Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Asuransi Syariah, Apa Saja Keuntungannya?

Semakin berkembangnya ekonomi syariah di Indonesia membuat sejumlah perusahaan asuransi pun menawarkan hal serupa. Asuransi syariah kini menjadi produk yang selalu ditawarkan kepada para calon nasabah, terutama yang beragama Islam.

Sesuai namanya, asuransi syariah punya sistem dan aturan yang berbeda dengan asuransi konvensional. Asuransi syariah tentu menggunakan konsep dan prinsip syariah. Semua konsep ini diawasi langsung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam pelaksanaannya, MUI membentuk Dewan Syariah Nasional (DSN) yang bertugas mengawasi semua kegiatan dan pelaksanaan ekonomi syariah di Indonesia. Turunan dari DSN adalah Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang ada di setiap lembaga keuangan. Prinsip dan konsep ekonomi syariah yang dijalankan lembaga keuangan tersebut tidak akan menyimpang dari ketentuan yang sudah ada.

Sehingga masyarakat pun bisa merasakan manfaat dari ekonomi syariah ini secara maksimal. Termasuk merasakan manfaat yang diberikan oleh asuransi syariah.

Tentu saja, manfaat dan keuntungan yang didapat dari asuransi syariah akan berbeda dengan asuransi konvensional. Berikut keuntungan yang bisa Anda dapatkan sebagai peserta asuransi syariah.

1. Pembagian Keuntungan yang Proporsional

Dalam asuransi syariah semua dana kontribusi menjadi hak milik nasabah. Dana tersebut nantinya digunakan untuk membayar klaim yang diajukan peserta asuransi.

Ketika nilai kontribusi lebih besar dari nilai klaim, maka akan didapat surplus keuntungan. Sebaliknya, jika nilai kontribusi lebih kecil dari nilai klaim maka akan terjadi defisit keuntungan.

Saat mengalami surplus keuntungan, maka pihak perusahaan asuransi akan membaginya menjadi tiga bagian. Yaitu 60% keuntungan akan menjadi saldo tabarru, 30% dibagikan ke peserta, dan 10% untuk pengelola.

Pembagian keuntungan kepada peserta dilakukan secara proporsional. Semakin besar kontribusi yang dibayarkan maka keuntungan yang didapat akan semakin besar.

2. Bisa Double Claim

Berbeda dengan asuransi konvensional yang menggunakan satu polis untuk satu peserta, asuransi syariah bisa menggunakan satu polis untuk seluruh anggota keluarga. Sistem ini menguntungkan peserta asuransi. Karena kontribusi yang dibayarkan pasti lebih ringan, dibanding harus membayar polis berbeda dari setiap anggota keluarga.

Keuntungan yang pasti didapat dari asuransi syariah adalah bisa melakukan double claim. Jadi, ketika Anda akan melakukan klaim dengan uang pertanggungan Rp 10 juta rupiah, Anda akan tetap menerima dengan jumlah yang sama.

Kemudian Anda bisa mengajukan klaim di perusahaan asuransi lain atau lembaga lainnya seperti BPJS Kesehatan. Artinya, Anda bisa mendapat uang yang lebih besar dari sekadar plafon yang dibayarkan asuransi syariah.

3. Tidak Ada Dana yang Hangus

Sisi menarik yang kerap jadi andalan asuransi syariah dalam menarik nasabah adalah tidak ada dana yang hangus. Dalam asuransi konvensional, saat nasabah akan mencairkan dana yang belum jatuh tempo maka dana yang diperolah tidak akan sesuai dengan jumlah yang sudah kita simpan selama ini. Pasti ada pengurangan.

Dalam sistem asuransi syariah, Anda bisa melakukan pencairan kapan saja tanpa harus takut ada dana yang hangus. Sesuai hukum syariah, nasabah harus menjadi pihak yang mendapat keuntungan paling besar.

4. Investasi yang Sesuai Syariah

Kontribusi yang diberikan setiap peserta asuransi syariah nantinya akan diinvestasikan oleh pengelola atau perusahaan asuransi. Tentu saja dana tersebut dikirim kepada instrumen investasi yang sesuai syariah, halal, juga bermanfaat.

Jenis investasinya pun sangat beragam. Biasanya dana kontribusi diinvestasikan kepada bank umum syariah, bank umum yang memiliki cabang syariah, bank perkreditan rakyat syariah, dan baitul mall wattamwil
Selain itu, juga diinvestasikan kepada sejumlah perusahaan yang sudah diseleksi lebih dulu. Perusahaan-perusahaan ini dipastikan tidak menjual barang-barang haram atau maksiat. Semua investasi itu dilakukan dengan menggunakan akad mudharabah, wakalah, dan wadiah.

Hasil yang didapat dari investasi di asuransi syariah ini bahkan lebih tinggi dari sekadar tabungan konvensional atau deposito sekalipun. Pastinya halal dan sesuai syariat Islam.

5. Tidak Cemas Saat Telat Bayar

Ada kalanya kondisi keuangan nasabah mengalami pasang surut atau ketidakstabilan. Kondisi ini membuat peserta asuransi kesulitan untuk membayar kontribusi rutin mereka. Jika Anda peserta asuransi konvensional, kondisi tersebut pasti akan menjadi masalah pelik. Bisa-bisa premi yang Anda bayarkan setiap bulan akan berkurang karena keterlambatan tersebut.

Tapi hal ini tidak akan Anda alami jika menjadi peserta asuransi syariah. Meski anda terlambat melakukan pembayaran, proteksi terhadap dana tidak akan berubah. Pihak pengelola asuransi tidak akan mengganggu gugat dana Anda.
Kalaupun Anda rasa akan cukup lama untuk bisa kembali membayar kontribusi maka Anda bisa meminta cuti. Saat kondisi keuangan sudah membaik, Anda tinggal mengunjungi kantor asuransi syariah tersebut untuk mengaktifkan kembali perlindungan yang menjadi hak Anda sebagai peserta asuransi.

Konsep yang dimiliki asuransi syariah memang memberi keuntungan yang lebih dibanding asuransi konvensional. Apakah menggunakan asuransi syariah sudah sesuai kebutuhan dan rencana keuangan jangka panjang Anda atau belum, semuanya tergantung kepada diri Anda sendiri.

Artikel Keuangan

Demikianlah artikel tentang keuntungan asuransi syariah, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apakah Investasi Emas Selalu Menguntungkan?
Apa Keuntungan Membeli Asuransi Jiwa? Ini Dia Jawabannya.
Apa Itu Asuransi Syariah dan Bedanya dengan Asuransi Konvensional?
Keuntungan dan Cara Berinvestasi Pada Surat Utang Negara (SUN)
Inilah Keuntungan dan Kerugian dari Perdagangan Bebas
Ajarkan Anak Keterampilan Penting Ini, Keterampilan yang Tidak Diperoleh di Sekolah
Ketika Kemenangan Adalah Sebuah Kegagalan
Tip Mempersiapkan Pensiun Dini
Manfaat Pohon Kelor, Superfood Banyak Gizi
Mengapa Banyak Orang Tidak Punya Tabungan?


Bagikan Ke Teman Anda