Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Jangan Investasi pada Hal Berikut!

Saat ini semakin banyak saja program investasi yang di tawarkan baik itu investasi berupa uang ataupun investasi properti. Program tersebut ada yang memang menguntungkan adapula yang sebenarnya tidak menguntungkan.

Dalam berinvestasi kita berharap nilai uang kita akan naik. Bila kita membeli sebuah barang, kita berharap beberapa tahun lagi harganya akan naik berkali-kali lipat. Bila barang tersebut dijual lagi harganya malah turun, tentunya itu bukan investasi.

Beberapa hal di bawah ini terlihat seperti investasi tetapi nyatanya bukan.

1. Cryptocurrency

Jenis investasi yang pertama yang terlihat seperti investasi tetapi nyatanya bukan adalah cryptocurrency. Banyak orang yang sudah salah mengartikan tentang uang elektronik satu ini dan menganggap bahwa cryptocurrency merupakan sebuah sistem investasi.

Cryptocurrency seperti money games, susah ditebak arahnya, yang punya uang banyak dapat mengendalikan pergerakan harga, dan mengambil profit dalam pergerakan harga singkat.

Selain itu, tidak ada yang menggunakan cryptocurrency untuk membeli barang secara real karena ongkos transaksinya bisa jadi lebih mahal dari harga barangnya. Coba bayangkan membeli ayam goreng 20 ribu, tetapi ongkos transaksi 100 ribu.

Yang mengambil keuntungan cryptocurrency biasanya para pencuci uang untuk mentransfer uang hasil kejahatannya; para penambang (miner) yang mengharapkan ongkos transaksi; para trader yang berjudi pada naik turunnya harga cryptocurrency.

Bagi Anda yang belum tahu benar tentang cara kerja cryptocurrency sebaiknya Anda menghindari ikut serta dalam permainan uang ini.

2. Kendaraan

Bagi sebagian orang mungkin berfikiran bahwa berinvestasi dengan kendaraan seperti kapal atau mobil mewah merupakan sebuah investasi yang menguntungkan.

Tetapi pemikiran ini adalah salah besar karena membeli kendaraan kemudian dijual lagi itu bukan sebuah investasi, mengingat harga kendaraan yang mudah sekali mengalami penurunan.

Ketika kendaraan keluar dari dealer, maka kendaraan tersebut adalah kendaraan bekas. Anda tidak bisa menjual lagi sebagai barang baru. Walaupun baru dipakai sehari, bila dijual lagi harganya akan jatuh, karena sudah termasuk kendaraan bekas.

Belum lagi jika dalam kurun waktu yang lama maka sparepart kendaraan akan banyak yang mengalami kerusakan sehingga Anda perlu mengeluarkan uang lagi.

Kenapa membeli kendaraan mewah bukan investasi, karena harganya turun seiring dengan waktu.

3. Timeshare Hotel

Pernah lihat investasi di hotel dengan harga sekian ratus juta, dan anda dapat satu kamar hotel? Anda dibebaskan menginap selama beberapa hari di kamar hotel tersebut tanpa bayar?

Ya anda akan diperkenankan menginap selama beberapa hari dalam setahun, selamanya, bila anda membeli kepemilikan hotel tersebut. Itulah yang dinamakan investasi timeshare.

Jadi teorinya selama setahun, waktu menginap di kamar tersebut akan dibagi ke investor lainnya.  Teorinya anda akan diperkenankan menginap bebas selama beberapa hari di hotel pinggir laut di Bali. Investor lain pun akan diperbolehkan menginap di kamar tersebut selama beberapa hari selama belum ada yang menempati.

Namun kenyataannya, anda akan kesulitan memperoleh kamar tersebut pada waktu peak season. Coba saja kalau tidak percaya! Pihak pengelola hotel, yang punya saham timeshare juga, pada peak season akan memilih menyewakan ke penyewa lain yang membayar lebih daripada ke pemegang saham timeshare.

Selain itu pembeli timeshare akan dikenakan biaya maintenance yang akan naik setiap tahunnya. Setelah dihitung-hitung, biaya menginap di hotel biasa, akan lebih murah daripada biaya maintenance dan biaya kepemilikan saham timeshare hotel.

Terus dengan keadaan seperti itu, tentu saja kita akan kesulitan menjual porsi saham timeshare di kemudian hari. Kalaupun ada yang mau, pasti mereka akan menawar dengan harga rendah.

Kenapa timeshare bukan investasi, karena timeshare tidak menghasilkan uang. Anda tidak akan mendapat uang sewa, tetapi malah membayar maintenance fee.

4. Tabungan pendidikan

Tabungan pendidikan hampir sama dengan tabungan biasa, bedanya tabungan pendidikan ini sifatnya setoran wajib dan Anda harus melakukan setoran setiap bulannya dengan nominal uang yang sudah di tentukan oleh bank, selama jangka waktu tertentu.

Banyak yang mengira bahwa tabungan pendidikan merupakan sebuah investasi tetapi anggapan ini keliru. Uang Anda memang akan bertambah sesuai dengan yang Anda bayarkan setiap bulannya. Namun  anda tidak akan mendapat keuntungan dari uang yang Anda keluarkan.

Mengapa tabungan pendidikan bukan investasi, karena uang anda akan tergerus inflasi. Memang tabungan pendidikan ada bunganya, bunganya lebih tinggi dari tabungan biasa, tetapi lebih rendah daripada deposito. Bunga deposito saja sudah sulit mengejar inflasi apalagi tabungan dengan bunga di bawah deposito.

Ditambah lagi kenaikan biaya pendidikan pertahunnya lebih tinggi dari inflasi tahunan.  Kalau kenaikan biaya pendidikan 8% per tahun, inflasi per tahun 7%, sedang tabungan pendidikan anda hanya berbunga 6%; tentunya imbal baliknya jauh dari yang diharapkan.

5. Ikut serta dalam bisnis teman

Teman Anda memiliki ide untuk membuat sebuah bisnis dan Anda tertarik untuk ikut serta di dalamnya. Kemudian anda membantu modal untuk membuat bisnis tersebut. Itu bukan suatu pemikiran yang salah.

Membantu seorang teman memang hal yang baik, tetapi yang harus Anda ingat bantuan modal yang Anda keluarkan itu bukanlah sebuah investasi.

Jangan berharap muluk-muluk bila berinvestasi pada teman anda. Anda tidak bisa berharap akan adanya kembalian uang yang lebih ketika teman Anda mengembalikan uang modal yang Anda berikan.

Ada dana yang dikembalikan saja sudah untung. Yang ada, bisa jadi teman anda malah ngemplang dan kabur. Jadi jangan berharap pada bisnis teman.

6. Rumah kreditan yang anda tempati

Investasi properti dalam bentuk rumah memang menjadi salah satu jenis investasi yang sangat menguntungkan. Tetapi berbeda halnya jika Anda memilih investasi dalam bentuk rumah kreditan yang anda tempati.

Mengapa rumah kreditan yang ditempati bukan investasi, karena Anda harus memiliki uang yang cukup banyak untuk membayar angsuran rumah setiap bulannya. Bila nunggak siap-siap saja anda diusir dari rumah anda.

Selain harus membayar uang angsuran, tiap bulan anda akan keluar uang untuk maintenance rumah seperti biaya listrik, biaya air, iuran komplek, dll.

Memang rumah anda akan akan naik harganya tiap tahunnya. Tetapi memangnya rumah anda mau dijual? Lalu mau tinggal di mana? Mau beli rumah baru lagi? Malah keluar duit untuk kredit rumah baru.

Lalu kalau bukan investasi apa dong? Rumah yang anda tempati, anggap saja pengeluaran bulanan. Karena memang nyatanya anda keluar uang tiap bulan agar bisa menempatinya.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang investasi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Mengapa Membeli Emas Sekarang?
Tips Menghindari Penipuan Investasi
Investasi Apa yang Cocok Saat Rededominasi?
Investasi Bodong? Laporkan ke Satgas Waspada Investasi!
Apa Pertimbangan Sebelum Berinvestasi?
Mana yang Lebih Untung, Investasi Emas atau Reksa Dana?
Bagaimana Anak Muda Harusnya Menginvestasikan Uangnya?
Ciri-ciri Investasi Skema Ponzi
7 Tip Perencanaan Keuangan Pribadi dan Investasi
Untung Rugi Investasi Bitcoin


Bagikan Ke Teman Anda