Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apakah Kita Hidup untuk Uang?

#hidup #uang

“it’s all about the money. It’s all about the dam-dam dara damdam”
Apakah anda familiar dengan lirik ini? Lirik tersebut diambil dari lagu ‘it’s all about the money” yang dinyanyikan oleh Meja dan populer di tahun 90 an. Lagu ini menceritakan bagaimana manusia kehilangan keseimbangan pikiran dan sanggup melakukan hal-hal yang memalukan hanya karena uang. Benarkah uang adalah segalanya dalam kehidupan manusia? Atau jika dibalik pertanyaannya : benarkah kita hidup hanya untuk uang?

Tergantung Paradigma

Kita hidup di dunia yang seolah membuat uang laksana ‘dewa’. Ia bisa merubah apa saja. Secara negatif ia dapat merubah yang putih menjadi hitam, orang baik menjadi jahat, kawan menjadi lawan, saudara menjadi musuh. Secara positif ia bisa merubah yang sebaliknya. Ia ibarat sebuah patung yang memiliki dua wajah. Sisi mana yang akan kita gunakan tergantung dari sisi mana kita melihatnya.

Sebagian orang memandang uang sebagai ‘dewa’, karenanya orang tersebut bisa melakukan apa saja demi uang. Namun sebagian lagi memandang uang sebagai ‘benda’, karenanya ia berlaku sewajarnya terhadap uang.

Sekarang tanyakan pada diri anda : anda menganggap uang sebagai dewa atau benda? Pilihan manapun yang pilih, maka demikian uang akan berlaku pada anda.

Uang Memberi Kebebasan

Lalu jika keberadaan uang tergantung dari paradigma orang yang menggunakannya, lalu apa sebenarnya fungsi uang? Apa peranannya dalam kehidupan?

Fungsi uang yang utama tentu saja sebagai alat tukar. Semenjak sistem barter tak lagi populer, masyarakat modern mulai menggunakan uang. Sejatinya, keberadaan

uang merupakan jaminan rasa aman terhadap kelangsungan hidup kita. Kita bisa memiliki rumah, makanan, pakaian, membeli berbagai kebutuhan lainnya dengan uang. Memiliki uang membuat kita bisa memiliki kehidupan yang layak. Dengan memiliki uang, kita memperoleh kebebasan.

Uang dan Kebutuhan

Menurut data, ada sekitar 795 juta orang di dunia atau 1 dari 9 orang di dunia, yang tidak memiliki makanan yang cukup untuk membuat mereka hidup sehat. Makanan saat ini tidak ada yang gratis, semua dibeli dengan uang. Sebagian besar populasi tersebut berada di negara berkembang dengan 12.9 persen terancam kekurangan gizi. Satu dari enam anak-anak di negara berkembang memiliki berat badan dibawah normal. WFP menghitung bahwa diperlukan sejumlah US$3.2 billion atau 3,2 milyar dolar Amerika diperlukan untuk menutrisi sekitar 66 juta anak yang menderita kelaparan.

Sehingga di dunia saat ini, jika tidak memiliki uang, kita tidak bisa memperoleh makanan, pendidikan, tempat tinggal, pakaian dan kebutuhan dasar lainnya.
Beberapa Hal Tidak dapat dibeli dengan Uang

Meskipun nampaknya orang-orang kaya hampir dapat membeli apa saja, namun, ternyata tidak semua hal dapat kita beli dengan uang, seperti :

1. Cinta

Cinta merupakan rasa yang dimiliki oleh masing-masing orang. Meski selalu mungkin untuk dimanipulasi, namun Rasa Cinta tetap tidak bisa dibeli. Kita tidak bisa menciptakan, atau memberi nilai, atau mengukur rasa Cinta dengan uang.

2. Waktu yang hilang

Waktu yang sudah kita lewatkan tidak dapat lagi kita ulang. Sekalipun kita memiliki banyak uang, tetap tidak bisa kita ulang.

3. Bakat

Bakat adalah pemberian dari tuhan. Betapapun banyaknya uang kita, bakat tidak dapat kita kita beli dengan uang.

4. Kesehatan

Banyak orang yang memiliki uang yang banyak namun memiliki kesehatan yang buruk. Ketika kesehatan mereka tidak dapat diperbaiki lagi, uang hanya bisa digunakan untuk membeli obat-obatan. Namun tidak menjamin dengan banyak uang kita menjadi sehat.

5. Hubungan keluarga sedarah

Serupa bakat, hubungan keluarga sedarah adalah hubungan yang tidak bisa dibeli dengan uang.

6. Keinginan akan pengetahuan

Otak yang pintar dan keinginan belajar yang kuat tidak dapat dibeli dengan uang. Kita selalu bisa mengusahakan kedua hal tersebut namun tidak akan pernah bisa membelinya.

Apakah Kita Hidup Untuk Uang?

Sejatinya, uang adalah alat yang dapat kita gunakan untuk apa saja. Jika kita butuh pendidikan, makanan, layanan kesehatan, uang dapat digunakan untuk memenuhinya. Uang memberikan kita kebebasan. Dengan memiliki uang kita dapat bebas memilih hal-hal apa saja yang kita butuhkan.

Namun kendali selalu ada di tangan anda. Karena keduanya mungkin terjadi : apakah anda menganggap uang sebagai dewa atau uang sebagai benda.

Meski jika kita hidup untuk uang, maka semua akan terasa sia-sia. Karena ketika kita mati, tak sepeserpun uang akan kita bawa bersama kita. Maka hiduplah untuk hal-hal yang lebih tinggi. Hiduplah karena ingin mengabdi kepada Tuhan, hiduplah karena ingin menjadi orang yang baik, hiduplah karena kita ingin hidup yang kita jalani bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Pada akhirnya, uang memang penting. Namun tidak semua hal penting dalam kehidupan harus dinilai dengan uang. Karena uang, tidak bisa membeli segala-galanya. Uang bukanlah dewa, melainkan hanya sebuah benda.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apakah kita hidup untuk uang, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Step by Step Cara Menggadaikan Barang di Pegadaian
Cara Terburuk Menyia-nyiakan Uang dan Hidup Anda
Inilah Penyebab Orang Mengalami Kegagalan dalam Hidup
Cara Mengirimkan Uang ke Negara Lain secara Murah
Perbedaan Uang, Mata Uang dan Dampaknya pada Redenominasi
Ajaran Hidup yang Bisa Kita Ambil Hikmahnya
Apa Itu Nilai Intrinsik dan Ekstrinsik Uang?
Wire Transfer dan Cara Mengirim Uangnya
Cara Mengirim Uang dengan Western Union
Inilah 11 Cara agar Lebih Positif dalam Hidup


Bagikan Ke Teman Anda