Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Grit: Gabungan Kekuatan Passion dan Ketekunan

#grit #ketekunan #passion

Pernahkah anda bertanya-tanya apa sebenarnya makna Grit? Dan mengapa begitu populer khususnya di Amerika Serikat, lantas siapakah yang memperkenalkan serta mempopulerkan istilah tersebut hingga menjadi sedemikian menggerakan hati banyak orang? Berikut ulasan singkatnya.

Diperkenalkan oleh Angela Duckworth

Grit sendiri sebenarnya sebuah istilah berbahasa Inggris yang memiliki makna sejajar dengan daya juang. Dalam psikologi, Grit atau daya juang ini secara positif merupakan keinginan seseorang secara individu yang digerakan oleh sebuah keinginan untuk mencapai sebuah pencapaian yang diinginkan.

Istilah ini dipopulerkan oleh seorang profesor dan psikolog dari Pensyilvania University, Angela Duckworth. Dalam mengenal istilah ini pun ia sendiri membutuhkan proses yang tidak sebentar, dimulai dari keputusan besarnya untuk hengkang dari perusahan yang dirasa terlalu banyak menuntut. Dan memulai sebuah pekerjaan baru yang nyatanya, bahkan lebih banyak dan penuh tuntutan yakni mengajar.

Dari pekerjaan barunya ini Angela Duckworth menyadari satu hal, bahwa IQ yang tinggi nyatanya bukan satu – satunya tolok ukur untuk membedakan antara kecerdasan seorang anak. Karena IQ yang rendah tak selamanya mendapatkan nilai yang buruk dan juga sebaliknya. Hal ini membuktikan bahwa seorang anak yang berusaha keras belajar ternyata juga mampu untuk mencapai sesuatu yang luar biasa.

Setelah beberapa lama menggeluti pekerjaan barunya sebagai pengajar ia pun kembali berpikir sesuatu hal. Bahwa di dalam pendidikan nyatanya meskipun IQ dipandang sebagai tolok ukur untuk yang penting untuk menilai kecerdasan seorang murid. Namun dalam menjalani kehidupan, nyatanya butuh lebih dari sekedar IQ yang tinggi.

Lantas Angela pun memutuskan untuk belajar tentang kepribadian sesorang dan menjadi seorang psikolog. Ia pun mulai mempelajari tentang karakter seseorang dan mulai menganalisa setiap detail perilaku seseorang dan membedakannya antara satu sama lain.

Dari analisa yang dilakukan selama bertahun-tahun, pada akademisi, kalangan profesional yang mengandeng beberapa perusahaan. Angela menyimpulkan baahwa ada sebuah karakteristik yang muncul dalam diri orang-orang yang berhasil dan secara signifikan hal tersebut berpengaruh secara menyeluruh dalam diri seseorang tersebut.

Hal tersebut bukanlah fisik dan penampilan yang menarik, bukan juga materi dan juga kecerdasan sosial atau bahkan IQ yang menjadi faktor utama tetapi daya juang atau Grit. Daya juang sendiri merupakan sebuah kegigihan dan semangat untuk mencapai sebuah tujuan atau impian hingga tercapai.

Disini Angela menegaskan bahwa dalam kehidupan bukan hanya IQ saja yang terpenting dalam mendorong seseorang untuk bisa berhasil dalam mencapai sebuah tujuan yang ingin dicapai. Setiap orang memiliki kecenderungan dan ketekunannya masing-masing.

Dalam penelitiannya, ia pun menganalisa beberapa siswa sekolah untuk bisa mengetahui seberapa besar sebuah tekad atau daya juang bisa mendorong seorang siswa untuk mencapai tujuannya yaitu lulus. Ia pun mendapati bahwa nyatanya anak dengan tekad dan daya juang yang tinggi lebih mudah lulus daripada yang tidak punya semangat dan daya juang sama sekali.

Hal ini menandakan bahwa tekad dan daya juang begitu penting, bagi siapapun tanpa terkecuali demi mendorong untuk bisa mencapai tujuan dan apa yang dicita-citakan dalam bidang apapun.

Dan yang cukup mengejutkan, ternyata semakin banyak orang tidak memahami tentang bagaimana meningkatkan sebuah tekad atau daya juang di dalam diri sendiri maupun orang lain, begitu pun dengan Angela sendiri pada awalnya.

Namun yang pasti menurutnya ialah daya juang atau tekad sama sekali tidak ada hubungan dan kaitan secara langsung dengan bakat yang dimiliki oleh seseorang. Dan menurutnya lagi ternyata banyak pribadi yang berbakat justru tidak punya komitmen dan semangat yang sama tingginya dengan seseorang yang tidak berbakat.

Dan sejauh ini, ada sebuah ide menarik untuk meningkatkan daya juang dalam diri seseorang yakni dengan meningkatkan “pola pikir berkembang” dan Ide ini pertama kali diperkenalkan oleh Carol Dweck di Stanford University. Pola Pikir Berkembang sendiri memiliki makna, bahwa kemampuan belajar seseorang bisa meningkat dan hal tersebut bisa terealisasi dengan sebuah usaha yang maksimal yang terus-menerus dan pantang menyerah.

Dengan memiliki pola pikir berkembang, seseorang akan mampu mengatasi kegagalannya dan berusaha untuk memperbaiki diri. Karena kegagalan bukanlah akhir tetapi bagian dari sebuah proses untuk mencapai sebuah keberhasilan. Dan ketika seseorang mengalami kegagalan ia cenderung akan lebih tekun dan punya daya juang untuk berhasil.

Dengan demikian, pola pikir berkembang sangat berkaitan dengan bagaimana caranya meningkatkan daya juang. Dengan begitu seseorang akan bisa lebih punya semangat untuk pantang menyerah dalam menghadapi setiap tantangan. Baik dalam kehidupan pribadi, pekerjaan maupun dunia sekolah.

Untuk melakukan semua hal tersebut tentunya membutuhkan usaha yang lebih dari sekedar kemauan dan semangat. Seseorang pun harus mampu belajar dari setiap kesalahan dan kegagalannya untuk bisa mendapatkan poin terbaik yang bisa digunakan untuk menghadapi sebuah tantangan kehidupan. Dan akhirnya, sebelum membuat orang lain untuk memiiki semangat juang yang tinggi maka dalam diri sendiri pun juga harus memilikinya baru bisa menularkannya pada orang lain. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang Grit: Gabungan Kekuatan Passion dan Ketekunan, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Ada yang Lebih Penting dari IQ, yakni Ketabahan Hati (Grit)
Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion
Apa itu Traveloka PayLater (Pinjaman dari Traveloka)?
Perbedaan antara Pajak dengan Bea Cukai
Kartu Kredit dengan Fasilitas Lounge di Bandara Soekarno Hatta
Pentingnya Mengenali Nasabah dalam Sektor Perbankan
Step by Step Cara Mendaftarkan Merek Dagang
Teknik untuk Mencegah Pemalsuan Uang dan Fitur yang Tidak Ada di Uang Palsu
Perbedaan Karakteristik Perusahaan Dagang dengan Perusahaan Jasa
Cara Membeli Rumah Lelang Melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)


Bagikan Ke Teman Anda