Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Piutang Wesel? Serba-serbi Piutang Wesel

Dalam akuntansi dan bisnis, utang-piutang merupakan suatu hal berhubungan dengan finansial yang biasa dilakukan. Utang dicatat sebagai kewajiban, sedangkan piutang dicatat sebagai aset. Untuk mengembangkan dan melakukan ekspansi usaha, tak sedikit perusahaan yang terlibat dalam utang-piutang. Pada hubungan ini, tentu saja ada pihak yang berutang, ada pula pihak yang berpiutang.

Piutang menjadi istilah yang lazim digunakan dalam transaksi perdagangan dan pencatatan pembukuan keuangan. Istilah piutang sering kali tak hanya berdiri sendiri, dikenal pula adanya piutang dagang dan piutang wesel. Piutang dagang merupakan kesepakatan dalam transaksi jual beli berkenaan dengan sistem atau mekanisme pembayaran yang sifatnya tidak formal. Berbeda dengan piutang dagang, piutang wesel cenderung lebih formal karena disertai dengan perjanjian tertulis.

Pengertian piutang wesel

Bicara tentang piutang wesel, tentu harus dipahami dulu, apa itu piutang wesel? Piutang wesel dalam istilah asing disebut sebagai notes receivable atau promissory notes receivable. Definisi dari piutang wesel adalah aset bagi perusahaan pemegang yang memberinya hak untuk menerima sejumlah pembayaran atas penjualan barang atau jasa dengan perjanjian tertulis kepada perusahaan lain yang belum memiliki ketersediaan kas saat melakukan transaksi.

Dokumen piutang ini disebut dengan wesel yang di dalamnya mencantumkan informasi tentang nominal dan jatuh tempo pembayaran yang disepakati oleh kedua belah pihak. Piutang wesel dibubuhi materai dengan tanda tangan pembuat wesel sehingga memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Oleh sebab itu, piutang wesel tergolong sebagai piutang yang cukup aman.

Perlu diketahui bahwa piutang wesel tidak selalu muncul dalam transaksi jual beli biasa, tetapi timbul dengan beberapa sebab, seperti perubahan dari piutang dagang menjadi piutang wesel, adanya pemberian pinjaman uang, atau transaksi jual beli secara kredit. Terkait dengan timbulnya piutang wesel ini, ada dua pihak yang berkepentingan, yakni pembuat dan penerima wesel. Pembuat wesel adalah perusahaan yang menerima pinjaman atau membeli barang atau jasa secara kredit yang sanggup melakukan pembayaran pada tanggal yang telah ditentukan (jatuh tempo). Sementara penerima wesel adalah perusahaan yang memberi pinjaman atau menjual barang atau jasa secara kredit yang berhak untuk menerima pembayaran pada tanggal yang telah ditentukan.

Dokumen berupa wesel dalam piutang wesel ini terdiri dari dua, yaitu wesel bayar dan wesel tagih. Apa perbedaannya? Secara substansi keduanya tidak memiliki perbedaan signifikan. Perbedaan hanya pada pemilik atau pemegang kedua jenis dokumen tersebut. Wesel bayar dipegang atau diberikan kepada pembuat wesel sebagai pihak yang berutang. Sementara wesel tagih dipegang atau diberikan kepada penerima wesel selaku pihak yang berpiutang.
Masa pembayaran wesel umumnya kurang dari satu tahun. Oleh sebab itu, pada laporan keuangan perusahaan yang berutang, piutang wesel dicatat dalam neraca saldo dengan nama akun kewajiban lancar. Namun, apabila masa pelunasan wesel lebih dari satu tahun, maka dicatatkan sebagai kewajiban jangka panjang.

Jenis-jenis piutang wesel

Pada prinsipnya piutang wesel dibuat tanpa syarat. Meski demikian, piutang wesel bisa berbunga. Bunga bukanlah syarat dari piutang wesel, melainkan sebagai tambahan atas kemungkinan adanya risiko atas pinjaman yang diberikan atau transaksi jual beli yang tidak langsung dibayar. Berkenaan dengan hal tersebut, jenis piutang wesel dibedakan menjadi dua, yakni:

1. Piutang wesel dengan bunga

Jenis piutang wesel ini mewajibkan pembuat wesel membayar sebesar nominal pinjaman atau harga atas transaksi jual beli ditambah dengan bunga yang ditentukan pada saat jatuh tempo pada penerima wesel.

2. Piutang wesel tanpa bunga

Jenis piutang wesel ini mewajibkan pembuat wesel hanya membayar nominal sebesar pinjaman atau harga atas transaksi jual beli saja pada saat jatuh tempo kepada penerima wesel.

Bicara tentang bunga, berapa besaran bunga yang diberlakukan dalam piutang wesel? Penentuan bunga tentu tidak bisa sembarangan, karena harus kesepakatan antara kedua belah pihak, yakni pembuat dan penerima wesel, dengan maksud agar tidak memberatkan pembuat wesel sebagai pihak yang berutang. Untuk memberikan rasa keadilan bagi kedua belah pihak, bunga yang dibebankan pada piutang wesel umumnya mengacu pada tingkat suku bunga bank yang berlaku. Adapun perhitungan bunga piutang wesel menggunakan rumus berikut.

Bunga wesel = nilai nominal x tingkat bunga x jangka waktu

Keunggulan piutang wesel

Wesel dalam akuntansi dapat dikategorikan sebagai surat berharga. Jangan kaget jika wesel pun bisa dipindahtangankan kepada pihak lain baik perusahaan lain atau lembaga perbankan. Jenis wesel yang bisa dipindahtangankan adalah wesel tagih. Jadi, pihak yang bisa atau memiliki wewenang untuk memindahtangankan piutang wesel adalah penerima wesel selaku perusahaan yang berpiutang atau pemberi pinjaman atau penjual barang dan jasa secara kredit.

Pemindahtanganan piutang wesel kepada pihak lain tidak berpengaruh pada nominal dan tempo pembayaran. Pembuat wesel atau pemegang wesel bayar nantinya akan membayar sejumlah nominal yang tertera dalam dokumen kepada pemegang wesel tagih yang baru saat jatuh tempo. Piutang wesel yang dipindahtangankan kepada perusahaan lain bisa disertai dengan diskon. Jadi, ketika pemegang wesel tagih membutuhkan sejumlah dana padahal piutang wesel belum jatuh tempo, maka bisa menjual atau memindahtangankan ke perusahaan lain dengan diskon tertentu. Selanjutnya, pemegang wesel tagih yang baru akan menerima pelunasan sebesar nominal yang tertera dalam dokumen dari pihak pemegang wesel bayar.

Terkait dengan pemindahtanganan piutang wesel kepada lembaga perbankan disebut sebagai diskonto, yakni pemegang wesel tagih dapat mengajukan pinjaman ke bank dengan jaminan wesel sebelum jatuh tempo. Namun, dalam pendiskontoan piutang wesel ke bank, pinjaman yang diberikan akan dikurangi dengan bunga yang dihitung selama jangka waktu diskonto. Selain itu, kewajiban untuk melunasi pinjaman tetap berada pada pihak yang mendiskontokan. Artinya, jika pembuat wesel tidak melakukan pelunasan saat jatuh tempo, maka pihak yang mendiskontokan piutang wesel ke bank-lah yang bertanggung jawab untuk melunasinya.

Pada prinsipnya piutang wesel membantu perusahaan yang membutuhkan pinjaman atau bertransaksi jual beli tetapi tidak memiliki kas yang cukup. Selain mudah dan tanpa syarat, piutang wesel tergolong cukup aman secara hukum karena mengikat para pihak, terutama pihak yang berutang. Selain itu, piutang wesel memiliki sifat yang cukup likuid seperti jenis surat berharga lainnya, karena bisa dijual dan dipindahtangankan dengan sistem diskonto baik kepada perusahaan lain atau lembaga perbankan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang piutang wesel dan serba-serbi piutang wesel, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu E-Money? Serba-Serbi Mengenai E-Money di Indonesia!
Serba-serbi tentang Asuransi Unit Link
Perhitungan THR Karyawan (Tunjangan Hari Raya)
Apa itu Kebijakan Quantitative Tightening (QT)?
Cara Kerja Penjahat ATM Skimmer
Perbedaan Kebijakan Fiskal vs Kebijakan Moneter
Mengenal Hirarki Kebutuhan Dalam Piramida Maslow
Trend Cord Cutting TV Kabel di Indonesia
Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion
Apa itu Traveloka PayLater (Pinjaman dari Traveloka)?


Bagikan Ke Teman Anda