Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Cashless Society: Untung Rugi Cashless Economy

Pernah mendengar istilah cashless economy? Cashless economy merupakan istilah yang lahir dari kondisi berkurangnya penggunaan uang fisik akibat tergeser oleh penggunaan uang digital atau e-money. Adapun definisi dari cashless economy adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan tanpa menggunakan uang fisik atau tunai. Meski demikian, bukan berarti uang fisik terus ditiadakan, tetapi penggunaannya dikurangi dan digantikan dengan uang digital dalam bentuk kartu bahkan tanpa kartu sama sekali, karena transaksi juga dapat dilakukan menggunakan aplikasi smartphone.

Cashless economy muncul sebagai imbas dari kehidupan modern dengan teknologi yang semakin canggih. Dalam pelaksanaannya, sistem transaksi tanpa uang tunai ini masih menuai pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat. Hal ini tak lepas dari keuntungan dan kerugian dari cashless economy yang masih menjadi perdebatan. Di satu sisi memang memiliki keuntungan, tetapi di sisi lain tak sedikit pula risiko atau kerugiannya.

Keuntungan cashless economy

Sebagian masyarakat menyambut baik sistem transaksi tanpa uang tunai yang dikenal dengan cashless economy ini. Tak disangkal memang penerapan cashless economy memiliki keuntungan bagi para pihak yang melakukan transaksi atau kegiatan ekonomi. Pergeseran uang tunai ke uang digital berupa kartu debit atau kredit dalam bertransaksi selain lebih praktis juga terlihat lebih keren. Berikut beberapa keuntungan dari cashless economy.

  • Menghindari pemalsuan dan peredaran uang palsu
    Diakui atau tidak penggunaan uang tunai dalam bertransaksi memicu terjadinya pemalsuan mata uang. Banyaknya mata uang palsu memungkinkan peredarannya semakin luas. Hal ini jelas merugikan masyarakat. Dengan cashless economy, penggunaan uang palsu sebagai alat tukar dalam transaksi atau kegiatan ekonomi dapat dicegah, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan terutama pihak yang menerima pembayaran. Dalam jangkauan yang lebih luas, penerapan cashless economy akan mampu menghindari pemalsuan uang dan peredarannya.
  • Tak perlu membawa uang tunai dalam jumlah banyak
    Ketika Anda akan melakukan transaksi pembelian dengan nominal besar, tentu harus membawa uang tunai dalam jumlah yang banyak. Jika nilainya mencapai puluhan bahkan ratusan juta, lembaran uang tunai sejumlah itu pasti tak akan muat disimpan dalam dompet. Anda harus menyediakan kantong atau tas untuk menyimpan dan membawa uang tunai tersebut. Pastilah sangat merepotkan dan tidak praktis. Namun dengan cashless economy, segala keribetan membawa uang tunai dalam jumlah banyak dapat diatasi. Hanya dengan satu kartu sebagai alat pembayaran, transaksi jual beli dapat dilakukan dengan lancar.
  • Meminimalkan terjadinya tindak kriminal perampokan
    Banyak kasus perampokan yang tujuan utamanya merampas uang tunai yang bahkan sering disertai dengan tindak kekerasan terhadap pemiliknya. Tak heran karena uang tunai dalam jumlah banyak yang disimpan dalam kantong atau tas tak jarang menarik perhatian, sehingga tanpa disadari mengundang terjadinya aksi kejahatan. Berbeda dengan uang digital yang direpresentasikan dengan sebuah kartu yang dapat disimpan di dompet sehingga tidak menarik perhatian, terutama orang-orang yang berniat jahat.
  • Transaksi lebih mudah dan cepat
    Transaksi menggunakan uang tunai membutuhkan waktu yang cukup lama, apalagi jika nilai transaksi besar. Pihak penjual harus menghitung uang terlebih dahulu untuk memastikan kesesuaiannya dengan harga sebelum menyerahkan barang ke pembeli. Sementara dalam cashless economy, proses transaksi dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Tinggal gesek kartu debit atau kredit pada mesin khusus, maka selesailah transaksi tersebut. Penjual menerima pembayaran yang langsung masuk ke rekening bank miliknya, sedangkan pembeli dapat membawa pulang barang yang dibutuhkannya.
  • Memudahkan pengendalian jumlah uang beredar
    Keuntungan ini berkaitan dengan kondisi ekonomi secara makro. Jumlah uang beredar di masyarakat yang terlalu banyak dapat mengakibatkan inflasi di mana harga barang-barang meningkat. Peningkatan harga barang ini akan berimbas pada turunnya nilai uang itu sendiri. Hal ini secara lebih luas akan berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi negara yang rendah. Oleh sebab itu, jumlah uang beredar di masyarakat harus dikendalikan. Cashless economy menjadi salah satu cara untuk mengendalikan jumlah uang beredar di masyarakat, karena kegiatan ekonomi yang berlangsung di masyarakat dilakukan tanpa uang tunai.

Kerugian cashless economy

Meski memiliki banyak keuntungan, namun cashless economy juga tak lepas dari kekurangan yang menjadi kerugiannya. Berikut kerugian cashless economy.

  • Rendahnya pengendalian diri dalam bertransaksi
    Kemudahan dan kepraktisan bertransaksi tanpa uang tunai justru berpotensi menjadikan masyarakat berperilaku konsumtif, apalagi jika tingkat kemampuan mengendalikan dirinya rendah. Artinya, masyarakat mudah tergoda untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan, sehingga pengeluaran menjadi tak terkendali.
  • Adanya pembatasan nominal transaksi
    Dalam cashless economy, nominal transaksi Anda akan dibatasi meski sebenarnya Anda memiliki jumlah uang lebih dari cukup yang tersimpan di bank. Transaksi dengan kartu debit umumnya dibatasi pada nominal Rp 5 hingga Rp 10 juta, sedangkan kartu kredit tentu tergantung pada nilai limit yang tersedia. Untuk transaksi dalam jumlah nominal besar, maka Anda harus menggunakan instrumen uang digital lainnya seperti cek atau bilyet giro.
  • Berisiko terjadi serangan cyber dan pencurian data
    Uang digital menggunakan teknologi canggih untuk mengatur penggunaannya. Secanggih apapun teknologi yang digunakan, tetap ada celah yang bisa memungkinkan terjadinya serangan cyber dan pencurian data, utamanya nasabah yang menyimpan uang tunainya dibank dan mendapatkan kartu debit sebagai uang digitalnya. Bahayanya serangan cyber dan pencurian data ini tentu akan merugikan pihak nasabah, karena berisiko kehilangan uang tunai yang disimpan di bank, karena datanya diretas oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingannya sendiri.
  • Berpotensi terjadinya pemblokiran oleh pemerintah
    Menyimpan semua uang tunai di bank untuk mendapatkan uang digital berupa kartu debit agar bisa digunakan untuk bertransaksi tanpa uang tunai bukan tindakan yang bijak. Meski secara kepemilikan uang tunai tersebut milik Anda, namun dalam penggunaannya Anda terikat dengan peraturan dan kebijakan pemerintah. Jadi, pemerintah dapat melakukan pemblokiran secara sepihak terhadap rekening bank Anda, jika terjadi kegentingan terkait dengan kondisi negara, sehingga Anda tidak akan bisa mengakses apalagi menggunakan uang Anda sendiri.

Untuk menerapkan sistem transaksi tanpa uang tunai harus didukung oleh perangkat teknologi memadai yang pengadaannya telah tersebar merata dan menjangkau seluruh wilayah di suatu negara. Di kota-kota besar, cashless economy memang dinilai menguntungkan karena menjadikan transaksi mudah dan praktis. Sebaliknya, di kota-kota kecil bahkan pedalaman yang belum terjangkau teknologi, transaksi dengan uang tunai tentu lebih menguntungkan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang untung rugi cashless economy, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Pengangguran Digaji? Ini Dia Untung Ruginya!
Siasat Penerbangan Berbiaya Rendah (Low Cost Carrier) agar Tetap Meraup Untung
Apa Itu BRILink? Dan Apa Untung dan Ruginya Menjadi Agen BRILink?
Apa itu Keuangan Standard Emas? Apa Untung Ruginya?
Apa itu Demonetisasi? Apa Untung Ruginya?
7 Alasan Mengapa UKM Bisa Merugi
Untung Rugi Praktik Dumping dalam Perdagangan Internasional
Mau Usaha Anda Untung? Ini Beberapa Taktik Meraup Untung!
Apa Untung Rugi Memakai Kartu Kredit? Ini Dia Penjelasannya!
Untung Rugi Investasi Bitcoin


Bagikan Ke Teman Anda