Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Bijak dalam Menggunakan Kartu Kredit

Telah banyak saya singgung dalam artikel-artikel sebelumnya kalau kartu kredit itu dapat meningkatkan gengsi dan harga diri seseorang. Identik dengan dimiliki oleh orang-orang berpenghasilan tinggi, bukan hal yang mustahil orang-orang yang memiliki kartu kredit langsung merasa seolah-olah seperti orang terkaya di dunia versi majalah Forbes.

Sedemikian bergengsinya kartu kredit hingga banyak orang yang menginginkannya. Yang paling konyol namun nyata, banyak yang berlomba-lomba mengenai siapa yang memiliki kartu kredit paling banyak.

Kendati demikian, ada batas-batas tertentu yang harus kita perhatikan terkait kartu kredit. Supaya menjadi orang yang bijak dalam menggunakan kartu kredit, berikut ini saya paparkan mengenai pertimbangan-pertimbangan yang harus dilakukan terkait kartu kredit yang hendak atau sudah Anda miliki:

1. Simpan Kartu Kredit Dan Informasi Yang Terkait Dengannya Secara Baik-Baik

Kita telah banyak mengetahui sebelumnya kalau sifat dari kartu kredit itu adalah rawan. Dengan berbagai jenis kejahatan yang semakin canggih, baik informasi terkait kartu kredit maupun kartu kredit fisik dapat dengan mudah jatuh ke tangan orang yang salah apabila kita ceroboh dalam mempergunakannya.

Kalau bisa, kartu kredit ini kita simpan pada tempat yang dapat dengan mudah kita lihat sendiri namun tidak dapat dengan mudah ditebak orang. Ini untuk memudahkan kita untuk mencari kartu kredit kalau-kalau di masa yang akan datang kita lalai dalam menempatkan kartu kredit kita.

Jaga juga informasi-informasi terkait nomor kartu kredit atau bahkan PIN kartu kredit dan jangan sampai ada orang lain yang tahu selain kita sendiri. Sebisa mungkin, hindari situs atau “bantuan” siapapun, bahkan staf perbankan, yang memicu kita untuk memberikan informasi terkait kartu kredit yang sensitif. Jangan ragu untuk melapor apabila ada tindakan yang mencurigakan, karena semua ini demi keamanan kartu kredit maupun informasi terkait kartu kredit yang kita miliki sendiri.

2. Pahami Keseimbangan Promosi Dan Biaya Yang Melekat Pada Kartu Kredit

Meskipun kartu kredit pada umumnya diterbitkan oleh pihak bank, yang merupakan lembaga keuangan paling terpercaya dengan adanya pengawasan dari badan-badan resmi di Indonesia, nyatanya ada juga kartu kredit jenis tertentu yang promosi dan biayanya tidak imbang.

Dalam hal ini, saya tidak lagi berbicara mengenai ketimpangan kartu kredit yang ingin dimiliki dengan total penghasilan bulanan atau tahunan. Alih-alih, kita perlu memperhatikan apakah keseluruhan biaya yang melekat pada kartu kredit dengan penawaran menariknya benar-benar imbang dan saling melengkapi.

Dalam hal ini, kita perlu terlebih dahulu membaca daftar promosi dan biaya yang melekat, di mana semua informasi ini terdapat di situs resmi masing-masing bank dan di brosur yang diberikan pihak bank. Jika ada informasi yang tidak kita ketahui, sebaiknya kita menanyakan lewat call center atau Customer Service di kantor cabang terdekat. Dengan demikian, kita menghindarkan diri kita dari perasaan kecewa atau tidak enak atas kartu kredit yang kita miliki di masa yang akan datang.

3. Seimbangkan Penggunaan Limit Belanja Dengan Anggaran Bulanan

Barang-barang di etalase toko memang seringkali menggiurkan. Terlebih apabila kita sedang berada di pusat perbelanjaan yang ramai, rasanya hari tidak akan lengkap kalau tidak menggunakan kartu kredit untuk berbelanja.

Excuse pun mudah meluncur di benak maupun mulut kita. Berbelanja yang “katanya” hanya beberapa menit atau jumlah barang tertentu saja, ternyata ketika dijumlah sudah menghabiskan waktu berjam-jam dan limit belanja kartu kredit yang semakin menipis. Tak dinyana, kita pun kaget karena terkena fee sekian persen karena overlimit belanja.

Untuk menghindari hal ini terjadi, maka memperhatikan limit sisa belanja setiap saat sebelum dan sesudah berbelanja merupakan tindakan yang bijak. Sesuaikan limit ini dengan anggaran biaya bulanan yang telah kita buat. Niscaya kita akan menyelamatkan diri dari pos biaya overlimit yang mungkin muncul ketika tagihan kartu kredit secara keseluruhan tercetak.

4. Hindari Terlalu Sering Menarik Uang Atau Mencetak Tagihan, Kecuali Benar-Benar Perlu

Poin ini terutama penting untuk diperhatikan bagi Anda yang baru memiliki kartu kredit. Kecuali ada keadaan tertentu yang benar-benar sangat mendesak, sebaiknya Anda menghindari penarikan uang atau pencetakan tagihan secara berlebih. Hampir semua kartu kredit yang saya ketahui membebankan biaya ekstra untuk kegiatan penarikan uang ataupun pencetakan tagihan.

Karena kartu kredit merupakan metode pembayaran cashless yang efisien, maka melakukan penarikan uang terlalu sering tanpa alasan yang kuat merupakan tindakan yang tidak efektif dalam memanfaatkan kartu kredit.

Mengenai tagihan, sebenarnya beberapa bank penerbit memiliki e-statement kartu kredit yang dapat kita akses secara online dan mencetak tagihan begitu sudah waktunya bagi kita untuk membayar tagihan kartu kredit. Jadi, kalau tidak benar-benar dilandasi atas alasan yang kuat seperti pengarsipan dokumen dalam skala besar, sebaiknya tidak terlalu sering mencetak tagihan.

5. Analisis Risiko Saat Hendak Meng-upgrade Atau Menambah Kartu Kredit

Memiliki kartu kredit yang banyak atau meng-upgrade kartu kredit identik dengan penawaran yang semakin nikmat. Namun sejauh penawaran di masa yang akan datang yang semakin nikmat, sejauh itu pula pertanggungjawaban kita sebagai nasabah kartu kredit. Kita dapat mempertimbangkan untuk meng-upgrade atau menambah kartu kredit lewat melakukan analisis risiko.

Analisis risiko ini dapat Anda lakukan jika Anda memiliki laporan keuangan. Laporan keuangan tidak harus identik atau dibuat oleh perusahaan, Anda pun dapat membuatnya sendiri lewat software akuntansi.

Dari data-data dalam laporan keuangan, kita akan dapat melihat total hutang selama periode tertentu, bunga yang sudah dan akan dibayarkan, dan penghasilan kita sebelum dipotong pajak dan bunga, yang kesemuanya dapat digunakan untuk menganalisis risiko kredit di masa yang akan datang dan dijadikan dasar untuk meng-upgrade atau menambah kartu kredit.

Kalau dipikir-pikir, cara ini memang sedikit kompleks, namun keakuratannya akan terjamin karena menggunakan perhitungan yang matang. Dengan analisis risiko berdasarkan kondisi keuangan yang sesungguhnya, kita akan terhindar dari salah kalkulasi atau perkiraan membayar tambahan angsuran, bunga, atau biaya-biaya lain yang mungkin timbul karena memiliki kartu kredit dengan tingkat yang lebih tinggi atau jumlah yang lebih banyak.

Supaya makin bijak dalam menggunakan kartu kredit, ada baiknya kalau kelima cara di atas Anda lakukan semuanya. Bagaimanapun juga, kartu kredit memiliki kekuatan hukum dan bersifat rawan, karena itu penting bagi kita untuk mempertimbangkan berbagai macam hal sebelum benar-benar menggunakan, menambah, atau meng-upgrade-nya.

Artikel Terkait

Demikianlah beberapa pertimbangan dalam menggunakan kartu kredit secara bijak, semoga berguna bagi kita semua.



Apa Itu Carding dan Bagaimana Cara Mengantisipasinya?
Kerugian Gesek Tunai (GesTun) Kartu Kredit
Kartu Kredit UOB
Cara Reschedule Pembayaran Kartu Kredit
Apa Itu Cicilan 0% Kartu Kredit?
Tip Belanja Lebaran dengan Kartu Kredit
Kartu Kredit BII Maybank
Tip Aman Bertransaksi Kartu Kredit di Luar Negeri
Cara Aman Memakai Kartu Kredit Di Pusat Perbelanjaan
Kartu Debit vs Kartu Kredit, Kapan Sebaiknya Menggunakan


Bagikan Ke Teman Anda