Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apakah Orang Kaya itu Pelit?

#orang kaya #pelit

Kata-kata pelit identik dengan sifat yang memiliki konotasi yang negatif, dan seseorang yang memiliki sifat ini cenderung tidak disukai oleh orang lain. Mengapa? Karena pelit merupakan tindakan seseorang yang kikir dan tidak suka berbagi apa yang dimiliki dengan orang lain.

Ada anggapan bila orang kaya orang-orang kaya cenderung lebih pelit dari orang dengan ekonomi yang pas-pasan. Benarkah demikian? Lalu mengapa orang kaya sering mendapat stigma negatif tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

Pelit itu Perilaku

Pelit atau kikir sebenarnya merupakan sebuah perilaku yang dilakukan terus menerus sehingga menjadi kebiasaan yang akhirnya membangun sebuah karakter yang dikenal oleh banyak orang. Perilaku ini nyatanya tidak secara spesifik dimiliki oleh seseorang dengan karakteristik tertentu serta tidak terbatas pada gender, usia maupun strata sosial.

Ini berarti bahwa perilaku pelit tidak hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja misalnya seperti orang yang kaya. Karena perilaku bisa saja dimiliki oleh semua orang tanpa terkecuali, jadi tidaklah benar bahwa orang kaya itu memiliki sifat yang pelit. Bahkan bisa jadi orang yang tidak tergolong kaya juga bisa berlaku pelit dan kikir.

Meskipun mungkin kita menemui seseorang yang kaya bersikap pelit, namun bukan berarti bahwa semua orang kaya itu pelit dan mementingkan dirinya sendiri. Dan sangat tidak bijak memberi julukan seseorang dengan kata-kata negatif seperti pelit, karena bisa jadi tindakan yang dilakukan bukan dilakukan karena ia memang bersifat pelit namun ada hal yang mendasarinya.

Mengatur Anggaran dengan Ketat Beda Lho dengan Pelit

Sikap dan perilaku pelit bisa saja timbul karena seseorang tersebut hidup, tinggal dan dibesarkan dilingkungan yang serupa (pelit). Banyak faktor yang bisa menjadi pemicunya seperti karena lingkungan rumah, lingkungan sosial maupun pergaulan sehingga perilaku pelit yang tanpa empati itu sedikit demi sedikit menjadi kebiasaan.

Tentunya kebiasaan untuk berperilaku pelit ini bisa saja dihindari, terutama dengan kesadaran yang diterapkan sejak dini. Namun mungkin saja kata-kata pelit ini agak sedikit rancu dengan sikap suka merinci pengeluaran yang sering diperlihatkan oleh orang kaya dengan penghasilan yang lebih stabil ketimbang orang pada umumnya.

Karena menurut sebagian orang membelanjakan uang dengan lebih perhitungan dianggap pelit dan tidak punya uang. Dan ketika melihat orang kaya yang berlaku demikian dengan pengeluaranya merupakan jadi timbulah anggapan bahwa mereka orang yang pelit, karena semua hal yang berhubungan dengan uang selalu di atur dengan detail yang terperinci.

Jika perilaku pelit lebih suka memangkas setiap pengeluaran secara berlebihan tanpa melihat kondisi dan juga mengesampingkan rasa empatinya bahkan pada dirinya sendiri maupun orang lain. Meski sekilas sama, namun sesungguhnya perilaku pelit ini sama sekali berbeda.

Seseorang yang suka merinci apapun yang dibelanjakan dengan uangnya, berarti ia paham betul bagaimana mengelola keuangan dan mampu memprioritaskan kebutuhannya dengan logis dan tidak asal pangkas saja.

Semua Orang Memiliki Sifat Pelit

Bila berbicara mengenai sifat yang satu ini, sebetulnya pendapat bila orang kaya pelit tidak sepenuhnya benar. Tahu kenapa? Sebab, siapapun bisa memiliki sifat ini baik secara sadar maupun tidak.

Dan sikap pelit ini identik dengan sikap dan prilaku yang sukar dan sangat sulit untuk berbagi miliknya dengan orang lain. Sehingga siapapun bisa dan sangat mungkin menjadi pelit.

Misalnya bila anda memiliki sebuah barang yang sangat disukai tentunya tak akan rela bila barang tersebut dibagi dengan orang lain dan hal ini wajar saja terjadi. Dan sama sekali tidak berhubungan dengan kekayaan seseorang.

Orang dengan ekonomi yang dibawah standar juga bisa menjadi pelit, artinya siapapun yang dengan sadar atau tidak enggan berbagi dengan orang lain sama saja pelit.

Secara sosial sifat ini sangat tidak baik dan sukar diterima, karena kehidupan sosial mengajarkan untuk saling berbagi. Sedangkan orang yang pelit hanya senang bila menerima sesuatu dari orang lain tetapi tidak suka bila miliknya terbagi dengan orang lain.

Kesimpulan

Pelit bukanlah sifat seseorang tertentu karena siapapun bisa saja pelit karena bermacam faktor penyebab yang mendasari keputusan tersebut. Termasuk orang kaya yang sering kali dianggap pelit, bisa saja sifat yang sering dilihat bukanlah pelit dalam arti yang sebenarnya.

Namun sikap dalam mengelola keuangan yang mendetail dan fokus pada kebutuhan bukannya keinginan, sehingga orang lain yang melihat menganggapnya sebagai sifat yang pelit.

Perlu ditegaskan beda pelit dengan orang yang mengelola keuangannya secara terkontrol, karena pelit cenderung lebih merugikan baik diri sendiri dan orang lain karena sifatnya.

Dan orang-orang kaya bisa memiliki kekayaan yang berlimpah dan stabil secara finansial karena kemampuannya mengatur dan mengelola keuangan sudah teruji dengan label sebutan orang kaya. Jadi jangan menganggap orang kaya pelit hanya karena sebagian dari mereka yang bersikap demikian, tentulah ada alasan yang mendasarinnya. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apakah orang kaya itu pelit, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Orang Kaya Tahu Ini, Makanya Jadi Sukses
Mengapa Kesenjangan antara Kaya dengan Miskin Semakin Lebar?
Cara Orang Kaya Tetap Kaya
4 Sebab Kenapa Orang Kaya Bisa Semakin Kaya
Orang Kaya Ternyata Masih Berhutang! Mengapa?
Perbedaan Cara Berpikir Orang Kaya dan Orang Miskin
Apa Kesamaan Orang-orang Kaya?
Cara Orang Kaya Membesarkan Anak agar Tidak Manja
Apa Beda antara Pelit dan Hemat?
Inilah Cara Orang Kaya Mendidik Anak Agar Tidak Manja


Bagikan Ke Teman Anda