmu dibuat untuk tujuan yang baik guna memudahkan dan memajukan peradaban manusia, termasuk juga ilmu akuntansi.

Prinsip Etika Profesi Akuntan

Terdapat beberapa lembaga yang menerapkan prinsip-prinsip dalam etika profesi akuntan, baik dalam skala nasional maupun global. Berikut adalah prinsip etika menurut tiga lembaga akuntan yang diterapkan dalam profesi akuntan:

1. Etika Profesi Akuntan Menurut AICPA

American Institue of Certified Public Accountants (AICPA) adalah organisasi yang menetapkan standar profesi dan audit dalam profesi akuntan, terutama akuntan publik. Kode etik profesi akuntan yang ditetapkan AICPA disebut dengan Code of Professional Conduct, yang terdiri dari:

  • Responsibility, yaitu tanggung jawab dalam menjalankan profesi akuntan dan menjaga kepercayaan publik.
  • The Public Interest, yaitu pemberikan kontribusi yang positif untuk kepentingan publik.
  • Integrity, yaitu seorang akuntan harus menjalankan tugas dengan integritas tinggi.
  • Objecivity and Independence, yaitu menjaga objektivitas dan bebas dari konflik kepentingan pihak tertentu.
  • Due Care, yaitu mengikuti standar etika dan teknis profesi akuntan serta profesional dalam menjalankan tugas profesi.

2. Etika Profesi Akuntan Menurut IFAC

International Federation of Accountants (IFAC) merupakan organisasi profesi akuntan yang berada pada tingkat internasional dengan 127 negara anggota, termasuk Indonesia. Sejak didirikan di tahun 1977, IFAC memiliki peranan besar dalam pengembangan dan penguatan profesi akuntan global. Etika profesi akuntan yang dibuat IFAC dinamai dengan Code of Ethics, yang terdiri dari:

  • Bagian A, memuat prinsip dasar etika profesi akuntan yang terdiri dari integritas, objektivitas, kompetensi dan kehati-hatian, kerahasiaan, serta perilaku profesional.
  • Bagian B, yang memuat penerapan prinsip dan kerangka kerja profesi akuntan dalam ranah publik secara profesional.
  • Bagian C, yang memuat penerapan prinsip dan kerangka kerja profesi akuntan dalam ranah bisnis.

3. Etika Profesi Akuntan Menurut IAI

Prinsip terakhir bersumber dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), merupakan organisasi yang menjadi wadah untuk berkumpulnya para pengemban profesi akuntan di Indonesia. Seluruh profesi akuntan dapat menjadi anggota IAI, mulai dari akuntan publik, akuntan manajemen, akuntan pendidik, akuntan pajak, dan lain sebagainya. Etika profesi akuntan dituangkan dalam Kode Etik IAI, yang terdiri dari:

  • Prinsip Etika

Mencakup tanggung jawab, kepentingan umum, integritas, objektivitas, kompetensi dan kehati-hatian, kerahasiaan, perilaku profesional, dan standar teknis.

  • Aturan Etika

Mencakup independensi, integritas, dan objektivitas; standar umum dan prinsip akuntansi; tanggung jawab kepada klien; tanggung jawab terhadap rekan se-profesi; tanggung jawab dalam praktik lain.

  • Interpretasi Etika

Standar penerapannya dapat berbeda-beda tergantung pada komunitas sosial dan budaya yang berlaku di dalamnya.

Demikianlah pembahasan mengenai etika profesi akuntan, mulai dari pengertian hingga prinsip-prinsip yang ada di dalamnya. Adanya etika ini tentunya dapat menjadi panduan agar profesi akuntan dapat terus berjalan dengan baik dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda!

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang etika profesi akuntan, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Perhitungan THR Karyawan (Tunjangan Hari Raya)
Apa itu Kebijakan Quantitative Tightening (QT)?
Cara Kerja Penjahat ATM Skimmer
Perbedaan Kebijakan Fiskal vs Kebijakan Moneter
Mengenal Hirarki Kebutuhan Dalam Piramida Maslow
Trend Cord Cutting TV Kabel di Indonesia
Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion
Apa itu Traveloka PayLater (Pinjaman dari Traveloka)?
Perbedaan antara Pajak dengan Bea Cukai
Kartu Kredit dengan Fasilitas Lounge di Bandara Soekarno Hatta


Bagikan Ke Teman Anda