Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Berapakah Biaya Hidup di Kota Besar Seperti Jakarta?

Murah atau mahal, merupakan suatu hal yang relatif. Sama halnya dengan besar kecilnya biaya hidup di Jakarta yang bergantung pada dua hal: di Jakarta bagian mana dan bagaimana gaya hidup Anda.

Bila dibandingankan dengan kota-kota besar lain di Indonesia, Jakarta Pusat bisa dibilang merupakan tempat yang cukup mahal. Namun relativitas tersebut tentunya dapat diakali dengan mengalokasikan pengeluaran Anda setiap bulannya demi menekan biaya hidup serendah mungkin namun masih tergolong nyaman, semisal, untuk para lajang yang mencari sesuap nasi di ibukota.

Dalam artikel ini, kami akan membagi kategori pengeluaran Anda menjadi tujuh bagian utama dan membahas kemungkinan besarannya secara satu per satu.

1. Tempat Tinggal

Menyewa tempat tinggal (kontrak atau kost) merupakan pilihan yang jamak diambil bagi mereka yang merantau dan tinggal di ibukota. Untuk rumah yang berlokasi di tengah kota dengan luas sekitar 150 m2, biaya sewa per tahunnya sekitar Rp10.000.000,00-Rp30.000.000,00. Sedangkan yang berada di luar area pusat berkisar antara Rp6.000.000,00-Rp20.000.000,00.

Bila Anda seorang lajang dan lebih memilih untuk menyewa sebuah kamar atau kost, di area tengah kota (Jakarta Pusat) berkisar antara Rp1.500.000,00-Rp3.000.000,00 per bulan. Biaya tersebut biasanya sudah termasuk penggunaan listrik, air, dan fasilitas internet.

2. Makan

Makan di warung pinggir jalan akan menghabiskan uang sekitar Rp10.000,00-Rp20.000,00 sekali makan (sudah termasuk minum). Untuk makan di restoran normal dengan menu lokal (bukan fine dining atau dengan menu internasional), biasanya seseorang membutuhkan Rp30.000,00-Rp50.000,00.

Kami ambil perkiraan makanan yang dibeli melalui warung demi pertimbangan kemudahan akses dan penekanan pengeluaran, yakni Rp10.000,00 x 3 x 30 hari = Rp900.000,00.

3. Kebutuhan Pokok

Meskipun Anda ngekos dan jarang memasak, tentunya Anda masih membutuhkan kebutuhan pokok seperti sabun mandi, sampo, dll. Sehingga anggap saja pengeluaran Anda sebulan untuk kebutuhan ini adalah sekitar Rp100.000,00.

4. Busana

Harga sepotong pakaian di department store berkisar antara Rp100.000,00-Rp300.000,00. Bila Anda menggemari merek tertentu, tentunya harganya akan berbeda dan bisa berkali-kali lipat dari perkiraan yang kami tulis. Belum lagi bila Anda merupakan pekerja di sektor formal yang memerlukan busana khusus untuk tampil profesional.

Apabila Anda termasuk orang yang superhemat dan tidak terlalu mementingkan merek, berbelanja baju serta sepatu di trade center merupakan alternatif yang jitu karena harga yang ditawarkan bisa jadi separuh dari harga department store. Sehingga kami anggarkan saja pengeluaran rata-rata untuk busana seseorang yang bekerja sebanyak sekitar Rp300.000,00.

5. Transportasi

Menggunakan transportasi publik di untuk bepergian di Jakarta merupakan solusi terbaik bagi Anda yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Selain dapat terbebas dari rasa stres akibat kondisi jalanan yang hampir selalu padat dan macet, Anda juga dapat menghemat pengeluaran karena tidak perlu membeli atau mencicil kendaraan serta bahan bakarnya.

Mari kita anggap tidak keberatan menggunakan angkutan bus Trans Jakarta yang biayanya adalah Rp3.500,00 sekali naik. Bila setiap hari Anda bepergian, ke tempat kerja misalnya, pulang dan pergi akan menghabiskan: Rp3.500,00 x 2 x 30 hari = Rp210.000,00. Cukup murah, bukan?

6. Tagihan Bulanan

Bila tempat tinggal Anda sudah menyertakan biaya untuk penggunaan listrik dan air dalam tagihan bulanannya, Anda masih harus tetap memikirkan pengeluaran bulanan lain. Seperti tagihan ponsel, laundry pakaian, atau iuran bulanan lainnya. Kami perkirakan hal ini akan memakan pemasukan Anda sebesar Rp200.000,00.

7. Hiburan

Dalam seminggu, tidak mungkin Anda bekerja selama tujuh hari penuh. Anda pasti memiliki waktu senggang baik itu di malam hari maupun akhir pekan. Dan tidak mungkin rasanya bila Anda hanya menghabiskan waktu tersebut dengan berkutat dalam tempat tinggal. Kebutuhan bersosialisasi atau untuk melepas kejenuhan tinggal di kota besar merupakan pengeluaran yang harus memiliki kategori sendiri.

Kebutuhan ini seperti untuk menonton film di bioskop, makan di restoran bersama kawan-kawan (atau mungkin sesekali menraktir mereka), bergabung menjadi anggota gym demi memenuhi gaya hidup sehat, pergi ke salon atau spa, dll. Kami perkirakan Anda akan menghabiskan biaya sekitar Rp300.000,00.

Sehingga total biaya hidup seseorang yang lajang, bekerja, dan tinggal sendiri di pusat Jakarta adalah sekitar Rp3.510.000,00.

Biaya di atas hanyalah perkiraan kasar berdasarkan Upah Minimum Regional (UMR) Jakarta yang memang paling tinggi di antara tempat-tempat lain di Indonesia. Sehingga pekerja yang menerima UMR masih mampu memenuhi biaya hidup dengan angka tersebut, meski kemampuan mereka untuk menabung tentu akan minim.

Namun masih ada banyak faktor yang akan memengaruhi besarnya pengeluaran dan biaya hidup Anda selama tinggal di ibukota. Tentu masih ada banyak pula cara yang dapat Anda lakukan untuk menghemat pengeluaran tersebut bila Anda merasa angka di atas jauh dari pendapatan Anda per bulannya.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang biaya hidup di kota besar seperti Jakarta, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Berapakah Biaya Hidup di Singapura?
Singapura Mahal? Ini Dia Biaya Hidup di Singapura
Agar Bisa Menabung, Hindari Beli Barang Berikut
Membuat Anggaran ketika Sedang Bangkrut
Kesalahan Mengatur Keuangan yang Umum Terjadi
Tipe Orang yang Akan Gagal Mengelola Uang
Skill Keuangan yang Harus Diajarkan Ke Anak
Contoh Keputusan Finansial yang Buruk
Mengapa Orang Yahudi Sukses?
Jangan Beli Mainan Anak-anak Seperti Ini


Bagikan Ke Teman Anda