Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa sih, Fintech (Financial Technology) itu?

#financial technology #fintech

Pasca krisis keuangan Amerika Serikat 2008 lalu, dunia menjadi akrab dengan istilah baru di bidang bisnis dan perekonomian. Istilah tersebut adalah fintech, yang merupakan singkatan dari frasa financial technology. Tanpa ada hubungannya secara langsung dengan krisis di negeri Paman Sam tersebut, keberadaan fintech menawarkan cara baru bertransaksi di dunia maya; dan menggantikan layanan perdagangan daring tradisional melalui layanannya yang lebih efisien.

Kata fintech secara otomatis menjadi kerap disebut dengan maraknya bisnis startup pada tataran global, terutama di negara-negara berkembang di Asia yang notabene selamat dari gempuran krisis ekonomi global yang tak kunjung reda hingga detik ini.

Dari berbagai pengertian akan fintech itu sendiri, salah satu yang paling tepat adalah mekanisme keuangan yang diterapkan sedemikian rupa terhadap skema startup teknologi dan sepenuhnya mengubah wajah transaksi keuangan elektronik secara mendasar yang meliputi mobile payment, transfer uang antar-bank, simpan-pinjam, penggalangan dana, dan bahkan hingga manajemen aset sekalipun.

Jadi, ketika Anda menggunakan PayPal, Google Wallet atau sekedar kartu kredit untuk melakukan pembayaran secara online, maka Anda, penyedia layanan perdagangan daring dan bank yang mengeluarkan uang Anda sebenarnya tengah menggunakan jasa fintech. Memang, di era digital seperti sekarang, dan dengan adanya pergeseran demografis secara nyata, orang berupaya mendapatkan akses mudah, kenyamanan, efisiensi dan kecepatan.

Orang ingin melakukan transaksi keuangan lewat ponsel – baik berbasis mobile technology atau apps sekalipun – dan aktifitas tersebut meliputi kehidupan finansial mereka pula. Riset menunjukkan bahwa banyak orang yang lebih suka memanfaatkan online apps atau situs untuk memenuhi kebutuhan transaksi keuangan; rata-rata orang menggunakan satu hingga tiga apps untuk mengelola kehidupan finansial mereka.

Merunut dari definisi maupun penerapannya, fintech pada dasarnya telah lama ada. Namun, eksistensinya begitu mendunia belakangan ini. Ada beberapa hal yang turut andil dalam membuat fintech marak di setiap transaksi keuangan. Salah satunya adalah pertumbuhan belanja daring di seluruh dunia yang pada akhirnya menghantarkan pada dominasi transaksi online maupun transaksi non-tunai lainnya.

Menjamurnya fintech juga dipicu oleh pergeseran keseimbangan kekuatan dari bank dan layanan keuangan lainnya ke mereka yang mengetahui pasti customer experience. Hal ini membuat bank melirik fintech dan perusahaan raksasa berbasis teknologi guna menemukan cara lain untuk berinteraksi dengan konsumen.

Keberadaan fintech juga tak lepas dari tujuan tim intelejen ekonomi mengetahui pasar. Di sini, data menjadi sangat penting. Data yang dimaksud di sini adalah data yang dihasilkan dari platform perdagangan baru, yang kemudian dimanfaatkan untuk mengetahui pola konsumsi pasar menggunakan jasa analytics.

Hal lain yang turut menunjang maraknya fintech adalah tetap mahalnya biaya untuk memperbaiki mekanisme transaksi keuangan. Tentu saja, fenomena ini menekan firma penyedia layanan keuangan tradisional agar mau bekerja sama dengan pembiaya marketplace untuk memanfaatkan fintech yang tidak membutuhkan perubahan infrastruktur keuangan secara mendasar. Kesemua faktor tersebut merupakan alasan mengapa terjadi perubahan besar di sektor keuangan pada satu dekade terakhir dimana ekosistem penyokong fintech naik dari sekitar 10 pemain hingga 10 ribu perusahaan.

Sebagaimana perkembangan teknologi lainnya, ada beberapa hal menguntungkan kita selaku pengguna jasa fintech. Hal tersebut meliputi:

  • Kecepatan dan kenyamanan

Produk fintech cenderung dihantarkan secara daring dan akibatnya membuat konsumen lebih mudah dan lebih cepat dalam mengaksesnya

  • Pilihan lebih banyak

Keuntungan lainnya adalah pilihan produk dan layanan yang lebih banyak mengingat konsumen bisa membeli barang apapun dari jarak jauh tanpa pusing berada di mana karena layanan logistik yang terintegrasi dalam jual beli dari

  • Transaksi yang lebih murah

Perusahaan fintech tak perlu menginvestasikan uang dalam bentuk infrastruktur fisik seperti cabang atau kantor, dengan begitu mereka bisa menawarkan transaksi yang lebih murah pada konsumen

  • Tersedia lebih banyak produk khusus

Teknologi memungkinkan perusahaan fintech untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi lebih banyak lagi tentang konsumen sehingga nantinya mereka bisa menawarkan produk atau jasa khusus lebih banyak lagi, yang kesemuanya berasal dari ekstrapolasi data yang diperoleh

Adapun kerugian yang bisa muncul dari maraknya fintech antara lain:

  • Hak yang tak jelas

Keberadaan perusahaan fintech, tak bisa dipungkiri, tergolong baru di industri keuangan. Mereka juga menggunakan model bisnis yang berbeda jika disbanding penyedia layanan serupa namun tradisional sifatnya. Secara otomatis ini membuat sedikit abu-abu dan susah untuk menentukan yang mana yang telah diatur dan masuk perundang-undangan dan mana yang belum.

  • Keputusan tanpa pertimbangan matang

Yang satu ini dirasakan langsung oleh konsumen, dimana mereka cenderung terburu-buru membeli atau mengkonsumsi produk atau jasa karena pola perdagangan tidak umum, dimana produk hanya diketahui dari layar monitor atau gadget.

  • Risiko yang muncul karena teknologi

Pembelian produk secara daring memungkinkan seseorang terkena masalah karena teknologi itu sendiri. Contoh paling sederhana adalah data pribadi Anda bisa dicuri dan disalahgunakan oleh pihak lain sehingga Anda rentan menjadi korban kejahatan siber.

  • Perekonomian tidak merata

Fakta ini dapat dengan mudah dirasakan lewat observasi di lapangan. Fintech hanya bisa berjalan di daerah yang memiliki persebaran Internet bagus dan merata serta tarif Internet yang kompetitif. Ini membuat jalannya perekonomian berlangsung secara tidak merata mengingat pemerintah cenderung memajukan daerah yang sebelumnya telah memiliki infrastruktur perekonomian yang bagus. Dengan begitu, fintech berpeluang membuat kesenjangan ekonomi kian lebar antara satu daerah dengan daerah lain.

Tak bisa dipungkiri, kebangkitan fintech membuka peluang perekonomian lebih besar lagi. Para pelaku bisnis dapat menawarkan jasa lebih banyak dibandingkan periode sebelumnya dengan nilai yang lebih kompetitif. Apa yang perlu diperhatikan oleh pengusaha adalah mengikuti perkembangan fintech itu sendiri sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Karena hanya dengan demikian pengusaha bakal memiliki daya saing di era global seperti sekarang ini.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang Fintech (Financial Technology), semoga bermanfaat bgai Anda semua.



Produk Keuangan Apa yang Ditawarkan oleh Financial Technology?
Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion
Apa itu Traveloka PayLater (Pinjaman dari Traveloka)?
Perbedaan antara Pajak dengan Bea Cukai
Kartu Kredit dengan Fasilitas Lounge di Bandara Soekarno Hatta
Pentingnya Mengenali Nasabah dalam Sektor Perbankan
Step by Step Cara Mendaftarkan Merek Dagang
Teknik untuk Mencegah Pemalsuan Uang dan Fitur yang Tidak Ada di Uang Palsu
Perbedaan Karakteristik Perusahaan Dagang dengan Perusahaan Jasa
Cara Membeli Rumah Lelang Melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)


Bagikan Ke Teman Anda