Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Di Mana Kita Bisa Beli E-money?

#beli #E-Money

Penerapan sistem pembayaran tanpa uang tunah di gerbang tol yang mulai berlaku per 1 Oktober lalu, menyadarkan masyarakat bahwa saat ini adalah sudah memasuki era uang elektronik atau e-money. Masyarakat kini mulai dikurangi ketergantungan terhadap uang tunai. Apalagi e-money memang memberi banyak kemudahan.

Tidak hanya di gerbang tol, transportasi massal di Ibu Kota Jakarta pun sudah lebih dulu menerapkan sistem e-money ini. Bus transjakarta kini tidak lagi menggunakan uang tunai untuk masuk dan keluar dari halte atau terminal. Sudah menerapkan sistem pembayaran uang elektronik yang tersimpan dalam kartu plastik khusus.

Begitu pula dengan kereta listrik Commuter Line. Penumpang yang masuk dan keluar stasiun sudah menggunakan tiket berbentuk kartu. Ada yang bersifat harian ada juga yang berlangganan atau disebut Kartu Multi Trip (KMT). Masyarakat yang setiap hari menggunakan jasa Commuter Line akan lebih dimudahkan untuk masuk ke dalam stasiun tanpa harus tiap hari antre di loket.

Penggunaan e-money di gerbang tol, bus Transjakarta, maupun Commuter Line tidak hanya memakai kartu yang sudah disediakan provider transportasi. Tapi juga sudah bisa memakai kartu e-money yang diterbitkan sejumlah bank pelat merah maupun swasta.

Seperti Bank Mandiri yang mengeluarkan Mandiri e-money atau BCA dengan BCA Flash. Selain kedua bank tersebut masih ada produk e-money dari BNI, BRI, dan BTN. Bahkan provider telekomunikasi Telkomsel pun sudah merilis produk e-money dengan nama T-cash Telkomsel.

Bahkan bank daerah seperti Bank DKI pun sudah ikut menyediakan produk e-money. Namun, kartu e-money keluaran Bank DKI ini hanya bisa dipakai untuk membayar tiket bus Transjakarta. Tapi tidak bisa dipakai untuk membeli tiket Commuter Line.

Namun penggunakan e-money di masyarakat saat ini tampaknya masih belum berjalan dengan cukup cepat. Ketergantungan dan kebiasaan masyarakat terhadap uang tunai yang sudah sangat lama menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi pemerintah dalam menerapkan sistem e-money.

Karena itu pemerintah pun terus melakukan langkah sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Seperti yang pernah dilakukan PT Jasa Marga selaku pengelola jalan tol di Indonesia. Mereka sempat melakukan promo penggunaan kartu e-money sebelum memberlakukan aturan pembayaran baru di gerbang tol.

Salah satu upaya sosialisasinya adalah dengan memberikan diskon pembelian kartu e-money baru hingga 50 persen. Diskon ini sempat dilaksanakan pada 17 Agustus hingga 30 September 2017 lalu. Program ini merupakan hasil kerjasama perbankan yang menerbitkan kartu e-money dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Seluruh kartu e-money yang diterbitkan bank bisa diperoleh di bank yang bersangkutan. Anda tak perlu menjadi nasabah untuk bisa memiliki kartu e-money. Meski akan lebih dimudahkan untuk mengisi ulang kartu e-money ini jika menjadi nasabah bank yang sama.

Pertanyaan berikutnya adalah setelah memiliki kartu e-money, di mana kita bisa mengisi ulang kartu tersebut?

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membeli isi kartu e-money. Anda bisa melakukannya di mesin ATM sesuai bank penerbit kartu e-money. Setelah memasukkan kartu ATM nanti akan ada pilihan untuk membeli e-money. Anda tinggal isi sesuai jumlah yang diinginkan lalu tempelkan kartu e-money di tempat yang sudah disediakan. Dan, kartu e-money Anda pun sudah kembali terisi.

Untuk kartu e-money di Commuter Line, Anda bisa mengisi ulang langsung di loket stasiun. Bahkan kini sudah banyak stasiun yang menyediakan mesin pengisi ulang kartu Commuter Line. Anda cukup menaruh kartu di kotak yang sudah disediakan dan memasukkan uang yang akan dipindahkan menjadi saldo e-money.

Setelah menekan beberapa tombol konfirmasi maka kartu uang elektronik Anda pun sudah kembal terisi. Oya, mesin pengisi ulang ini tidak menyediakan kembalian. Jadi jumlah uang yang dimasukkan akan dimasukkan seluruhkan menjadi saldo e-money.

Dalam perkembangannya, kini mengisi ulang kartu e-money sudah jauh lebih mudah dan lebih dekat. Anda bisa mengisi ulangnya melalui minimarket seperti Alfamart dan Indomaret terdekat dengan tempat tinggal.

Tak hanya itu, sejumlah marketplace seperti Blibli dan Tokopedia pun kini sudah menyediakan jasa pengisian ulang kartu e-money. Anda cukup login ke dalam akun milik Anda sendiri dan pilih pengisian ulang kartu e-money. Tentu saja, sebelum mengisi kartu, Anda harus pun saldo yang tersimpan di dalam akun Anda.

Belakangan, Go-Jek Indonesia pun sudah menyediakan jasa untuk pembelian kartu isi ulang kartu e-money. Fitur bernama Go-Mart ini merupakan hasil kerjasama Go-Jek Indonesia dengan Bank Mandiri, BCA, BRI, BNI, dan BTN.
Karena ini masih bersifat pilot project, maka layanan ini baru berlaku untuk wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Selain itu, untuk saat ini fitur ini hanya menyediakan penjualan kartu e-money, belum mencapai tahap isi ulang atau top up.

Ketika Anda memesan kartu e-money melalui Go-Mart, maka driver akan mendatangi bank yang diminta pelanggan. Setelah bertemu CS maka driver akan diberi kartu e-money dengan dua tanda terima plus rincian saldo.

Kartu itu kemudian dikirim kepada masyarakat yang memesannya. Jadi, masyarakat tak perlu repot keluar rumah untuk mendapatkan kartu e-money. Cukup tekan aplikasi Go-Jek dan kartu e-money pun segera sampai di rumah Anda.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang dimana beli e-money, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Tidak Ada Uang? Jual Beli dengan Barter? Apa yang Terjadi?
Apa itu E-Money? Serba-Serbi Mengenai E-Money di Indonesia!
Apa itu Mandiri e-Cash, dan Apa Bedanya dengan e-Money?
Hal-hal yang Layak Dibeli dengan Harga Mahal
Cara Membeli Rumah Lelang Melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
Perbedaan Kurs Referensi JISDOR vs Kurs Tengah BI
Perbedaan Konsolidasi, Merger, dan Akuisisi
Apa itu Kartel? Apa Dampak bagi Perekonomian?
Apa itu Pertemuan Tahunan IMF? Apa Manfaat Pertemuan IMF?
Apa itu Perang Dagang? Berikut Pengaruh Perang Dagang!


Bagikan Ke Teman Anda