Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Keunggulan Kartu ATM dengan Teknologi Chip

#chip #kartu ATM

Sebagai perusahaan berbasis Fintech (Financial Technology), perbankan dituntut untuk mampu menjamin keamanan simpanan sekaligus transaksi para nasabah. Tuntutan tersebut diwujudkan oleh perbankan dengan memberikan sistem pengamanan pada setiap produk dan jasa yang ditawarkannya. Salah satunya adalah fasilitas kartu debit atau yang disebut juga sebagai kartu ATM.

Kartu ATM merupakan fasilitas yang diberikan oleh bank kepada nasabah atas pembukaan rekening tabungan. Fungsinya untuk memudahkan nasabah bertransaksi secara real time online kapan saja dan di mana saja. Dengan kartu ATM, nasabah bisa dengan mudah melakukan transaksi perbankan baik setor tunai, tarik tunai, transfer, membeli pulsa ponsel, membayar tagihan listrik, air, dan telepon, serta jenis transaksi keuangan lainnya.

Keberadaan kartu ATM harus diakui memang menguntungkan dan memudahkan nasabah dalam bertransaksi kapan pun dan di mana pun. Sementara bagi lembaga bank sendiri, fasilitas kartu ATM yang diberikan kepada nasabah dapat mengurangi antrian. Bahkan, pihak bank secara sengaja mengarahkan nasabah untuk bertransaksi menggunakan kartu ATM.

Menyadari risiko penggunaan kartu ATM, Bank Indonesia (BI) selaku pemegang otoritas tertinggi dalam industri perbankan memberlakukan aturan berkenaan dengan keamanan kartu ATM. Dulu kartu ATM menggunakan teknologi pita magnetik (magnetic stripe) sebagai sistem keamanannya. Namun, sejak tahun 2011 BI mengeluarkan Surat Edaran (SEBI) yang mengatur implementasi teknologi chip dan penggunaan PIN (Personal Identification Number) pada kartu ATM. Ketentuan tersebut ditindaklanjuti oleh lembaga-lembaga bank secara bertahap. Oleh sebab itu, tak perlu heran jika saat ini terdapat kartu ATM yang sudah mengadopsi teknologi chip dan masih ada pula yang menggunakan teknologi pita magnetik.

Teknologi chip yang ditanam dalam kartu ATM dinilai lebih aman dibandingkan dengan pita magnetik. Selain keamanan, ada banyak kelebihan lain yang dimiliki oleh teknologi chip. Berikut kelebihan kartu ATM dengan teknologi chip.

  • Transaksi lebih aman

Tak bisa dipungkiri bahwa kartu ATM rawan terhadap tindak kejahatan, baik pembobolan rekening maupun pencurian data nasabah. Tindak kriminal tersebut jelas merugikan nasabah dan merusak reputasi juga kredibilitas bank. Tak hanya oleh pihak eksternal, bahkan ancaman pembobolan rekening bisa datang dari oknum internal bank sendiri. Oleh sebab itulah, lembaga perbankan dituntut untuk senantiasa meningkatkan sistem keamanannya agar nasabah dapat menyimpan dananya secara aman dan bertransaksi dengan aman pula.

Teknologi pita magnetik dan penggunaan PIN pada kartu ATM ternyata tak cukup aman untuk menyimpan data dan transaksi nasabah. Faktanya masih terjadi tindak kriminal perbankan berupa pencurian data nasabah yang disebut dengan skimming. Para pelaku kriminal memasang alat khusus yang disebut sebagai skimmer pada mesin ATM dan EDC (Electronic Data Capture). Alat tersebut berfungsi untuk menyalin data nasabah yang tersimpan pada pita magnetik kartu ATM, termasuk nomor PIN yang diketikkan nasabah pada mesin ATM atau EDC.

Data nasabah yang telah tersalin tersimpan pada alat skimmer. Selanjutnya para pelaku kriminal skimming ini membuat kartu ATM baru dengan data nasabah yang telah dicurinya. Oleh sebab itulah, pelaku bebas menguras habis dana nasabah yang tersimpan di bank, tanpa diketahui bahkan disadari oleh nasabah itu sendiri dan bank terkait. Kejahatan ini baru diketahui setelah nasabah menyadari tabungannya berkurang bahkan terkuras habis, padahal tidak merasa melakukan transaksi apapun.

Lemahnya teknologi pita magnetik pada kartu ATM dikarenakan tidak dilengkapi dengan kode rahasia atau enkripsi data, sehingga data nasabah yang tersimpan di dalamnya mudah terbaca oleh semua alat pembaca pita magnetik. Atas tindak kejahatan skimming ini, sebenarnya pihak bank telah melakukan antisipasi dengan memasang alat anti skimmer pada mesin ATM dan EDC. Sayangnya, belum mencakup semuanya dikarenakan saking banyaknya mesin ATM dan EDC yang tersebar di berbagai titik di seluruh penjuru tanah air. Sebab itulah kejahatan skimming masih dimungkinkan terjadi.

Tak hanya memasang alat anti skimmer, pihak bank juga memberikan tips kepada para nasabahnya untuk mencegah terjadinya kejahatan skimming. Beberapa di antaranya adalah mengubah nomor PIN secara berkala, menutup tangan saat mengetikkan PIN baik di mesin ATM atau EDC ketika bertransaksi, dan menggunakan lebih dari satu jari saat mengetikkan nomor PIN.
Berbeda dengan pita magnetik, teknologi chip telah memiliki enskripsi sehingga mampu melindungi kerahasiaan data nasabah yang tersimpan di dalamnya.

Dengan begitu, data nasabah dapat terhindar dari pencurian. Artinya, kartu ATM dengan teknologi chip kecil kemungkinan untuk dipalsukan.

  • Kapasitas penyimpanan data lebih besar

Dalam setiap kartu ATM jelas tersimpan data diri nasabah yang menghubungkannya pada produk tabungan bank yang dimilikinya. Tak hanya data nasabah, pada kartu ATM juga tersimpan data transaksi yang dilakukan oleh nasabah. Sebab itulah, teknologi penyimpanan yang terpasang pada kartu ATM harus memiliki kapasitas yang cukup besar.

Apa pentingnya kapasitas penyimpanan data pada kartu ATM? Kapasitas penyimpanan yang besar pada kartu ATM salah satunya akan mempengaruhi kecepatan dalam bertransaksi. Dengan adanya ruang penyimpanan yang cukup luas, maka data yang tersimpan di dalam kartu ATM dapat dengan lebih mudah dibaca oleh mesin ATM atau EDC. Sebaliknya, jika kapasitas penyimpanan terbatas sehingga penuh sesak dengan data yang tersimpan di dalamnya, maka proses pembacaan data oleh mesin ATM dan EDC membutuhkan waktu yang lebih lama.

Teknologi chip pada kartu ATM lebih unggul dari pita magnetik karena memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Selain mampu menampung atau menyimpan data lebih banyak, proses transaksi juga lebih cepat.

  • Nominal transaksi lebih besar

Kartu ATM yang telah dilengkapi teknologi chip akan menguntungkan bagi nasabah yang sering melakukan transaksi perbankan. Dengan teknologi chip, nominal transaksi yang bisa dilakukan oleh nasabah lebih tinggi. Jika pada kartu ATM berpita magnetik, nasabah hanya bisa menarik tunai maksimal Rp 10 juta per hari, maka pada kartu ATM dengan chip meningkat lebih banyak menjadi Rp 15 juta per hari. Tak hanya nominal tarik tunai saja yang mengalami peningkatan, tetapi juga nominal transfer. Jika sebelumnya hanya sebesar Rp 25 juta per hari, kini nasabah pemegang kartu ATM dengan teknologi chip dapat mentransfer sebesar Rp 50 juta per hari.

Jika dicermati memang ada perbedaan antara nominal tarik tunai dengan transfer, di mana nominal transfer per hari lebih besar dibandingkan tarik tunai. Hal ini tentu bukan tanpa alasan, pihak bank ingin mengarahkan nasabah untuk lebih banyak melakukan ransaksi non-tunai sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.

Setiap teknologi baru umumnya menjadi penyempurnaan dari teknologi yang telah ada sebelumnya. Demikian pula dengan teknologi chip pada kartu ATM yang ‘menyempurnakan’ atau setidaknya menjadikannya lebih baik dari teknologi pita magnetik baik dari sisi sistem keamanan, kapasitas penyimpanan data, maupun nominal transaksi.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang keunggulan kartu ATM dengan teknologi chip, semogfa bermanfaat bagi Anda semua.



Jika Kartu ATM Sudah Expired, Apa yang Harus Dilakukan?
Kartu ATM Tertelan? Lakukan Ini jika ATM Tertelan di Mesin!
Ragam Kartu ATM BRI dan Syarat Pembuatannya
Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion
Apa itu Traveloka PayLater (Pinjaman dari Traveloka)?
Perbedaan antara Pajak dengan Bea Cukai
Kartu Kredit dengan Fasilitas Lounge di Bandara Soekarno Hatta
Pentingnya Mengenali Nasabah dalam Sektor Perbankan
Step by Step Cara Mendaftarkan Merek Dagang
Teknik untuk Mencegah Pemalsuan Uang dan Fitur yang Tidak Ada di Uang Palsu


Bagikan Ke Teman Anda