Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Ini Dia Alasan-alasan Mengapa Anda Tidak Kunjung Menjadi Milyuner

Diakui atau tidak, kadang kita mudah iri dengan orang-orang yang kekayaan bersihnya sampai miliaran rupiah. Dengan sulitnya mencari pekerjaan di masa kini, kita mungkin sering berpikir kalau itu mustahil untuk dicapai.

Kita pun kaget bagaimana bisa orang-orang berpenghasilan paling rendah pun dapat menjadi kaya dalam sekejap (dengan cara yang halal, tentunya!). Padahal, inilah realitanya, yakni kita susah menjadi kaya bukan karena jumlah pendapatan akhir atau nyari pekerjaan yang susahnya minta ampun, tapi karena kita sendiri kurang dapat menggunakan apa yang kita miliki dengan baik.

Nah, masih penasaran dengan mengapa Anda tidak kunjung menjadi milyuner? Kalau poin-poin di bawah ini rasanya cukup familiar di telinga kalian, berarti (jangan-jangan) ini dia masalahnya mengapa tidak kunjung menjadi kaya seperti “tetangga sebelah”:

1. Begitu Dapat Uang Langsung Dihabiskan

Masalah pertama ini seringkali datang pada mereka yang pendapatan usaha (atau luar usaha)-nya menengah ke atas. Begitu dapat gaji tinggi, wah, seneng banget… Langsung dihabiskan semua uangnya untuk berbelanja.

Padahal, justru sikap boros seperti ini yang membuat kita menjadi terlilit berbagai macam hutang yang tidak mengenakkan di masa yang akan datang, yang ujung-ujungnya akan membuat gaji tinggi itu jadi makin mudah tersedot. Makanya, mulai sekarang, cobalah untuk menahan diri dalam mengeluarkan uang untuk biaya-biaya yang sebenarnya tidak perlu.

2. Tidak Dapat Membedakan Keinginan dan Kebutuhan

Kita tahu yang dinamakan “kebutuhan” adalah sandang, pangan, dan papan. Dari tiga kebutuhan tersebut, apakah ada hal-hal seperti Samsung, tiket nonton, dan sebagainya?

Diakui maupun tidak, dunia ini memang pandai memutarbalikkan segala sesuatu untuk membuat manusia tidak berhasil, termasuk soal mengatur prioritas hidup pada orang-orang “berpenghasilan”. Untuk mereka yang gaji atau pendapatan utamanya selalu habis namun susah mendapatkan uang tambahan, biasanya memang mereka sudah tertipu dunia untuk tidak dapat mengatur prioritas hidup dengan baik.

Karena itu supaya dapat menyusun prioritas dengan baik, solusinya adalah menabungkan beberapa porsi dari pendapatan berikutnya. Porsi atau persentase ini kemudian disesuaikan dengan saldo terakhir tabungan. Jadi, kalau saldo tabungan kecil atau tidak ada, maka, menabunglah sebanyak-banyaknya supaya ada “porsi ekstra” di saat membutuhkan.

3. Tidak Memiliki Rencana dan Tujuan yang Jelas Soal Uang

Banyak orang yang mengeluh, mengeluarkan uang itu gampangnya minta ampun, tetapi mendapatkan uang sepertinya sangat susah. Sebenarnya, mendapatkan uang tidak sesulit itu, selama kita memiliki rencana dan tujuan yang jelas, utamanya soal keuangan. Sederhananya, rencana akan memberikan gambaran langkah-langkah yang perlu kita lakukan untuk mencapai tujuan yang kita idam-idamkan.

Hal yang sama juga berlaku dalam rangka menjadi milyuner. Dalam artikel sebelumnya, kita mengenal tentang tabungan berencana sebagai salah satu produk perbankan yang dapat menolong nasabahnya untuk mencapai tujuan keuangan tertentu.

Misalnya, kita menargetkan 1 Miliar rupiah dari jumlah tabungan sekarang. Maka, kita dapat memilih produk tabungan berencana yang sesuai untuk membantu kita mencapai tujuan 1 Miliar rupiah tersebut.

Alternatifnya, kita juga dapat menabung secara manual lewat setoran tunai dengan mempertimbangkan bunga tabungan dan periode yang harus dilalui untuk mencapai 1 Miliar tersebut. Cara alternatif ini dapat kita tempuh dengan menghitung menggunakan berbagai kalkulator anuitas yang sudah banyak tersedia secara gratis di berbagai tempat.

4. Terobsesi Dengan Biaya dan Melupakan Soal Pendapatan

Kenyataan yang pahit, memang, dan perlu keberanian khusus untuk mengakuinya. Terlepas dari mau atau tidaknya kita mengakuinya, kita sering hanya berpikir mengenai biaya atau pengeluaran saja kalau ingin menjadi kaya.

Padahal, pendapatan juga merupakan elemen penting dalam menciptakan laba bersih, yang berdampak pada pertambahan saldo tabungan maupun tabungan berencana yang kita miliki. Saat ini telah banyak media yang dapat dipakai untuk memaksimalkan pendapatan, mulai dari mengambil beberapa kerja sampingan hingga transaksi semacam reksadana atau saham. Jadi, jika ada hal mudah untuk memperoleh pendapatan, mengapa harus mencari yang susah?

5. Terlalu “Bermain Aman” Dengan Tabungan

Okelah, tabungan memang media penghasil kekayaan yang aman. Kita pun dapat terus menyetorkan uang kita secara berkala dan menerima sejumlah kecil penghasilan bunga tiap bulannya. Namun, jangan salah, bunga per bulan dari bank itu sangat kecil seperti risikonya yang juga sangat minim.

Nah, di sinilah terkadang kita cenderung takut keluar dari “zona aman” tabungan kita, yang berujung pada gagalnya kita mencapai impian menjadi milyuner. Justru, seorang milyuner adalah mereka yang berani mengambil risiko apapun demi mendapat imbal hasil pada tingkat tertentu, di saat yang sama mereka memperhitungkan waktu tabungan dengan strategis sesuai kebutuhan.

Karena keberanian itulah, maka para milyuner yang sudah berhasil seperti sekarang memulainya dengan membeli saham dari tabungan mereka. Mereka juga rela menunggu sesuai dengan periode yang ditentukan, karena toh, pasar itu punya tren naik-turunnya sendiri dan kalau kita sabar untuk tidak buru-buru menjual juga saham itu bisa menghasilkan return yang berlipat ganda dari harga beli asal.

Sebagai tambahannya, mereka juga mengalokasikan aset mereka di berbagai tempat, sehingga ketika satu tempat sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, mereka masih memiliki kekayaan yang tersimpan di beberapa tempat lainnya. Ujung-ujungnya ketika mereka pensiun atau butuh dana darurat dalam jumlah besar pun, mereka masih memiliki harta berlebih.

6. Anda Pikir Itu Mustahil

Ini dia akar dari segala alasan mengapa tidak kunjung menjadi milyuner. Bagaimanapun juga, kegagalan kita untuk mencapai tujuan ujung-ujungnya disebabkan dari diri kita sendiri, yakni kita berpikir mustahil mencapai impian kita.

Ada bermacam-macam manifestasi pikiran mustahil, misalnya terus-menerus mencicil untuk berbagai macam tujuan karena merasa susah mendapatkan uang miliaran rupiah dalam waktu singkat. Hal ini terjadi khususnya bagi kita yang baru memiliki kartu kredit, di mana cicilan awal bisa saja cicilan belanja kartu kredit, lalu menjadi KPR, ada juga cicilan emas, cicilan motor, dan lain-lain… Lama kelamaan bukan uang yang bekerja untuk kita, tapi kita yang menjadi budak uang (dan hutang cicilan).

Makanya, pikiran mustahil mendapatkan uang miliaran rupiah itu harus dibuang jauh-jauh. Membuang pikiran mustahil ini bisa dimulai dari meningkatkan porsi tabungan tiap periodenya. Mulailah dari 5 atau 10% dari pendapatan, kemudian tingkatkan lagi dan lagi. Lama-lama, kita juga akan melihat saldo akhir tabungan yang tahu-tahu jumlahnya miliaran, bahkan triliunan. Masih berpikir itu mustahil?

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang alasan-alasan tidak kunjung menjadi milyuner, semoga bermanfaat.



Tip Mengelola Keuangan untuk Mahasiswa
Ini Pentingnya Personal Finance! Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi
Bagaimana untuk Menjadi Kaya?
Tip Mengatur Keuangan untuk Keluarga Muda
Langkah-langkah Mempersiapkan Dana Pernikahan Agar Kantong Tidak Jebol
Apa Itu Hedonisme dan Mengapa Tak Baik untuk Keuangan Keluarga
Ingin Menjadi Semakin Produktif? Berikut Tipsnya!
Cara Mengatur Keuangan Bagi Anak Kost
10 Langkah untuk Menjadi Kaya
Perencanaan Keuangan untuk yang Baru Saja Menikah


Bagikan Ke Teman Anda