Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Mengapa Indonesia Kurang Maju? Ini Dia Alasannya!

Sudah 72 tahun Indonesia menjalani kemerdekaan, dan sudah 7 kali negara ini berganti presiden. Pada saat yang sama, berbagai pendekatan dan program pembangunan dipilih untuk diterapkan di bumi Nusantara hanya dengan satu tujuan: Masyarakat yang adil dan makmur dan sejahtera. Namun, fakta di lapangan memperlihatkan bahwa Indonesia masih tertinggal sangat jauh; bahkan dibanding negara-negara tetangga yang sama-sama tergabung di ASEAN, misalnya.

Semenjak Reformasi digulirkan, Indonesia seakan mendapati diri berada di tengah iklim euforia bahwa segala sesuatu boleh diutarakan. Dan, hal ini diperparah oleh adanya keberadaan media sosial yang seakan menjadi rujukan baru dalam memilih pemimpin dan bahkan menjalani kepemimpinan itu sendiri. Di luar berbagai fakta yang terjadi di tengah perguliran sejarah nasional, apa saja sebenarnya faktor yang membuat Indonesia tetap kurang maju, terutama dibandingkan dengan negara-negara lain yang berada di kawasan yang sama. Berikut ini adalah alasannya.

1. Penggunaan media sosial yang nyaris tanpa batas

Media sosial yang tidak dikelola dengan baik oleh pemerintah hanya akan memberikan bom waktu di tengah masyarakat yang relatif labil seperti Indonesia. Alih-alih menjadi sesuatu yang berbuah produktif, keberadaan media sosial yang penetrasinya nyaris tanpa batas justru menghambat produktifitas masyarakat dengan memunculkan penyakit sosial yang sifatnya endemik dan kasat mata karena menyerang kondisi psikologis yang bersangkutan. Lebih buruknya lagi, keberadaan media sosial justru dipandang sebagai cara baru dalam berkomunikasi dengan rakyat atau, parahnya, dijadikan salah satu rujukan untuk mencari calon dan menentukan siapa yang bakal menjadi pimpinan nasional di kemudian hari.

2. Kultur materialistik

Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu dampak negatif dari sejarah Nusantara yang dipenuhi kerajaan-kerajaan adalah munculnya budaya materialistik di tengah masyarakat. Siapa yang tampil parlente, necis dan glamor sontak dinilai sebagai sosok yang memiliki kualitas positif di atas rata-rata manusia kebanyakan seperti lebih pintar, lebih kaya, lebih bijak, dan lebih bermoral alias beradab. Padahal, tampilan tidak menjamin seseorang memiliki kualitas tertentu. Bias imaji personal ini tumbuh subur di tengah masyarakat Indonesia karena begitu kuatnya pengaruh kultur materialistik yang ditawarkan oleh praktik feodalisme di masa lalu.

3. Penegakan hukum yang lemah

Praktik hukum di Indonesia sangat lemah. Hukum lebih banyak berfungsi untuk kalangan masyarakat menengah hingga akar rumput, dan semakin menumpul saat berhubungan dengan mereka yang lebih berduit dan punya kekuasaan. Dalam penegakannya sekalipun, hukum lebih banyak bersifat tebang pilih. Siapa yang menguntungkan secara publikasi akan langsung dijadikan komoditas politik, tanpa mempedulikan langkah tersebut benar atau tidak.

4. Korupsi dan pungutan liar

Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa korupsi dan pungutan liar merupakan praktik yang umum ditemui di tengah masyarakat, terutama saat berhubungan dengan mereka yang berada di bangku birokrasi. Ini tidak ada hubungannya dengan kolonialisme yang dialami Nusantara selama hampir 3 abad, melainkan lebih karena kultur yang menginginkan kekayaan secara instan dan keinginan untuk tampil mewah dibanding sesama.

5. Pendidikan yang rendah

Salah satu sektor krusial yang seringkali diremehkan oleh masyarakat Indonesia adalah pendidikan. Bidang ini tidak dipandang sebagai pembuka jendela masa depan, dan sebagai gantinya hanya dilihat sebagai sektor yang menghabiskan uang belaka. Kalaupun bersekolah, kebanyakan hanya memandang sebagai jalan pintas menuju ketenaran dan kekayaan lewat berbagai macam gelar yang dimiliki. Pandangan yang rendah terhadap dunia pendidikan membuat masyarakat relatif terbelakang dan tidak memiliki penguasaan berarti terhadap teknologi dan berbagai cara untuk meningkatkan taraf hidup rakyat.

6. Kebebasan mengeluarkan pendapat (yang berlebihan)

Sampai kapan pun jua, sosok dan nama Soeharto akan selalu menjadi bahan cemooh mereka yang menghendaki kebebasan mengeluarkan pendapat di negeri ini. Padahal, baik Soeharto maupun Soekarno tidak banyak berbeda soal hal ini; sama-sama otoriter dan memberangus siapapun yang menghalangi langkah politik mereka. Tumbangnya Orde Baru di tahun 1998 disertai pula oleh tingginya partisipasi politik dan demokrasi masyarakat. Namun, hal tersebut tampaknya tidak menjadikan pembangunan nasional berjalan dengan lancar. Keberadaan partai politik yang terlampau banyak serta menjamurnya dan makin mudahnya bagi seseorang untuk mendirikan organisasi massa terbukti kontraproduktif terhadap pembangunan manusia Indonesia itu sendiri dan kerap menimbulkan kebingungan massal yang tiada guna.

7. Pembangunan tidak terencana dengan baik

Pergantian tampuk pemerintahan selalu dibarengi oleh pergantian skema pembangunan nasional. Lebih buruk lagi, pergantian tersebut didefinisikan sebagai perubahan total (dan nyaris bertolak belakang) dan berbeda dari pemerintahan sebelumnya. Ada kalanya, program pembangunan yang ada tidaklah matang – dan hanya bermodalkan sentimen agar berbeda dengan periode pemerintahan yang lalu. Hal ini memperlihatkan rendahnya kedewasaan politik, dan juga menjadi pertanda bahwa partai politik cenderung mengutamakan kepentingannya sendiri ketimbang menjalankan apa yang seharusnya diberikan pada rakyat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang alasan Indonesia kurang maju, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Inilah Jenis-jenis Standar Akuntansi Keuangan yang Digunakan di Indonesia
Ingin Investasi Bitcoin? Perhatikan Dahulu Hal-Hal Berikut Ini!
Sebagai Negara Maritim, Mengapa Indonesia Mengimpor Garam?
Jenis-jenis Cek yang Berlaku di Indonesia
Jenis Penipuan Scam yang Sering Terjadi di Indonesia
Mau Tahu Pengeluaran Perokok di Indonesia? Ternyata Hasilnya Mengejutkan!
5 Bank di Indonesia dengan Kategori BUKU 4
Mau Tahu 10 Universitas Terbaik di Indonesia? Ini Daftarnya!
Inilah Jenis Lembaga Keuangan di Indonesia yang Perlu Anda Ketahui
Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia Tahun 2018


Bagikan Ke Teman Anda