Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Kelebihan Deposito dan Bagaimana Cara Menghitung Bunganya

#deposito #kelebihan

Selain untuk menyimpan tabungan, institusi perbankan juga memiliki instrumen lain yang sering digunakan oleh nasabah. Antara lain giro, deposito, kredit, dan layanan jasa yang pasti sudah familier di telinga Anda seperti transfer, pembayaran tagihan bulanan, dan pembelian lainnya.

Di sini kami akan mencoba mengupas salah satu di antaranya, yaitu deposito. Menurut UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan Indonesia, “Deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpanan bank.”

Nasabah dapat menentukan sendiri berapa lama uangnya diletakkan dalam program deposito. Jangka waktunya disebut dengan tenor dan lama penyimpanan ini nantinya akan memengaruhi besaran suku bunga yang diberlakukan pada uang yang disimpan oleh nasabah.

Selain berguna sebagai tabungan, uang yang Anda masukkan dalam program deposito dapat pula dijadikan sebagai investasi. Mengapa? Karena menyimpan uang dalam bentuk deposito memiliki keuntungan tersendiri bila dibandingkan dengan menyimpan uang dalam bentuk tabungan biasa dan dapat bermanfaat bagi Anda dalam jangka panjang.

Kelebihan Deposito

1. Bunga kompetitif

Keuntungan deposito satu ini adalah salah satu faktor pertimbangan penting bila Anda ingin menggunakannya sebagai sarana investasi. Bila dibandingkan dengan tabungan biasa, deposito memiliki bunga yang lebih tinggi.

Bila bank lain memberikan bunga yang rendah, rata-rata sekitar 2%, dan biasanya akan habis untuk biaya admnistrasi bulanan akun Anda, maka deposito mempunyai nilai unggul. Suku bunga deposito terendah suatu bank dengan tenor satu bulan saja menawarkan angka hingga 4,75%. Jumlah uang yang sama di bank tersebut namun dengan tenor 3 bulan, bunganya mencapai 5%.

Semakin besar jumlah uang yang Anda depositokan dan semakin panjang tenornya, maka bunga deposito juga akan semakin tinggi. Namun dari angka yang kami sebutkan di atas, perbedaannya cukup berarti, bukan?

2. Risiko rendah

Investasi berupa reksadana, saham, obligasi, forex, dan valuta asing akan terdampak oleh gejolak pasar, demikian pula dengan investasi berupa properti dan emas. Sedangkan deposito nilainya hampir tidak terganggu oleh gejolak pasar sehingga nilainya stabil. Sehingga bila dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, deposito cenderung aman karena memiliki risiko yang rendah.

Mengingat risikonya yang rendah, maka wajar rasanya bila hasil yang didapatkan dari bunga deposito lebih kecil ketimbang dari instrumen investasi yang telah kami sebutkan di atas. Sehingga faktor ini pun harus Anda pertimbangkan baik-baik.

3. Terjamin

Berkaitan dengan poin sebelumnya, yakni nilai deposito yang stabil, hal ini disebabkan oleh jaminan yang diberikan oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Suku bunga yang tetap pun merupakan bagian dari jaminan yang diberikan oleh LPS. Sehingga Anda tidak perlu khawatir karena bunga yang Anda dapatkan pun tidak akan turun bila ada gejolak pasar.

Namun Anda perlu memerhatikan bahwa perlindungan LPS ini memiliki syarat, yaitu jumlah uang yang disimpan dalam deposito tidak melebihi Rp2 miliar (batas jaminan LPS) dan bunga deposito pun tidak boleh lebih tinggi dari bunga jaminan LPS.

4. Akses mudah

Bunga dari deposito pun mudah untuk diakses. Pendapatan dari bunga ini dapat ditarik tunai dalam jangka waktu tertentu, dapat pula ditransfer atau disetorkan ke rekening tabungan Anda atau orang rekening lain. Bila Anda ingin menginvestasikannya kembali, hal ini juga mungkin dengan adanya sistem Automatic Roll Over, sehingga akan menjadi compound interest atau bunga majemuk.

Namun tidak demikian dengan penarikan uang yang didepositokan, sebab telah ada perjanjian di awal. Sehingga uang yang masuk dalam deposito tidak dapat serta merta diambil atau dicairkan, dengan kata lain ia tidak sefleksibel bila disimpan dalam bentuk tabungan.

Cara menghitung bunga deposito

Bila Anda tertarik dengan bentuk investasi yang satu ini namun masih ragu dengan keuntungannya, kami akan mencoba memberikan simulasi penghitungan deposito dengan rumus sebagai berikut:

Bunga Deposito = (Jumlah uang x Bunga per tahun) x Tenor dalam bulan / 12

Semisal Anda memiliki dana sebesar Rp150.000.000,00 dan akan diinvestasikan dalam bentuk deposito dengan tenor 12 bulan. Sesuai dengan jumlah uang dan tenor yang Anda pilih maka Bank X akan memberikan bunga deposito sebesar 6,75%. Sehingga bila dimasukkan ke dalam rumus menjadi:

Bunga Deposito = (150000000 x 6,75%) x 12 / 12

Jumlah total uang yang Anda dapatkan setelah 12 bulan adalah Rp150.000.000 + Rp10.125.000 = Rp160.125.000.

Anda perlu memerhatikan bahwa setiap bank memiliki ketentuan dan besaran bunga yang berbeda, sehingga ada baiknya Anda membandingkan terlebih dahulu bunga deposito yang ditawarkan antara satu bank dan lainnya untuk memaksimalkan dana yang ingin Anda investasikan.

Bagi Anda yang sedang berpikir untuk mulai berinvestasi, tidak ada salahnya memertimbangkan deposito sebagai sarana investasi. Deposito cenderung mudah dipahami dan memiliki risiko yang sangat rendah, sehingga amat cocok untuk investor pemula. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang kelebihan deposito dan cara menghitung bunganya, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Pilih Mana Tabungan Rencana atau Deposito?
Apa Itu Deposito?
Lebih Baik Memilih Deposito atau Reksadana?
Manfaat Menyimpan Uang dalam Bentuk Deposito
Teori Keunggulan: Teori Adam Smith Vs Teori David Ricardo
Untung Rugi Praktik Dumping dalam Perdagangan Internasional
Analisis CAMEL untuk Kesehatan Perbankan
Kisah dan Pengalaman Orang-Orang Kaya yang Jatuh Miskin
Kebiasaan ini Dapat Menurunkan Harga Diri Anda!
Mengapa Sisa Makanan di Retoran Dibuang? Mengapa Tidak Disumbangkan?


Bagikan Ke Teman Anda