Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Tabungan Rencana? Apa Manfaatnya?

Semua orang pasti berharap punya tabungan untuk dapat digunakan di saat darurat atau untuk menjamin kesejahteraan di masa depan. Tak jarang orang menabung untuk mempersiapkan dana pendidikan bagi anak-anak atau untuk membeli sebuah rumah. Apapun alasannya, tabungan dapat dijadikan sebagai dana cadangan untuk keperluan di luar kebutuhan sehari-hari.

Banyak orang dari berbagai kalangan yang memilih untuk menabung di bank daripada di rumah. Alasannya beragam, mulai dari bunga yang diberikan bank hingga keamanan dari uang yang disimpan. Selian itu jika kita menyimpan uang di bank, kita jadi tidak mudah tergoda untuk menggunakannya. Bayangkan jika menabung di rumah, sedikit saja ada keperluan langsung menarik tabungan yang ada. Kalau begitu terus kapan akan terkumpul uangnya?

Nah dengan jaminan keamanan dari pihak bank, masyarakat menabung di sana demi mengumpulkan uang. Tabungan tersebut merupakan tabungan reguler yang sudah pasti tersedia layanannya di semua bank. Tetapi untuk memiliki sebuah tabungan yang akan digunakan untuk sebuah keperluan yang sudah direncanakan, sebaiknya Anda memilih untuk membuka tabungan rencana. Namun pernahkah Anda mendengar tabungan rencana? Apa perbedaannya dengan tabungan reguler yang telah dibahas sebelumnya? Yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Mengenal Tabungan Rencana

Tabungan rencana merupakan tabungan yang dikumpulkan dan dipersiapkan khusus untuk sebuah keperluan yang telah direncanakan di masa depan. Untuk memiliki sebuah tabungan rencana, Anda harus memiliki tabungan reguler terlebih dahulu pada akun bank yang sama. Sekilas tabungan rencana mirip dengan deposito atau reksadana, namun nilainya terlalu kecil untuk sebuah investasi.

Ada banyak jenis tabungan rencana yang disediakan oleh pihak bank, di antaranya tabungan rencana pendidikan, tabungan rencana pernikahan, tabungan hari tua, tabungan rencana kepemilikan rumah, dan tabungan rencana untuk hal lainnya. Meski sama-sama berupa tabungan pada sebuah bank, tabungan rencana jelas berbeda dengan jenis tabungan reguler. Berikut ini mekanisme dari tabungan rencana.

1. Bunga Lebih Besar

Berbeda dengan tabungan reguler, tabungan rencana memiliki bunga yang lebih besar. Sifat dari jenis tabungan ini yaitu memaksa nasabah untuk menyetor tabungan dengan nilai nominal yang telah ditetapkan oleh nasabah itu sendiri untuk mencapai target uang yang terkumpul. Dengan begitu bunga yang diberikan akan terus bertambah bahkan dapat menutupi biaya administrasi yang harus dipotong setiap bulannya.

2. Jangka Waktu

Tabungan rencana memiliki kontrak penyimpanan antara 1 hingga 20 tahun, bahkan hingga 50 tahun. Dana tersebut tidak bisa diambil sampai masa yang telah ditentukan. Tujuannya agar dana terkumpul dan dapat digunakan sesuai keperluan yang sudah direncanakan sebelumnya. Jika Anda memaksa untuk mengambilnya sebelum kontrak berakhir, maka Anda harus membayar denda kepada pihak bank sebesar 1 hingga 2 persen dari nilai tabungan yang sudah direncanakan.

3. Penyetoran dengan Sistem Autodebet

Uniknya, setiap bulan dana untuk setoran tabungan langsung ditarik atau autodebet dari rekening tabungan reguler. Tujuannya untuk menghindari Anda lupa membayar setoran. Karena itulah salah satu syarat untuk memiliki tabungan rencana adalah sudah memiliki tabungan reguler sebelumnya. Jadi pastikan rekening tetap berisi saldo ya. Jika tidak setoran tabungan rencana akan tersendat dan Anda dapat beresiko terkena denda.

4. Jumlah Setoran

Sebelum mulai membuka tabungan rencana, ada jumlah setoran minimum yang perlu disepakati antara nasabah dengan pihak bank. Biasanya nominal minimum setoran adalah Rp 100.000;. Namun jumlah setoran berubah sesuai kemampuan nasabah asalkan tidak kurang dari nilai minimum yang telah disepakati. Anda harus mengkonfirmasi kepada pihak bank bila ingin menaikkan jumlah setoran. Setelah dana terkumpul dan selsesai masa kontrak, maka dana akan dimasukkan ke rekening tabungan reguler. Tentunya pihak bank akan memberitahukannya terlebih dahulu kepada Anda.

5. Tambahan Asuransi

Keuntungan dari tabungan rencana adalah adanya asuransi kesehatan dan asuransi jiwa yang bisa sekaligus Anda miliki. Asuransi bisa diklaim apabila sewaktu-waktu Anda jatuh sakit, atau sisa kewajiban setoran yang belum terbayar akan ditanggung pihak bank bila Anda meninggal dunia sebelum masa kontrak berakhir. Jadi Anda mendapat keuntungan ganda. Selain tabungan yang bertambah nilainya karena bunga yang diberikan, Anda juga bisa mendapat asuransi.

Manfaat Tabungan Rencana

Tabungan rencana tentu saja dapat membantu Anda yang sulit untuk menabung dan menyimpan uang. Dengan sistem tabungan yang memaksa nasabahnya untuk menyetor dana setiap bulan, Anda menjadi lebih stabil dalam mengumpulkan uang. Tabungan rencana memberikan kemudahan untuk berinvestasi untuk kebutuhan di masa depan. Misalnya seperti biaya pendidikan anak yang kian mahal dari tahun ke tahun, atau Anda ingin berencana untuk membeli rumah dengan tabungan tersebut.

Keuntungan lainnya, Anda mendapat polis asuransi kesehatan yang dapat dimanfaatkan di waktu sakit. Meski preminya lebih kecil, tidak ada salahnya Anda menggunakan fasilitas tersebut. Selain itu, bunga yang diberikan setiap bulannya akan terus bertambah, sehingga saat Anda menarik uang yang telah terkumpul jumlahnya menjadi lebih besar dari dana yang telah ditargetkan. Sudah saatnya untuk memiliki tabungan agar masa depan menjadi lebih. Jadi, selamat menabung ya sahabat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tabungan rencana dan manfaatnya, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Belajar Cara Mengatur Uang Ala Orang China
Cara Mencari Uang Jajan Tambahan untuk Anak Sekolah
Sudah Saatnya Mempersiapkan Dana Darurat, Ini Caranya!
Bagaimana Orang Bisa Menjadi Kaya?
Ini Dia Alasan-alasan Mengapa Anda Tidak Kunjung Menjadi Milyuner
Pilih Mana Tabungan Rencana atau Deposito?
Apa Itu Perusahaan Pergadaian?
Apa itu Pinjam.co.id?
Tips Keuangan Ibu Rumah Tangga
Mulai Meninggalkan Masa Remaja? Berikut Tip Mengelola Keuangan dengan Baik untuk Usia 20-an


Bagikan Ke Teman Anda