Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa yang Terjadi pada Kodak hingga Mengalami Kebangkrutan?

Seorang filsuf Yunani terkenal bernama Heraclitus pernah berkata bahwa “Tidak Ada yang Abadi di Dunia kecuali Perubahan”. Seiring perkembangan jaman dan teknologi, perubahan seolah mendapatkan momentumnya. Ia tidak hanya merangkak, namun berlari. Bila dahulu masyarakat dunia membutuhkan beberapa dekade untuk menunjukkan perubahan yang signifikan, saat ini dalam jeda 10 tahun saja banyak sekali perubahan yang terjadi. Dan siklus perubahan ini memerlukan satu sikap yang pasti : Adaptasi dengan Inovasi.

Nyatanya, banyak brand ternama juga terengah-engah menyusul perubahan yang terjadi. Sebut saja seperti Nokia, Blackberry, FujiFilm, dan Kodak. Jika Nokia dan Blackberry pada akhirnya berpaling ke Android pada saat-saat terakhirnya. FujiFilm akhirnya mendiversifikasikan bisnisnya sejak kamera film tak berdigdaya lagi. Lalu apa yang terjadi pada Kodak sehingga mereka mengalami kebangkrutan?

Kodak, Awal Mula

The Eastman Kodak Company atau Kodak adalah perusahaan asal Amerika yang dibangun oleh Geoge Eastman dan Henry A Strong pada 4 September 1888, dengan kantor pusat berada di Rochester, New York. Perusahaan ini berfokus pada industri foto cetak dan mengalami kejayaannya pada abad ke 20. Di Amerika sendiri mereka pernah mendominasi pangsa pasar industri film cetak sebesar 90% untuk penjualan film roll dan 85% untuk penjualan kamera.

Kodak juga menyertakan bisnisnya dengan Print Systems, Micro 3D Printing and Packaging, Enterprise Inkjet Systems, Consumer and Film, and Software and Solutions. Beberapa puluh tahun yang lalu, kita bisa dengan mudah menemukan iklan Kodak di berbagai billboard di kota-kota besar, layaknya ciri salah satu perusahaan yang sangat sukses. Cabangnya pun ada di berbagai negara, termasuk Indonesia. Namun semuanya perlahan berubah ketika teknologi foto digital mulai menunjukkan tajinya.

Pada Tahun 2012 Kodak Mengumumkan Kebangkrutannya

Selain karena antisipasi terhadap perkembangan teknologi yang terlambat, ada beberapa hal yang ditenggarai melatarbelakangi Kodak hingga harus mencicipi buah kegagalan berupa kebangkrutan.

1. Mereka Sudah Mengantisipasinya Sejak Tahun 1975

Sebagai sebuah perusahaan besar dengan tim Research and Development yang mumpuni, Kodak sebenarnya sudah mengantisipasi kebangkitan era kamera digital sejak tahun 1975. Mereka bahkan dikabarkan telah memiliki kamera digital sejak tahun tersebut! Kepala Market Intelligence di Kodak kemudian memberi waktu tim mereka untuk mengembangkan teknologi digital tersebut, karena ia memperkirakan bahwa kamera digital akan mulai mengambil momentum sekitar 10 tahun lagi untuk merajai pasar.

Namun meski demikian, ketika kamera digital mulai muncul dan mengembangkan sayap mereka di pertengahan tahun 1990 an, kenyataannya Kodak masih terdiam dan tidak melakukan apapun.

2. Mereka Merasa Terancam

Kodak dikabarkan ragu mengeluarkan produk kamera digital dengan merek mereka sendiri karena takut akan menjatuhkan lini bisnis film cetak mereka yang telah berkembang dan memberikan mereka keuntungan yang signifikan. Sehingga pada tahun 1994, ketika Apple melalui anak perusahaan mereka bernama Quick Take meminta Kodak memproduksi dua kamera digital DC-20 dan DC-25 dengan logo Apple, mereka menyetujuinya. Kamera Quick Take cukup berhasil di pasaran, namun Apple memutuskan untuk menghentikan produksi Kamera Quick Take pada tahun 1997 setelah Steve Jobs kembali bergabung bersama mereka.

3. Kodak (baru) Memperkenalkan Kamera Digital Mereka Pada Tahun 2000

Sangat terlambat bagi Kodak untuk mengantisipasi perubahan. Ketika Sony mulai merajai pasar kamera digital, Kodak baru mengeluarkan kamera digital pertama mereka pada tahun 2000. Pada tahun 2001, mereka memang menduduki peringkat ke 2 produsen kamera digital dengan penjualan terbanyak di Amerika Serikat.

Namun, ketika mereka menjual, mereka harus menelan kerugian sebesar $60 untuk tiap produknya. Sehingga mereka menjual rugi dan bukan mencetak keuntungan. Kodak rupanya menghabiskan terlalu banyak biaya dan waktu untuk menciptakan produk digital pertama mereka, sehingga ketika mereka melempar produk ke pasaran, mereka harus menekan harga jual agar bisa bersaing dengan produk kamera digital lainnya.

4. Pesaing mulai Merebut Pasar

Kodak memiliki pesaing dari wilayah Asia seperti Canon, Sony dan Nikon yang memiliki keuntungan bisa memproduksi produk mereka dengan biaya produksi yang lebih murah, yang membuat mereka bisa menekan harga jual ke konsumen. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap penjualan Kodak yang membuat mereka kehilangan pasar dengan cepat, karena kesulitan bersaing dalam harga. Konsumen banyak yang menyukai produk dari Asia Selain karena dikenal berkualitas, mereka juga bisa mendapatkan produk dengan harga yang lebih murah daripada Kodak.

5. Lambat Berinovasi

Mengusung nama besar Kodak, produk kamera digital yang mereka pasarkan lalu tidak diikuti dengan inovasi secara berkala, padahal teknologi sangat cepat mengalami perubahan. Hal ini membuat konsumen cepat berpaling dari produk mereka yang dirasa tidak up to date dengan keinginan pasar.

6. Ketimpangan Dalam Manajemen

Pemegang saham Kodak dikabarkan menginginkan manajer mereka untuk terus menciptakan profit. Padahal untuk melakukan inovasi suatu perusahaan juga membutuhkan biaya untuk mengembangkan produk baru dan memperbarui teknologi pada produk secara berkala.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang Kodak yang mengalami kebangkrutan, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Sebagian Besar Orang Sebenarnya Bangkrut! Mengapa?
Ini Kesalahan Perusahaan Besar yang Bisa Membuat Bangkrut!
Inilah Mengapa Orang Paling Kaya Sekalipun Bisa Bangkrut
Tipe Orang yang Akan Gagal Mengelola Uang
Skill Keuangan yang Harus Diajarkan Ke Anak
Contoh Keputusan Finansial yang Buruk
Mengapa Orang Yahudi Sukses?
Jangan Beli Mainan Anak-anak Seperti Ini
Kesalahan dalam Membeli Mobil
Jangan Menyewakan Rumah kepada Orang Seperti Ini


Bagikan Ke Teman Anda