Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Mengapa Generasi Milenial Tidak Disukai Generasi Sebelumnya? Ini Alasannya

Jaman banyak berubah. Teknologi telah mengubah kultur sedemikian rupa sehingga generasi milenial sepenuhnya berbeda dengan generasi sebelumnya. Ada titik dimana muncul keraguan di tengah generasi sebelumnya akan masa depan – masa depan apapun – di tangan generasi milenial. Apapun pendapat generasi tua alias generasi baby boomers terhadap generasi milenial, mayoritas berbau skeptisisme dan nyaris putus harapan.

Rata-rata menyatakan bahwa generasi milenial adalah generasi yang rusak secara mental, dalam artian memiliki kekuatan mental sangat rendah, serta sepenuhnya tergantung teknologi dan enggan mengasah keterampilan yang melibatkan aktifitas manual.

Apakah selalu demikian? Apakah generasi milenial selalu lemah tapi banyak tingkah?

Apapun itu, salah satu keluhan terbesar perihal generasi milenial adalah etos kerjanya serta pendekatan mereka terhadap karir. Generasi baby boomers harus menapaki tangga demi tangga di perusahaan agar tiba di titik otonomi, kekuasaan dan kebebasan tertentu yang didambakan pula oleh generasi milenial tanpa merasa perlu bersusah payah meraihnya.

Padahal, generasi milenial merupakan generasi yang sepenuhnya didorong dan termotivasi oleh tujuan dan mencari karir atau pekerjaan yang mampu memuaskan mereka secara personal, bukan hanya secara finansial. Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi milenial enggan menerima dunia dimana Anda menjadi budak di tempat kerja hanya demi segepok uang. Norma semacam ini telah menjadi pegangan generasi baby boomers selama beberapa dekade.

Keinginan dan pola pikir semacam ini sebenarnya normal adanya. Tapi, generasi sebelumnya memandang bahwa hal itu menggelikan. Mereka memandang generasi milenial banyak tingkah, naif, dan juga terlampau idealis.

Jika mau dipikir, permasalahannya tak hanya terletak di generasi milenial, tapi juga generasi baby boomers. Sebagian mengatakan bahwa generasi sebelumnya pada dasarnya iri karena tidak pernah mendapatkan kesempatan sebagaimana yang dimiliki oleh generasi milenial saat ini.

Tapi, sebenarnya, apa, sih, yang membuat generasi sebelumnya tidak menyukai generasi milenial? Artikel ini berupaya mengulas jawabannya untuk Anda, dan berikut adalah jawabannya.

  • Generasi sebelumnya belajar untuk berkorban demi pekerjaan dengan gaji yang bagus, sementara generasi milenial mengharapkan dan mendapatkan keduanya

Adalah hal yang sulit diterima nalar, sebenarnya, ketika generasi sebelumnya heran dengan keinginan generasi milenial yang banyak memprioritaskan kesenangan di tempat kerja. Amarah yang muncul sebenarnya lebih karena rasa kehilangan yang dimiliki generasi baby boomers; dimana satu-satunya yang hilang dari generasi tersebut adalah peluang untuk bersenang-senang atau menikmati kesenangan.

Generasi baby boomers harus rela melakukan pekerjaan yang tidak mereka sukai sepanjang rentang waktu karir mereka karena mereka yakin bahwa bekerja hanyalah satu-satunya peluang yang bisa mereka jalani agar bisa membayar berbagai tagihan. Bagi mereka, kesenangan dan waktu luang hanya bisa dicapai setelah pekerjaan dan tugas kelar.

Yang menjadi permasalahan utama di sini adalah rasa marah yang muncul di generasi lebih tua sebenarnya pertanda dari rasa sakit hati yang mendera karena menjalani karir yang tak memuaskan dan harus mengorbankan kesenangan sejati hanya karena harus bekerja bagai budak belian.

  • Generasi milenial tidak takut mengkomunikasikan apa yang mereka inginkan di tempat kerja

Tak banyak yang meyakini bahwa adalah sifat dasar manusia untuk menikmati pekerjaan yang mereka lakukan. Sebagian psikolog bahkan menyatakan bahwa manusia yang menganggur tidak akan bahagia dan manusia akan berada titik kebahagiaan tertinggi jika mereka bekerja, bukan saat berleha-leha di tepi pantai. Mereka mengatakan bahwa pekerjaan dan karir terbaik akan membawa manusia pada kepuasan tertinggi dan pengalaman yang paling optimal. Pada titik inilah keistimewaan generasi milenial berada. Mereka sadar bahwa mereka bisa memberi arti lebih pada perusahaan jika mereka menikmati apa yang mereka lakukan. Mereka hanya manusia biasa, tidak berbeda dari yang lain.

Perbedaannya terletak pada fakta bahwa generasi ini bersedia mengkomunikasikan apa yang mereka inginkan agar mendapatkan apa yang mereka dambakan di tempat kerja. Kenyataan ini bertolak belakang dengan generasi sebelumnya, yang harus menekan keinginan mereka daripada harus mengatakannya. Tak mengherankan jika generasi baby boomers banyak yang menderita di tempat kerja dan merasakan bahwa bekerja itu banyak pahitnya ketimbang rasa manis.

  • Generasi milenial melakukan pendekatan mampu mengikuti perubahan dunia bisnis

Harus disadari bahwa pola bisnis saat ini mengalami banyak perubahan, mulai dari pola kepemimpinan hingga faktor pendorongnya. Perubahan ini sepenuhnya disebabkan dan digerakkan oleh pasar. Agar bisa sukses dan bertahan di perekonomian masa kini, bisnis membutuhkan ide-ide terbaik – ide yang sepenuhnya baru. Inovasi sejenis ini membutuhkan tenaga kerja yang sepenuhnya termotivasi dan mau terlibat dengan pekerjaan. Melihat dari kecenderungan ini, hanya generasi milenial yang cocok untuk masa depan bisnis perusahaan karena mereka menikmati yang mereka lakukan di tempat kerja.

Andaikata mereka tak menikmati sekalipun, mereka tak ragu untuk mengkomunikasikan dengan atasan atau rekan sejawat. Itu cara generasi milenial agar lingkungan kerja kondusif, sementara generasi sebelumnya cenderung pasif dan membiarkan semuanya terjadi tanpa ada koreksi dari mereka.

Dunia banyak berubah. Apa yang saat ini merupakan tuntutan, tidak pernah ada 20 tahun yang lalu. Jadi, apakah adil jika harus menyalahkan generasi milenial karena menjadi diri mereka sendiri dan menjadi komponen perusahaan yang paling tepat untuk masa depan yang senantiasa berubah? Tentu tidak. Perang antar generasi akan terus terjadi. Jalan keluar terbaik hanyalah berhenti menunjukkan jari ke orang lain, dan berhenti meminta orang lain memahami kita. Tak ada susahnya, kan, sesekali berupaya mengerti orang lain?

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang mengapa generasi milenial tidak disukai generasi sebelumnya, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Sisi Gelap Generasi Millennial, Kamu Pasti Memilikinya
Nasehat Finansial ini Patut Diajarkan ke Generasi Selanjutnya
Tipe Orang yang Akan Gagal Mengelola Uang
Skill Keuangan yang Harus Diajarkan Ke Anak
Contoh Keputusan Finansial yang Buruk
Mengapa Orang Yahudi Sukses?
Jangan Beli Mainan Anak-anak Seperti Ini
Kesalahan dalam Membeli Mobil
Jangan Menyewakan Rumah kepada Orang Seperti Ini
Skill Penting Wajib Dikuasai agar Sukses


Bagikan Ke Teman Anda