Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Mengapa Appraisal KPR Rumah Rendah?

#appraisal KPR rumah rendah #tip KPR

Pengajuan kredit kepemilikan rumah merupakan salah satu cara yang sering ditempuh untuk memiliki rumah. Meski demikian pengajuan KPR mempunyai syarat-syarat tertentu agar dapat lolos dalam pengajuannya. Pada prosedur atau tahapan dalam pengajuan KPR ada tingkatan penilaian pemohon atau biasa disebut dengan appraisal, sering pemohon mendapatkan penilaian harga rumah dengan harga yang rendah.

Pada tahapan ini pihak bank akan benar-benar melakukan pengecekan dan perhitungan terhadap data dan kondisi fisik rumah yang akan kita beli. Pihak bank akan melakukan pengecekan secara nyata dengan mengunjungi obyek secara langsung. Selain itu bank juga akan melakukan kalkulasi secara finansial terhadap nilai dan kemungkinan harga obyek dalam kurun waktu beberapa tahun kedepan. Selain kondisi fisik bank juga akan melakukan pengecekan administrasi rumah dan surat-surat dari rumah ayang akan kita beli, hal ini biasanya hanya berlaku untuk rumah bekas.

Nilai appraisal yang rendah tentunya akan sering mendapat penolakan dari pihak bank manapun. Betapa tidak karena sitem atau metode yang digunakan antara bank yang satu dan lainnya relatif sama. Lalu bagaimana untuk meningkatkan appraisal pengajuan kredit kepemilikan rumah agar mempunyai nilai yang tinggi. Berikut beberapa hal yang perlu kita ketahui sebelumnya.

1. Perhatikan Lokasi Perumahan

Apabila kita akan membeli rumah baru ataupun rumah bekas, perhatikan lokasi dari rumah tersebut. Rumah yang memiliki lokasi strategis tentunya akan memilki nilai appraisal yang cukup tinggi. Rumah yang terletak dengan akses jalan, terletak dengan akses keramaian dan juga mungkin terletak dipusat kota akan menjadi nilai tawar bagi kita untuk mendapatkan nilai appraisal yang cukup tinggi.

2. Rawan Bencana Alam

Setelah penilaian dari sisi letak yang strategis, penilaian yang kedua adalah penilaian bank akan rawannya terjadinya bencana alam. Daerah yang dekat dengan sungai atau daerah yang rawan terkena longsor misalnya akan menjadi pertimbangan bagi bank terhadap nilai rumah yang akan kita ajukan. Sebelum membeli rumah perhatikan apakah rumah yang akan kita beli dekat dengan sungai dan perhatikan irigasi dari sungai yang berada disekitar rumah yang akan kita beli, apabila rumah kita dekat dengan sungai. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi nilai appraisal kita karena semakin rawan terkena banjir, maka nilai jual rumah kita juga akan semakin rendah tentunya.

3. Perhatikan Tempat Pembuangan Sampah

Selain rawan dari bencana dan akses atau lokasi strategis. Pihak perbankan juga akan menilai rumah kita dari tempat pebuangan limbah yang akan kita hasilkan sehari-hari. Rumah dengan jarak yang terlalu dekat dengan tempat pembuangan sampah akan memiliki nilai yang lebih rendah, bagaimana tidak dengan jarak yang berdekatan dengan TPS akan mengakibatkan bau tak sedap yang akan masuk kerumah kita. Tentu saja hal ini akan dapat menimbulkan ganguan polusi udara bagi penghuninya. Secara otomatis hal ini dapat menjadikan rumah kita menjadi rumah yang memiliki harga jual yang rendah.

4. Rumah Dekat dengan Pantai

Bagi beberapa orang rumah yang dekat dengan pantai adalah hal yang menyenangkan, kita dapat menikmati pemandangan alam yang indah setiap harinya. Akan tetapi bertolak belakang dengan penilaian para pemberi kredit atau pihak bank, pihak bank cenderung menghindari dan menilai rendah rumah yang dekat dengan pantai. Selain rawan terjadi erosi oleh air laut terkena bencana tsunami adalah salah satu penyebab kenapa pihak bank menilai rendah harga rumah yang terletak dekat atau dipinggir pantai.

5. Rumah yang Terletak di DAS (Daerah Aliran Sungai)

Daeah aliran sungai (DAS) merupakan daerah rawan selanjutnya yang merupakan penyebab nilai rumah menjadi rendah. Pihak bank akan memperhitungkan benar-benar jika rumah yang akan kita beli dekat dengan sungai. Selain rawan akan terjadinya bencana, rumah dekat dengan aliran sungai rawan terkena peraturan daerah yang mengharuskan kita untuk memberi banyak ruang untuk aliran sungai dan juga larangan mendirikan bangunan di area sungai.

6. Masuk kedalam Ruang Tata Kota

Penilaian selanjutnya adalah rumah yang kita beli masuk kedalam perencanaan tata kota. Setiap kota pasti mempunyai sebuah perencanaan pengembangan kedepan, baik itu 5 ataupun 25 tahun kedepan. Jika rumah kita masuk kedalam daftar atau pemetaan dalam ruang tata kelola kota maka bisa jadi rumah kita akan terkena sanksi dan peraturan yang mewajibkan larangan dalam pendirian bangunan. Resiko terbesar adalah membongkar bagunan tersebut.

7. Kondisi Fisik Rumah

Hal yang terakhir adalah kondisi fisik rumah yang akan kita beli. Pihak bank akan menilai rumah yang akan kita beli dengan kondisi fisik saat sekarang. Kondisi fisik ini meliputi kondisi fisik cat, tembok atau juga atap dan lain sebagainya. Biasanya kondisi rumah yang sudah mengalami renovasi akan mempunyai appraisal yang tinggi. Bank akan menghitung dari kapan terakhir kali rumah mengalami renovasi. Semakin pendek jarak waktu renovasi rumah tersebut dari waktu pegajuan maka akan semakin tinggi pula nilai appraisal dari rumah tersebut.

Demikian beberapa hal yang dapat kita perhatikan untuk mendapatkan penilaian tertinggi dari pihak bank. Ada baiknya kita juga melakukan konsultasi kepada rekan atau kerabat yang lebih memahami masalah properti atau yang lebih memahami seputar mutu bangunan, sehingga dapat memberikan pertimbangan yang obyektif.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang appraisal KPR rumah rendah, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Syarat Umum Pengajuan KPR
KPR Konvensional Vs KPR Syariah, Apa Perbedaannya?
Trik Mempercepat Pelunanasan KPR
Mengajukan KPR Rumah Indent
Sebaiknya Ambil KPR Tenor Pendek atau KPR Tenor Panjang?
Bank Menyita Rumah KPR, Apa yang Harus Dilakukan?
Seputar KPR Mandiri
Dana KTA Dijadikan DP KPR?
Apa itu Loan to Value (LTV) KPR?
Adakah KPR untuk PNS? Apa syaratnya?


Bagikan Ke Teman Anda