Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Ingin Mempercepat Peluasan KPR? Perhatikan Dulu Hal-Hal Berikut Ini

#KPR #pelunasan

Memiliki hutang adalah beban keuangan sekaligus psikologis yang rasanya ingin segera dilunasi supaya beban tersebut cepat terangkat. Apalagi jika kebetulan Anda mendapatkan rejeki nomplok yang bisa digunakan untuk melunasi sisa cicilan pinjaman seperti KPR yang biasanya memiliki jangka waktu hingga 20 tahun. Daripada menunggu bertahun-tahun lagi untuk dapat melunasi KPR tersebut, tentu Anda berpikir bahwa jauh lebih baik melunasi semuanya sekarang selagi bisa. Namun benarkah itu adalah hal tepat untuk dilakukan?

Meski kita tahu bahwa melunasi hutang itu lebih cepat lebih baik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda mempercepat pelunasan cicilan KPR.

1. Penalti

Hal yang sangat penting dan mendasar saat hendak melakukan percepatan pelunasan KPR adalah jumlah penalti yang ditetapkan oleh pihak bank. Mungkin Anda merasa aneh, mengapa orang yang ingin melunasi hutang malah diberi penalti bukannya hadiah? Bukannya melunasi hutang adalah hal yang bagus untuk bank karena mereka akan menerima uang dengan cepat dalam jumlah besar?

Mungkin hal itu benar jika dilihat sekilas dari sudut pandang peminjam, namun ternyata pelunasan KPR yang dipercepat justru akan memberikan kerugian untuk bank. Jangka waktu atau tenor dari KPR yang diberikan bank dibuat dengan perhitungan cicilan sekaligus bunga yang harus dibayar oleh peminjam, sehingga semakin lama masa tenor maka semakin menguntungkan bagi bank. Jadi ketika tiba-tiba peminjam ingin melunasi langsung sebelum masa tenor berakhir, hal itu akan menghilangkan kemungkinan pendapatan yang diterima bank dari bunga yang seharusnya didapat. Kalau sudah begitu, tentunya akan mengacaukan rencana keuangan sekaligus operasional yang dijalankan oleh pihak bank.

Karena itu, pihak bank memberikan ketentuan penalti terhadap peminjam yang ingin melunasi KPR lebih cepat dari masa tenor yang disepakati di awal. Jumlahnya berbeda-beda tergantung kebijakan bank dan kesepakatan yang dibuat pada awal perjanjian. Pastikan Anda telah mengetahui dan menanyakan lebih lanjut mengenai penalti ini sebelum menyetujui perjanjian KPR yang diambil. Jika ternyata jumlah penalti yang diberikan sangat besar dan bisa menguras keuangan Anda, mungkin ada baiknya untuk memikirkan kembali niatan untuk mempercepat pelunasan KPR Anda.

2. Bunga yang Ditetapkan

Pihak bank biasanya menerapkan sistem bunga yang berbeda-beda, misalnya bunga yang floating (berubah-ubah) dan bunga yang berbentuk piramida terbalik. Jika bank menerapkan sistem bunga floating pada KPR yang Anda ambil, maka bunganya akan mengikuti suku bunga dari BI. Mempercepat pelunasan KPR bisa menjadi hal yang tepat untuk dilakukan pada sistem bunga seperti ini, karena menghindari Anda membayar bunga yang lebih tinggi saat suku bunganya naik nantinya.

Anda perlu mempertimbangkan hal sebaliknya jika yang ditetapkan adalah sistem bunga piramida terbalik, dimana bank memberikan bunga yang besar di awal-awal periode tenor yang semakin mengecil seiring dengan pelunasan cicilan pokok. Jika Anda sudah mencicil setengah dari masa tenor yang berarti bunga yang besar sudah terlewati, berarti akan rugi jika Anda melunasi sisanya sekaligus. Karena justru pada sisa masa tenor itu bunga yang ditetapkan lebih kecil dibandingkan jika Anda melunasi semuanya sebelum masa tenor berakhir. Jadi Anda justru akan membayar lebih besar jika melunasinya langsung dibandingkan dengan tetap melunasi berdasarkan cicilan masa tenor yang ditetapkan di awal.

3. Nilai Uang

Hal yang perlu dipertimbangkan selanjutnya adalah nilai uang, baik dari segi inflasi maupun dari segi perbandingan terhadap pendapatan Anda. Perkiraan nilai uang akan menurun seiring berjalannya waktu, dimana nilai uang 7 juta saat ini akan berbeda dengan 10 tahun mendatang. Sedangkan besaran cicilan pokok biasanya sudah ditentukan dari awal, misalnya 5 juta per-bulan selama masa tenor 20 tahun.

Jadi misalnya Anda melunasi sisa cicilan KPR secara langsung saat ini, nilainya akan lebih berat dan tinggi dibanding dengan tetap menyicilnya sesuai dengan rencana awal. Mungkin saja akan terjadi inflasi atau keadaan ekonomi lainnya yang membuat nilai 5 juta itu menurun. Atau kenaikan pendapatan rutin Anda yang membuat nilai 5 juta tidak sebesar nilainya saat ini.

4. Keadaan Keuangan

Keadaan keuangan Anda dan keluarga adalah hal yang terakhir namun sama pentingnya dalam mempertimbangkan pelunasan KPR yang dipercepat. Pertimbangkan lagi apakah kondisi keuangan saat ini sudah memungkinkan jika Anda melunasi sisa cicilan KPR langsung. Apakah dengan mempercepat pelunasan KPR itu tidak akan menggangu dana untuk kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan anak, atau bahkan tabungan emergency Anda? Atau memang meskipun Anda melunasi KPR sekarang, keadaan keuangan akan tetap stabil tanpa ada perubahan yang berarti.

Hal-hal tersebut harus diperhitungkan dan dipertimbangkan dengan baik serta matang. Jangan sampai niat untuk mempercepat pelunasan KPR malah membuat Anda dan keluarga justru berada dalam kesulitan. Tinjau kembali aspek-aspek keuangan lain yang perlu diperhatikan dan yang akan terpengaruh langsung dari percepatan pelunasan KPR tersebut.

Demikianlah beberapa hal yang harus diperhatikan kembali sebelum Anda memutuskan untuk melunasi KPR sebelum selesai masa tenor. Melunasi hutang adalah hal yang baik dan penting untuk dilakukan, namun tetap harus melihat aspek lainnya yang berhubungan. Karena mengambil dan melunasi hutang pun harus dilakukan dengan strategi serta perencanaan yang baik supaya tidak mengganggu kondisi keuangan Anda secara keseluruhan. Semoga informasi ini bermanfaat!

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentangĀ  mempercepat peluasan KPR, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



KPR FLPP DP 1% untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Trik Mempercepat Pelunanasan KPR
Untung Rugi Ambil KPR Rumah Indent
Prosedur Take Over KPR yang Harus Anda Ketahui!
Cara Membeli Rumah Lelang Melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
Perbedaan Kurs Referensi JISDOR vs Kurs Tengah BI
Perbedaan Konsolidasi, Merger, dan Akuisisi
Apa itu Kartel? Apa Dampak bagi Perekonomian?
Apa itu Pertemuan Tahunan IMF? Apa Manfaat Pertemuan IMF?
Apa itu Perang Dagang? Berikut Pengaruh Perang Dagang!


Bagikan Ke Teman Anda