Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Cara Menghitung Pertumbuhan Penduduk

#menhitung #penduduk #pertumbuhan

Bicara tentang penduduk tak lepas dari kondisi demografi suatu wilayah. Penduduk merupakan orang yang mendiami atau tinggal di suatu wilayah, yang secara administrasi memiliki surat resmi yang memberinya hak untuk tinggal di wilayah tersebut.

Dari tahun ke tahun penduduk di setiap wilayah pastilah mengalami pertumbuhan. Suatu kondisi yang tak bisa dihindari mengingat makhluk hidup senantiasa berkembang biak secara berkesinambungan. Selain itu terdapat banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk seperti kelahiran, kematian, dan juga migrasi atau perpindahan penduduk.

Penyebab perubahan pertumbuhan penduduk

Jumlah penduduk suatu wilayah bisa saja bertambah atau berkurang. Perubahan jumlah penduduk ini berkaitan erat dengan angka pertumbuhan penduduk yang bisa saja positif atau negatif. Angka pertumbuhan penduduk positif sifatnya menambah jumlah penduduk. Pertambahan ini disebabkan oleh faktor kelahiran, peningkatan kualitas hidup atau perbaikan gizi penduduk, dan imigrasi yakni perpindahan penduduk dari luar ke dalam suatu wilayah. Sementara angka pertumbuhan negatif bersifat artinya mengurangi jumlah penduduk. Pengurangan ini dipengaruhi oleh faktor kematian, peperangan, wabah penyakit, dan emigrasi yaitu perpindahan penduduk dari dalam ke luar suatu wilayah.

Pertumbuhan penduduk memang tak bisa dihindari, namun laju pertumbuhannya bisa dikendalikan. Salah satunya dengan program Keluarga Berencana (KB) yang dicanangkan pemerintah sejak tahun 1970-an. Tujuan dari program ini selain mengendalikan pertumbuhan penduduk juga meningkatkan kesejahteraan keluarga. Program KB diimplementasikan melalui penggunaan alat kontrasepsi yang berupa IUD, suntik, pil, juga kondom. Pelaksanaan program ini diklaim mampu mengendalikan pertumbuhan penduduk. Namun bukan tanpa hambatan, karena program ini menuai kontroversi sebab dianggap bertentangan dengan ajaran agama. Meski demikian, pada kenyataannya program ini masih berlanjut hingga sekarang.

Kriteria pertumbuhan penduduk

Kembali pada angka pertumbuhan penduduk. Tingkat pertambahan penduduk setiap tahun dalam jangka waktu tertentu disebut dengan angka pertumbuhan penduduk yang dinyatakan dengan satuan persentase (%). Angka pertumbuhan penduduk ini sekaligus mencerminkan laju pertumbuhan penduduk suatu wilayah setiap tahunnya. Semakin tinggi angka pertumbuhan penduduk mengindikasikan semakin cepat laju pertumbuhan penduduk. Sebaliknya, apabila angka pertumbuhan penduduk yang rendah menunjukkan laju pertumbuhan penduduk yang lambat.

Berkenaan dengan angka pertumbuhan penduduk, kriteria laju pertumbuhan penduduk dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  • Laju pertumbuhan cepat, apabila angka pertumbuhan penduduk mencapai lebih dari 2% setiap tahunnya.
  • Laju pertumbuhan sedang, apabila angka pertumbuhan penduduk berkisar antara 1% – 2% setiap tahunnya.
  • Laju pertumbuhan lambat, apabila angka pertumbuhan penduduk kurang dari 1% setiap tahunnya.

Semakin cepat laju pertumbuhan penduduk mengindikasikan bahwa jumlah populasi suatu wilayah semakin banyak. Sebaliknya, laju pertumbuhan penduduk yang lambat menunjukkan jumlah populasi suatu wilayah sedikit.

Cara menghitung pertumbuhan penduduk

Untuk mengetahui laju pertumbuhan penduduk suatu wilayah tergolong cepat, sedang, ataukah lambat, tentu harus diketahui lebih dulu angka pertumbuhan penduduknya. Nah, angka pertumbuhan penduduk dapat diketahui atau dihitung dalam dua cara, yaitu berdasarkan pertumbuhan penduduk alami dan pertumbuhan penduduk total. Apa bedanya?

Pertumbuhan penduduk alami hanya mempertimbangkan faktor kelahiran dan kematian, sedangkan pertumbuhan penduduk total tak hanya mempertimbangkan faktor kelahiran dan kematian saja, tetapi juga imigrasi dan emigrasi.

  • Pertumbuhan penduduk alami

Angka pertumbuhan penduduk yang dihitung berdasarkan pertumbuhan penduduk alami diperoleh dari selisih antara jumlah kelahiran dengan jumlah kematian dalam setahun. Adapun formulasi untuk menghitung angka pertumbuhan penduduk alami dirumuskan sebagai berikut:

Pt = Po + (L – M)

% = {(L – M)/Po} x 100%

Keterangan:

Pt = jumlah penduduk di tahun akhir perhitungan
Po = jumlah penduduk di tahun awal perhitungan
L = jumlah kelahiran
M = jumlah kematian
% = persentase pertumbuhan penduduk

Untuk memberikan gambaran yang jelas dan lebih detail, berikut dapat diberikan contoh perhitungan angka pertumbuhan penduduk alami.

Contoh kasus:

Jumlah penduduk di Kota A pada tahun 2015 sebanyak 250.000 jiwa. Selama tahun 2015 hingga 2016 jumlah bayi lahir di kota tersebut sebanyak 18.000 jiwa, sedangkan jumlah orang yang meninggal dunia sebanyak 7.500 jiwa. Berapa jumlah penduduk Kota A di akhir tahun 2016 dan berapa persen pertumbuhan penduduknya?

Penyelesaian:

Pt = 250.000 + (18.000 – 7.500) = 250.000 + 10.500 = 260.500 jiwa

% = (10.500/250.000) x 100% = 4,2%

Jadi, pertumbuhan penduduk alami Kota A pada periode tahun 2015 – 2016 adalah 10.500 jiwa. Jumlah penduduk pada akhir tahun 2016 mencapai 260.500 jiwa. Sementara angka pertumbuhan penduduknya sebesar 4,2%. Artinya laju pertumbuhan penduduk Kota A tergolong cepat.

  • Pertumbuhan penduduk total

Angka pertumbuhan penduduk berdasarkan pertumbuhan total diperoleh dari selisih jumlah kelahiran, kematian, imigrasi, dan emigrasi yang terjadi di suatu wilayah. Perhitungan angka pertumbuhan penduduk total didasarkan pada formulasi berikut.

Pt = Po + (L – M) + (I – E)

% = {(L – M) + (I – E)/Po} x 100%

Keterangan:

Pt = jumlah penduduk di tahun akhir perhitungan
Po = jumlah penduduk di tahun awal perhitungan
L = jumlah kelahiran
M = jumlah kematian
I = jumlah imigrasi (jumlah penduduk yang masuk ke suatu wilayah)
E = jumlah emigrasi (jumlah penduduk yang keluar dari suatu wilayah)
% = persentase pertumbuhan penduduk total

Untuk memberikan ilustrasi tentang angka pertumbuhan penduduk yang dihitung berdasarkan pertumbuhan penduduk total, berikut dapat diberikan contoh kasusnya.

Contoh kasus:

Pada tahun 2015 jumlah penduduk Kota B sebanyak 300.000 jiwa. Jumlah kelahiran selama periode tahun 2015 – 2016 di kota tersebut sebanyak 15.000 jiwa, sedangkan penduduk yang meninggal berjumlah 7.000 jiwa. Selama periode tahun tersebut Kota B kedatangan penduduk yang menetap sebanyak 500 jiwa,sementara yang pindah ke kota lain sebanyak 250 jiwa. Berapa jumlah penduduk Kota B pada tahun 2016 dan berapa angka pertumbuhan penduduk totalnya?

Penyelesaian:

Pt = 300.000 + (15.000 – 7.000) + (500 – 250) = 300.000 + 8.000 + 250 = 308.250 jiwa

% = (8.250/300.000) x 100% = 2,75%

Jadi, pertumbuhan penduduk Kota B sebanyak 8.250 jiwa, sehingga pertumbuhan penduduk total berjumlah 308.250 jiwa. Angka pertumbuhan penduduk total sebesar 2,75%. Artinya, laju pertumbuhan penduduk di Kota B selama periode tahun 2015 – 2016 tergolong cepat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang cara menghitung pertumbuhan penduduk, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Cara Mengatasi Penduduk yang Tidak Merata
Pertumbuhan Ekonomi, Pengertian dan Pengukurannya
Bagaimana Cara Menghitung Pertumbuhan Ekonomi?
Cara Membeli Rumah Lelang Melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
Perbedaan Kurs Referensi JISDOR vs Kurs Tengah BI
Perbedaan Konsolidasi, Merger, dan Akuisisi
Apa itu Kartel? Apa Dampak bagi Perekonomian?
Apa itu Pertemuan Tahunan IMF? Apa Manfaat Pertemuan IMF?
Apa itu Perang Dagang? Berikut Pengaruh Perang Dagang!
Apa yang dilakukan Orang Sukses dengan Waktu Luangnya?


Bagikan Ke Teman Anda