Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Bagaimana Cara Menumbuhkan “Can-Do Attitude”?

Menumbuhkan perilaku can-do, atau optimis dapat melakukan sesuatu, sebenarnya lebih didasarkan pada alasan untuk menumbuhkannya. Alasan inilah yang akan mendasari dan memotivasi Anda untuk menumbuhkan perilaku tersebut, serta membuat Anda berdedikasi dan disiplin untuk menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bila Anda benar-benar menginginkan sesuatu, alasan dan tujuan Anda akan mendorong Anda untuk mencapainya meskipun Anda menghadapi berbagai rintangan dalam perjalanan tersebut. Hal ini tentunya tidak lepas dari memiliki pola pikir yang berkembang (growing mindset), dan keduanya merupakan bekal yang akan amat berguna diterapkan dalam kehidupan Anda.

Pola pikir yang berkembang tentu akan membantu Anda untuk memandang setiap pengalaman yang Anda dapat dalam kehidupan sebagai sebuah kesempatan untuk meningkatkan diri. Sehingga saat Anda menumbuhkan can-do attitude, Anda dapat menopangnya dengan memercayai bahwa setiap tantangan atau hambatan yang Anda alami, merupakan sebuah pelajaran berharga dan tentunya dapat membantu Anda untuk berkembang.

Nah, bagaimana cara untuk menumbuhkan can-do attitude selain dengan mulai mempraktikkan pola pikir yang berkembang? Berikut kami paparkan beberapa caranya:

1. Miliki keinginan untuk berubah

Pertama Anda harus memahami bahwa pola pikir negatif seperti fixed mindset (lawan dari growing mindset) dan pesimisme adalah hal utama yang dapat mencegah Anda untuk menjadi individu yang berkembang.

Bila Anda menyadari bahwa Anda cenderung memiliki can’t-do attitude, pesimis, mudah putus asa dan menyerah bila menemukan tantangan atau kegagalan, maka Anda harus segera berhenti dan mengubahnya.

2. Temukan kualitas diri

Memahami diri sendiri merupakan salah satu langkah awal. Berkaitan dengan poin sebelumnya, bukan? Namun lebih jauh dari itu, Anda juga harus mencoba untuk mengenali sisi positif diri Anda. Apa kualitas diri Anda yang merupakan kelebihan? Apakah Anda jago dalam hal teknologi? Apakah Anda punya atensi yang tinggi pada detil? Apakah Anda orang yang tepat waktu?

Pahami pula apa yang Anda inginkan atau goal Anda dalam hidup/bisnis/dll, apa yang berarti bagi Anda, dan apakah Anda memiliki nilai-nilai hidup yang jelas. Hal ini cukup esensial untuk membentuk pola pikir dan sudut pandang khas Anda akan sesuatu, dan dapat dijadikan pegangan yang penting untuk mencapai kesukssan.

3. Pelajari hal baru

Memelajari keterampilan baru seperti berkomunikasi dalam bahasa Inggris, public speaking, atau kemampuan presentasi dapat menambah nilai jual Anda. Terutama bila Anda bekerja di bidang yang mengharuskan diri untuk kerap bertemu dengan klien atau memresentasikan ide baru pada atasan.

4. Jangan mudah puas

Mengutip apa kata Steve Jobs, “Stay hungry. Stay foolish.” yang secara sederhana berarti janganlah Anda merasa cukup dengan apa yang Anda miliki. Tetaplah merasa lapar dan bodoh karena kedua hal ini akan memicu insting paling primitif yang dimiliki manusia untuk bertahan hidup dan belajar.

Tidak peduli apakah Anda baru menghadapi kesuksesan ataupun kegagalan, hal ini dapat diaplikasikan dalam hidup Anda. Kesuksesan bukanlah alasan untuk berhenti berkembang, tekankan bahwa akan selalu ada hal yang tidak Anda ketahui dan masih dapat Anda pelajari. Sebaliknya, bila Anda baru saja mengalami kegagalan, tentunya tidak ada jalan atau target lain setelahnya selain untuk meraih kesuksesan, bukan?

5. Jangan lakukan sesuatu “pas banderol”

Orang-orang sukses tidak berhenti saat mereka memeroleh hasil yang sesuai dengan harapan. Bila satu target telah tercapai, selanjutnya mereka akan memikirkan bagaimana cara agar kerja/bisnis/usaha mereka bisa lebih produktif lagi, atau bagaimana cara mendapatkan exponential growth dari usaha tersebut, apa ilmu yang baru mereka dapat dari kesuksesan tersebut?

6. Bersenang-senanglah

Bila Anda bekerja di bidang yang Anda sukai atau membangun bisnis sesuai dengan passion Anda, Anda tidak akan terlalu peduli dengan apa yang terjadi di sekeliling Anda. Mirip dengan anak kecil yang sedang bermain dengan mainan kesukaannya, ia akan fokus pada apa yang ada di hadapannya karena mainan tersebut membuatnya senang.

Bila Anda sedang merasa tidak bersemangat saat mengejarkan hal tersebut, motivasilah diri Anda dengan bicara pada diri Anda sendiri (self-talk). Ingatkan diri Anda tentang mengapa Anda menyukai hal tersebut dan apa tujuan Anda melakukannya. Anda juga bisa mendatangi seminar-seminar motivasi atau tonton video serupa di Youtube untuk menyemangati kembali diri Anda.

7. Ketahui prioritas Anda

Ketimbang menghabiskan waktu untuk membicarakan orang lain atau melakukan hal-hal yang kurang produktif lainnya, orang-orang sukses lebih suka menghabiskan waktunya dengan memelajari hal-hal atau keterampilan baru. Ketimbang menonton sinetron, mereka lebih senang membaca buku autobiografi. Ketimbang memakan produk cepat saji, mereka lebih senang pergi ke gym.

Ada pula yang enggan menghabiskan waktunya untuk berpesta pora dan menghambur-hamburkan uang di akhir pekan dan lebih memilih untuk turut serta pada acara tertentu yang bertujuan untuk membantu orang yang lebih membutuhkan. Mereka lebih suka berpartisipasi untuk hal yang berguna bagi kemaslahatan orang banyak ketimbang untuk diri mereka sendiri.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang cara menumbuhkan “Can-Do Attitude”, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa Untungnya Memiliki Sikap “Ya, Saya Bisa” (Can Do Attitude)?
Agar Bisa Menabung, Hindari Beli Barang Berikut
Membuat Anggaran ketika Sedang Bangkrut
Kesalahan Mengatur Keuangan yang Umum Terjadi
Tipe Orang yang Akan Gagal Mengelola Uang
Skill Keuangan yang Harus Diajarkan Ke Anak
Contoh Keputusan Finansial yang Buruk
Mengapa Orang Yahudi Sukses?
Jangan Beli Mainan Anak-anak Seperti Ini
Kesalahan dalam Membeli Mobil


Bagikan Ke Teman Anda