Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Bagaimana Cara Menghindari Pencurian Identitas? Ini Tip Menghindari Identity Theft

Memasuki masa liburan akhir tahun, tentu banyak transaksi keuangan yang bakal Anda lakukan. Mulai dari pesan hotel, membeli hadiah tahun baru, pesan tiket pesawat, beli oleh-oleh untuk keluarga atau teman kerja, persiapan pesta akhir tahun hingga naik angkutan umum menuju tempat wisata idaman. Melihat kecenderungan akan kesibukan pribadi menjelang pergantian tahun yang tak pernah tidak sibuk itu, akan lebih baik jika Anda mulai memikirkan cara paling efektif dan efisien untuk memberi perlindungan ekstra terhadap uang dan identitas Anda.

Era modern ditandai oleh menyatunya identitas dengan kehidupan perbankan. Sekali identitas Anda hilang, maka orang berpeluang untuk mengacak-acak kehidupan finansial Anda hingga tidak tersisa sepeser pun di bank. Ada banyak cara untuk melakukan praktik nista seperti ini, mulai dari mengintip kode-kode rahasia Anda ketika melakukan pembelian secara online, mengakses sistem perbankan Anda lewat saluran Wi-Fi, mengobrak-abrik akun e-mail Anda dengan memasukkan enkripsi tertentu, atau bahkan sharing foto lewat media sosial.

Memang, pencurian identitas (yang biasanya dibarengi oleh pencurian uang) terjadi dimana-mana. Coba saja Anda mencarinya di Google, tentu akan ditemukan banyak kasus pencurian semacam itu. Hidupkan TV Anda, dan Anda akan menyadari bahwa praktik serupa kerap dilakukan; pelakunya ada kalanya masih belia pula. Saking seringnya kemalangan yang tak diinginkan itu terjadi, konon ada 1 insiden pencurian identitas setiap 3 detik! Laporan yang ama juga menyatakan bahwa pencurian identitas di seluruh dunia bisa menyebabkan kerugian hingga miliaran dolar Amerika Serikat!

Tentu, tingginya aksi pencurian identitas membuat seseorang tidak tenang. Namun, ada beberapa cara untuk mengantisipasi serta memperkecil peluang pencurian identitas tersebut. Kalau Anda memang peduli dengan identitas Anda (dan tabungan di bank), ada baiknya meniru langkah berikut agar terhindar dari petaka sistemik semacam itu.

1. Jangan terlampau berlebihan sharing informasi pribadi di media sosial

Sejumlah media sosial yang sifatnya jaringan seperti facebook dan LinkedIn kerapkali memancing ego Anda untuk menunjukkan jati diri sebagaimana utuhnya. Alhasil, orang dapat dengan mudah mengetahui siapa Anda sesungguhnya, mulai dari tanggal lahir, hobi, music kesukaan, makanan favorit, alamat rumah, alamat kantor, hingga siapa saja saudara dan teman dekat Anda.

Terlihat sederhana, memang, tapi kemalangan sering dimulai dari hal-hal sederhana. Begitu orang mengetahui kecenderungan psikologis Anda, maka pencurian data dan akses bank tinggal selangkah lagi dan memerlukan satu hal penting lainnya, yakni keberuntungan. Tapi, tidak perlu khawatir. Ada beberapa cara agar informasi pribadi Anda tetap aman meski tercatat di media sosial. Salah satunya adalah dengan tidak melakukan sharing informasi secara publik. Biarkan orang terdekat Anda saja yang mengerti informasi seperti tanggal lahir. Atau, lebih baik tidak menayangkannya sama sekali. Gak ada salahnya, kan, teman Anda tidak ada yang tahu kapan Anda ulang tahun atau merayakan ulang tahun pernikahan?

2. Selalu update software anti-virus dan anti-malware

Cara lain untuk menerobos masuk akun email atau media sosial adalah dengan menggunakan bantuan virus dan program-program berbahaya yang dinamakan dengan malware. Baik virus maupun program komputer semacam itu bisa memasuki komputer pribadi Anda dengan sejumlah cara yang berbeda. Praktik yang paling sering dilakukan adalah dengan mengirim e-mail yang disertai dengan link atau attachment yang menggoda Anda untuk membukanya. Begitu link tersebut di-klik, ter-install lah malware di PC atau laptop Anda. Dari situlah mereka bisa merekam tombol apa saja yang Anda tekan saat memasukkan password, membajak sesi belanja online atau mengacak-acak PC Anda untuk mengetahui informasi finansial. Maka dari itu, agar terhindar dari virus dan malware, pastikan anti-virus dan anti-malware Anda terus updated. Untuk menghindari jebakan malware, akan lebih baik untuk membatasi informasi perbankan Anda di laptop sekalipun.

3. Simpan baik-baik dokumen finansial

Dokumen fisik jarang menjadi sumber ancaman sebagaimana jaman dulu. Ini tak lain karena, sekarang, mencuri dari kotak surat atau tempat sampah memberi risiko lebih tinggi bagi para pencuri. Kalau Anda ingin meminimalkan risiko ini, simpan saja dokumen yang dibutuhkan atau buang dan hancurkan yang tidak dipergunakan lagi. Untuk memenuhi kebutuhan yang satu ini, ada kalanya orang membeli shredder atau alat penghancur kertas. Itu lebih aman lagi.

4. Gunakan password yang kuat

Tak bisa dipungkiri bahwa kita hidup di jaman mobile banking yang mana untuk mengambil dan mengirim uang kita hanya memerlukan username dan password. Maka dari itu, agar terhindar dari praktik asusila di ranah perbankan, gunakan password yang kuat. Passaword semacam ini tidak bakal terinspirasi dari tanggal lahir, tanggal jadian, tanggal pernikahan, atau bahkan nomor pelat kendaraan Anda. Sebaiknya gunakan password yang melibatkan karakter unik seperti tanda baca, huruf besar dan kecil hingga angka. Ribet? Lebih ribet mana ketimbang Anda kesusahan gara-gara ulah pencuri (data)?

5. Hati-hati dengan Wi-Fi yang tidak secure

Biasakan untuk gampang tergoda dengan keberadaan Wi-Fi gratisan. Jika Anda tidak memiliki uang untuk membeli kuota Internet terus-terusan, mulailah pikirkan untuk menjual ponsel Anda dan menggantinya dengan feature phone. Juga biasakan untuk tidak mengakses online banking lewat jaringan Wi-Fi, terutama yang sifatnya gratisan.

6. Jangan share nomor identitas Anda

Kalau ada teman atau kenalan yang menanyakan nomor identitas Anda, jangan Anda beri; apapun alasan dia. Ingat, nomor identitas hanya diperlukan untuk transaksi tertentu. Nomor identitas adalah rahasia sifatnya. Begitu seseorang mengerti no KTP atau ID Anda, maka dia bakal tahu no rekening Anda, di bank mana saja Anda membuka rekening, barang terkena pajak apa saja yang Anda miliki, hingga nomor ponsel Anda sekalipun.

7. Manfaatkan mobile verification

Akun seperti Gmail, facebook, Twitter dan jaringan tertentu di Internet menggunakan mobile verification yang mengirimkan notifikasi via SMS jika akun Anda tiba-tiba diakses secara mencurigakan, seperti diakses menggunakan perangkat tertentu atau di negara lain. Orang yang mencoba login dengan data Anda pun bakal diminta nomor ponsel untuk kemudian dikirim kode verifikasinya. Gunakan dan manfaatkan fitur ini sebaik-baiknya.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tip menghindari identity theft, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Hati-Hati Ketika Menerima SMS Modus Penipuan ini!
Modus Penipuan Uang Gaib/Uang Soekarno
Contoh Modus Penipuan dengan ATM dan Mandiri E-CASH
Kejahatan Berupa Pencurian Identitas (Identity Theft)
Contoh Modus Kasus Penipuan ATM yang Masih Marak
Cara Kerja Penjahat ATM Skimmer
Waspada! Modus Pencurian dan Jual Beli Data Nasabah
Kenali Modus Penipuan Menggunakan E-Banking
Mengapa Perempuan Mudah Terjebak Utang Kartu Kredit?
Financial Planning Before Disaster (Persiapan Finansial Sebelum Bencana)


Bagikan Ke Teman Anda