Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Sistem Keuangan Inklusif? Kenapa penting?

Berbicara mengenai sistem keuangan inklusif yang belakangan cukup gencar disosialisaikan dan menjadi trend dalam dunia keuangan memang cukup mengundang perhatian. Karena keuangan inklusif sendiri memiliki peranan yang sangat penting sebagai komponen utama dari sistem inklusi sosial maupun ekonomi.

Lantas sesungguhnya apakah yang dimaksud dengan sistem keuangan inklusif, dan mengapa begitu penting untuk masyarakat? Berikut ulasan selengkapnya.

Definisi

Istilah keuangan inklusif sendiri mulai mengemuka semenjak krisis keuangan terjadi di tahun 2008 yang lalu,dan khususnya di Indonesia. Dan hal tersebut juga didasari karena dampak buruk dari krisis keuangan yang terjadi, yang sangat berimbas pada kalangan marginal yang populasinya cukup banyak terutama di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia.

Dewasa ini akses masyarakat terhadap layanan keuangan sudah cukup pesat, namun dibeberapa tempat masih ada masyarakat yang sama sekali belum terjamah layanan keuangan secara formal. Dan hal inilah yang melandasi mengapa siste keuangan inklusif begitu gencar digaungkan oleh pemerintah baik melalui Bank Indonesia juga OJK atau otoritas jasa keuangan.

Secara baku belum ada definisi pasti untuk mengartikan apa itu sistem keuangan inklusif karenanya istilah tersebut memiliki banyak makna.
Sebagaimana yang dikemukakan beberapa instansi besar seperti Reserve Bank of India, yang menyatakan bahwa sisstem keuangan Inklusif adalah proses untuk memastikan akses yang layak terhadap produk dan layanan keuangan untuk masyarakat yang berada pada tingkat ekonomi yang lemah.

Lalu ada juga pendapat dari FTAF yang menyatakan bahwa Keuangan inklusif berhubungan erat dengan penyediaan dan akses terhadap layanan keuangan yang aman dan nyaman. Terutama ditujukan untuk mereka kalangan masyarakat berpenghasilan rendah yang berada di kawasan yang belum atau sulit terjangkau oleh layanan keuangan secara formal.

Dan secara garis besar dapat disimpulkan bahwa, sesungguhnya sistem keuangan inklusi merupakan sistem untuk menciptakan layanan keuangan yang ditujukan untuk membantu masayarakat kalangan bawah yang dikenal dengan istilah unbanked untuk mendapatkan manfaat dari akses keuangan dengan lebih mudah, aman, nyaman dan tanpa biaya yang mahal.

Dengan kata lain sistem keuangan inklusif ini dikembangkan untuk mewadahi masyarakat terutama bagi mereka yang secara sosial yang belum terjamah oleh fasilitas keuangan. Agar dapat memperoleh manfaatnya secara nyata demi meningkatkan dan menciptakan kondisi yang lebih baik terutama berkenaan dengan perekonomian masayarakat.

Karena merupakan sebuah sistem, tentunya hal ini tidak hanya dilakukan satu pihak saja namun berkesinambungan antara pihak penyedia layanan jasa keuangan dan pengatur regulasi keuangan hingga ke masyarakat agar menjadi sebuah sistem yang terstruktur dan terlaksana dengan baik.

Jadi bukan hanya tugas Bank Indonesia dan OJK saja, namun juga memerlukan dukungan pemerintah serta lembaga keuangan lainnya demi bisa menjalankan sistem keuangan inklusif secara nyata dan bermanfaat luas.
Pentingnya Sistem Keuangan Inklusif

Banyak hal bisa menyebabkan seseorang belum terjamah akses layanan keuangan, mulai dari akses yang sulit, belum adanya sosialisasi sehingga minim informasi, hingga jarak yang jauh sehingga menyebabkan terputusnya komunikasi.

Dan hal ini memang tak bisa dipungkiri cukup banyak ditemui di daerah dengan tingkat ekonomi yang sulit dan tidak berkembang terutama di pelosok daerah. Karenanya sistem keuangan inklusif mulai dikembangkan untuk mengatasi semua kendala tersebut.

Hal ini karena dalam sistem keuangan inklusif, secara umum dilakukan pendekatan yang komperhensif dan pendekatan strategi nsional. Dalam melakukan pendekatan secara strategi, ada 3 hal yang kemudian cukup penting peranannya.

Mulai dengan memberikan sosialisasi atau penyuluhan mengenai manfaat dan pentingnya sebuah sistem keuangan yang aman, lalu soal penyediaan produk – produk keuangan yang sesuai dengan masyarakat tersebut, kemudian layanan seperti apakah yang tepat untuk diberikan.

Secara manfaat, sistem keuangan inklusif sejatinya tak hanya mampu memberikan keuntungan bagi masyarakat unbanked saja khususnya, namun secara umun juga turut meningkatkan taraf ekonomi nasional. Dan berikut beberapa manfaat lain dari sistem keuangan inklusif.

  1. Dengan menerapkan sistem keuangan inklusif, secara bertahap mampu memberi dukungan pada stabilitas keuangan secara masif.
  2. Turut menekan timbulnya Irresponsible financeI atau Shadow Banking yang dapat merugikan masyarakat itu sendiri.
  3. Mampu membuka peluang terhadap pendalaman pada pasar keuangan di sebuah daerah.
  4. Membuka potensi yang memungkinkan adanya pasar baru dalam perbankan.
  5. Turut membantu meningkatkan HDI (Human Development Index) atau peningkatan pengetahuan dan juga harapan hidup di masyarakat.
  6. Dengan meningkatnya HDI, maka kesenjangan sosial pun turut menurun yang akhirnya pula dapat membantu mengentaskan kemiskinan di masyarakat.

Dalam penerapannya, sistem keuangan inklusif sendiri dilakukan secara bertahap sebelum bisa dipergunakan secara luas oleh masyarakat lainnya. Dan untuk memulai langkah dari sistem keuangan inklusif ini biasanya diawali dengan melibatkan masyarakat kalangan penerima bantuan sosial dari pemerintah dan kaum buruh migran.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang sistem keuangan inklusif, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Pengertian Tentang Keuangan Inklusif
Apa itu Stabilitas Sistem Keuangan? Kenapa penting?
Laku Pandai, Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif
Mengapa Perempuan Mudah Terjebak Utang Kartu Kredit?
Financial Planning Before Disaster (Persiapan Finansial Sebelum Bencana)
Bagaimana Menggunakan ATM dengan Aman?
Sisi Buruk Kerja di Perusahaan Startup
Bagaimana Bersenang-Senang Sekeluarga dengan Murah?
Mengapa Financial Management (Manajemen Keuangan) Harus Diajarkan di Sekolah
Empat Tahap Pertumbuhan Bisnis


Bagikan Ke Teman Anda