Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Ingin Punya Rumah Tapi Gaji Pas-pasan?

#ingin punya rumah tapi gaji pas-pasan

Memiliki hunian adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi, namun sampai saat ini di Indonesia masih banyak masyarakat yang belum memiliki tempat tinggal pribadi. Tingginya harga tanah dan rumah membuat masyarakat yang penghasilannya pas-pasan mengurungkan niat untuk membeli rumah. Meski kini telah ada fasilitas KPR yang memudahkan dalam membeli rumah dengan menyicil, tetap saja angsuran yang harus dibayar per bulannya terasa berat. Belum lagi dibutuhkan DP yang cukup besar sekitar 20-30% dari harga rumah.

Masyarakat yang penghasilannya setara UMR atau kurang dari itu tentu akan merasa kewalahan dalam membeli rumah. Jangankan membeli rumah, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari rumah tangga saja sudah membuat pusing kepala. Namun bukan berarti masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak bisa memiliki rumah. Karena ada banyak cara dan pilihan yang bisa diambil demi mewujudkan impian memiliki hunian pribadi. Nah, berikut ini ada beberapa tips membeli rumah KPR bagi masyarakat yang berpenghasilan pas-pasan.

1. Lebih Giat Menabung

Bila perlu pangkas semua pengeluaran untuk kebutuhan yang tidak mendesak. Dengan begitu Anda bisa menabung lebih banyak. Agar uang tabungan lebih cepat terkumpul, setidaknya usahakan sisihkan 30% penghasilan untuk disimpan. Tabungan ini bisa digunakan untuk membayar uang muka rumah yang akan dibeli. Semakin besar uang mukanya, maka akan semakin ringan cicilan per bulannya. Karena itu mulai biasakan diri menabung demi terwujudnya rumah impian.

2. Pilih Pembayaran Yang Paling Ringan

Jenis KPR itu cukup banyak, jadi Anda harus benar-benar teliti sebelum memutuskan untuk membeli rumah. Perhatikan bunga dari setiap KPR, carilah KPR dengan bunga yang paling rendah untuk meringankan cicilan ke depannya. Tentunya Anda akan jauh lebih menghemat pengeluaran meski perbedaan bunga hanya 1% saja.

3. Pilih Rumah Sesuai Kebutuhan dan Kondisi Keuangan

Poin ini cukup penting, mengingat rumah yang akan dibeli akan ditempati dalam jangka waktu yang lama. Pilihlah rumah yang sesuai dengan kebutuhan, baik jumlah dan kondisi ruangannya, lokasi yang strategis, bebas dari berbagai masalah dan sebagainya. Selain itu perlu untuk menyesuaikan dengan kondisi keuangan yang dimiliki. Pilihlah rumah yang harganya dapat terjangkau dan bisa dicicil sesuai dengan anggaran yang dimiliki. Jangan sampai gara-gara ingin membeli rumah Anda kewalahan mengatur keuangan dan akhirnya malah memperbanyak utang.

4. Mengatur Pos Pengeluaran

Mengatur uang hasil jerih payah perlu dilakukan agar keuangan Anda tetap sehat. Bagilah keuangan ke dalam pos-pos misalnya untuk cicilan utang 30%, keperluan proteksi atau tabungan 10% dan kebutuhan sehari-hari 60%. Pembagian ini akan memudahkan Anda menghitung cicilan rumah yang harus dibayarkan setiap bulannya, dan diharapkan tidak mengganggu pengeluaran untuk membiayai kebutuhan harian. Atur juga jangka waktu pinjaman, dan perhitungkan dengan baik agar tidak memberatkan saat pembayaran angsuran.

5. Mempertimbangkan Jenis KPR

Ada banyak program KPR yang bisa Anda pilih untuk membeli rumah. Ingin memilih DP lebih ringan ada KPR konvensional, namun cicilannya tidak tetap tergantung perubahan suku bunganya. KPR syariah menawarkan cicilan yang tetap per bulannya namun uang muka biasanya lebih mahal. Ada lagi KPR subsidi untuk yang berpenghasilan Rp 4 juta ke bawah yang bisa menjadi pilihan Anda, karena DP yang diminta cukup rendah dan cicilannya yang tidak begitu memberatkan. Semua pilihan ada di tangan Anda, pilihlah yang paling sesuai kebutuhan dan keuangan yang dimiliki.

6. Join Income Perlu Dipertimbangkan

Tidak ada salahnya jika Anda dan istri menggabungkan penghasilan. Jika gaji Anda Rp 2 juta dan istri Anda Rp 1,5 juta, maka saat digabungkan sudah menjadi Rp 3,5 juta. Tentu keuangan akan menjadi lebih baik dan Anda bisa memilih KPR yang cicilannya sekitar Rp 1 jutaan. Cicilan yang lebih besar akan meringankan pembayaran uang muka sehingga Anda tidak perlu menabung terlalu lama untuk membeli sebuah rumah.

7. Pilih Developer Terpercaya

Fasilitas KPR biasanya bekerjasama dengan pihak pengembang dalam menyediakan hunian. Karena itu Anda perlu mempertimbangkan developer yang akan dipilih untuk membangun rumah Anda. Pilihlah developer yang dapat dipercaya dan memiliki rekam jejak yang baik. Karena ada beberapa developer yang tidak bertanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaanya. Jika itu terjadi pada Anda tentu Anda akan mengalami kerugian.

8. Lakukan Adaptasi Keuangan

Setelah memilih dan memutuskan untuk membeli rumah, mulailah membiasakan diri untuk terus berhemat. Tujuannya agar Anda lebih mudah dalam menyisihkan gaji untuk membayar cicilannya. Kurangi atau kalau perlu hentikan pembelian barang konsumtif yang tidak dibutuhkan. Hindari juga membeli barang jika tidak mendesak, seperti pernak-pernik atau perhiasan. Adaptasi dengan kondisi keuangan ini akan membuat Anda lebih santai mengatur pengeluaran setiap bulannya.

Bagaimana, sudah terlihat gambarannya? Memiliki rumah bukan lagi hal yang mustahil jika Anda dapat membuat perhitungan secara matang dan lebih bijak dalam mengatur keuangan. Jadi sudah siap membeli rumah KPR?

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang keiinginan punya rumah tapi gaji pas-pasan, semoga bermanfaat.



Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion
Apa itu Traveloka PayLater (Pinjaman dari Traveloka)?
Perbedaan antara Pajak dengan Bea Cukai
Kartu Kredit dengan Fasilitas Lounge di Bandara Soekarno Hatta
Pentingnya Mengenali Nasabah dalam Sektor Perbankan
Step by Step Cara Mendaftarkan Merek Dagang
Teknik untuk Mencegah Pemalsuan Uang dan Fitur yang Tidak Ada di Uang Palsu
Perbedaan Karakteristik Perusahaan Dagang dengan Perusahaan Jasa
Cara Membeli Rumah Lelang Melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
Perbedaan Kurs Referensi JISDOR vs Kurs Tengah BI


Bagikan Ke Teman Anda