Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Dokumen Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Pencairan BPJS Ketenagakerjaan?

Bagi Anda yang bekerja di sektor formal mungkin telah familier dengan BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang merupakan institusi penyelenggara jaminan kesehatan dan kesejahteraan pekerja beserta keluarganya.

Beberapa waktu lalu, BPJS Kesehatan melakukan sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam menanggung jaminan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Keduanya memberi kepastian bahwa kedua institusi akan berkoordinasi dan bekerja sama dalam menangani kecelakaan kerja atau penyakit yang dialami oleh pekerja.

Program yang bernama Program Jaminan Kecelakaan Kerja ini merupakan program yang akan melindungi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang aktif dan rutin membayar iuran bulanan bilamana mereka mengalami kecelakaan kerja.

Program tersebut meliputi perlindungan atas kecelakaan yang terjadi saat pekerja hendak berangkat dari rumah menuju kantor atau sebaliknya, penyakit yang dialami sebagai akibat langsung dari pekerjaan (misal: akibat kondisi lingkungan kerja, tempat kerja, alat dan material yang dipakai saat bekerja) dan dapat dibuktikan oleh hasil pemeriksaan medis.

Mengapa sinergi kedua institusi tersebut diperlukan? Karena sering terjadi kerancuan antara peserta yang memiliki kedua jenis fasilitas tersebut. BPJS Kesehatan sendiri tidak berkewajiban menjamin pesertanya yang mengklaim asuransi bila sakitnya merupakan akibat dari kecelakaan kerja, karena itu merupakan tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan.

Adanya kerjasama ini tentunya diharapkan akan mengoptimalkan kerja kedua belah pihak dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pesertanya karena akhirnya terdapat batasan-batasan jelas tentang batasan serta kewajiban masing-masing untuk menjamin pesertanya.

BPJS Ketenagakerjaan harus menjamin pesertanya yang terbukti mengalami kecelakaan kerja selambat-lambatnya dalam tiga hari kerja dan membayar klaim atau reimburse biaya kesehatan yang sebelumnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan paling lambat 15 hari setelah berkas yang dibutuhkan lengkap.

Program BPJS Ketenagakerjaan yang lain meliputi program untuk Bukan Penerima Upah, Program Jaminan Kematian, Program Jaminan Pensiun, serta Jaminan Hari Tua. Per Agustus 2017 pun para pahlawan devisa alias TKI dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini merunut pada dasar hukum Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Nah, bila Anda merupakan salah satu peserta BPJS Ketenagakerjaan dan ingin mengetahui apa sajakah yang diperlukan untuk dapat mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan bila sewaktu-waktu musibah datang dan Anda memerlukannya, berikut kami paparkan.

Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Ini sudah pasti syarat utama yang menunjukkan bahwa Anda memang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan aktif yang telah terdaftar dan rutin membayar iuran. Setiap perusahaan memiliki aturan yang berbeda-beda tentang penerbitan kartu. Ada karyawan yang baru mendapatkan kartu ini tiga bulan setelah hari pertama peserta masuk kerja.

Kartu Tanda Penduduk atau Identitas

Syarat satu ini juga mutlak untuk membuktikan bahwa Anda merupakan warga negara Indonesia yang dan merupakan pekerja yang berhak mendapatkan perlindungan atau jaminan kesehatan dari tempat Anda bekerja. Meskipun kini BPJS Ketenagakerjaan juga mulai menyasar warga negara asing yang merupakan pekerja di Indonesia.

Kartu Keluarga

Sama seperti dua kartu sebelumnya, siapkan kartu keluarga ini beserta fotokopiannya. Namun Anda perlu memerhatikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan tidak akan mencairkan dana bila kartu keluarga tersebut tidak ada tanda tangan kepala keluarga, sehingga pastikan dulu bahwa KK Anda memilikinya.

Surat Keterangan Kerja dari Perusahaan

Surat ini berupa keterangan bahwa Anda masih berstatus sebagai karyawan di perusahaan tempat Anda bekerja.

Buku Rekening Tabungan

Anda bisa memilih untuk mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan secara tunai maupun transfer. Buku rekening ini harus Anda bawa bila pencairan dana ingin dilakukan dengan menransfernya langsung pada rekening Anda, tentunya buku rekening yang Anda bawa haruslah yang beratasnamakan Anda sendiri atau sesuai dengan peserta BPJS Ketenagakerjaan yang melakukan klaim. Prosesnya bisa berlangsung selama 10 hari sejak Anda mengajukan klaim.

Prosedur Pencairan BPJS Ketenagakerjaan

Anda bisa memilih melakukan pencairan ini secara online maupun offline.

Bila online dan semua persyaratan dokumen yang kami sebutkan di atas telah lengkap:

  1. Anda harus membuat akun di website resmi BPJS Ketenagakerjaan dengan memberikan isian data diri yang lengkap dan asli.
  2. Bila akun Anda telah diverifikasi, pilih menu e-Klaim dan Anda akan masuk ke halaman pengajuan klaim elektronik berupa formulir online. Isilah formulir ini dengan benar sesuai dengan tujuan Anda. Bila sudah lengkap, klik submit form. Perhatikan bagian Informasi Transaksi.
  3. Anda akan mendapat kiriman berupa PIN yang sifatnya rahasia untuk membuka halaman pribadi yang lantas Anda gunakan untuk mengisi dan mengunggah hasil scan dokumen pribadi yang telah Anda siapkan tadi.

Untuk prosedur offline, cukup datangi kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat di kota Anda sambil membawa dokumen-dokumen yang telah kami sebutkan di atas beserta fotokopiannya. Utarakan niat Anda dan Anda akan diminta untuk mengisi formulir pengajuan sesuai dengan tujuan Anda. Setelah itu tunggu panggilan untuk wawancara dengan petugas dan pengambilan foto. Bila telah selesai, petugas akan memberi tahu kapan BPJS Ketenagakerjaan cair setelah proses klaim tersebut.

Lebih lengkapnya lagi, Anda bisa menghubungi langsung pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat pada call center mereka di 1500 910.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang dokumen yang dibutuhkan untuk pencairan BPJS Ketenagakerjaan, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Perhitungan THR Karyawan (Tunjangan Hari Raya)
Apa itu Kebijakan Quantitative Tightening (QT)?
Cara Kerja Penjahat ATM Skimmer
Perbedaan Kebijakan Fiskal vs Kebijakan Moneter
Mengenal Hirarki Kebutuhan Dalam Piramida Maslow
Trend Cord Cutting TV Kabel di Indonesia
Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion
Apa itu Traveloka PayLater (Pinjaman dari Traveloka)?
Perbedaan antara Pajak dengan Bea Cukai
Kartu Kredit dengan Fasilitas Lounge di Bandara Soekarno Hatta


Bagikan Ke Teman Anda