Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Modus-Modus Penipuan Kartu Kredit

Kartu kredit di era ini dapat diibaratkan sebuat prestise yang dapat dimiliki seseorang, karena untuk mendapatkannya, dibutuhkan persyaratan yang lumayan ketat dan tergolong tidak mudah. Mendapatkan kartu kredit kerap menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seseorang karena berbagai keuntungan menunggu di depan mata. Dari mulai kredit pemilikan rumah, kendaraan, dan barang berharga lainnya, kini Anda dapat meningkatkan taraf hidup ke tingkat yang lebih baik lagi.

Walau begitu, sebaiknya Anda tidak senang berlebihan dan tetap waspada untuk menggunakan kartu kredit Anda, karena berbagai bahaya dapat mengintai kartu kredit, dari mulai saat proses pembuatannya hingga ketika Anda sudah lama memiliki kartu kredit. Ingin tahu apa saja bahaya yang mengintai kartu kredit yang bisa dialami setiap orang? Baca artikel ini untuk menghindarinya.

Janji Manis Marketing Kartu Kredit

Marketing kartu kredit adalah orang yang melakukan promosi agar orang tertarik untuk membuat kartu kredit sehingga bank memiliki banyak nasabah yang menggunakan kartu kredit. Marketing kredit ini kerap melakukan berbagai usaha untuk memenuhi target dalam periode waktu tertentu untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya nasabah kartu kredit. Berbagai cara dapat dilakukan oleh para marketing kartu kredit untuk menarik nasabah, dari mulai menghampiri pengunjung yang sedang berbelanja di mall hingga menelepon karyawan di perusahaan tertentu.

Memang pihak marketing kartu kredit akan membantu Anda untuk menghubungkan calon nasabah dengan bank, tetapi Anda tidak bisa 100% percaya pada pihak marketing bank. Namanya saja mempromosikan sesuatu, pastinya pihak marketing akan berusaha keras agar Anda tertarik membuat kartu kredit di bank tertentu. Berbagai hal akan ia tonjolkan ketika mempromosikan kartu kredit, seperti misalnya proses pembuatan yang cepat, mudah, dan pasti approve oleh bank. Ada juga yang menawarkan promosi seperti voucher untuk berbagai transaksi belanja, limit kartu kredit hingga ratusan juta, atau berbagai bonus gadget terbaru.

Tentu saja ketika mendengar janji-janji manis tersebut, setiap orang akan tertarik. Namun jangan buru-buru mempercayai marketing kartu kredit, tidak selamanya semua yang ia ucapkan tersebut benar adanya. Paling banyak kasus yang terjadi adalah nasabah kredit kecewa karena limit kredit yang bisa didapat sangat jauh dari perkiraan. Anda juga perlu mengetahui bahwa posisi marketing kartu kredit bukanlah pihak penentu apakah sebuah pengajuan bisa disetujui. Tetap saja dokumen Anda perlu diteliti terlebih dahulu oleh para analis kredit bank.

Untuk menghindari janji manis marketing kartu kredit, Anda harus selalu mengkonfirmasi dengan detail apa-apa saja yang disebutkan olehnya ketika mempromosikan kartu kredit. Jika perlu, rekamlah kalimatnya sehingga jika di kemudian hari kondisinya tidak sesuai, Anda dapat mengajukan komplain. Perhatikan pula track record marketing, apakah memang bisa dipercaya dan sudah memiliki reputasi yang baik dari klien sebelumnya. Mudah sekali bukan, untuk mengecek sebentar profilnya di media sosial. Demi agar Anda tidak termakan janji manis yang berujung pahit di akhir.

Bahaya Memberikan Data Kartu Kredit

Setelah memiliki kartu kredit, maka bahaya yang mengintai akan lebih banyak lagi, seperti misalnya memberikan data kartu kredit Anda berupa fotokopi kartu bagian depan dan belakang. Jika Anda ingin melakukan sebuah transaksi yang mengharuskan Anda untuk memberikan data-data ini, sebaiknya cek lebih lanjut lagi untuk apa data kartu kredit ini diperlukan, karena sifatnya sangat pribadi dan rahasia.

Pada kartu kredit bagian depan, akan tertera nomor akun kredit yang Anda miliki, juga masa berlaku kartu tersebut. Sementara di bagian belakang kartu kredit, tertera tanda tangan Anda beserta nomor CVV (card verification value) kartu kredit milik Anda. Keseluruhan data ini biasanya akan diperlukan jika Anda melakukan transaksi menggunakan kartu kredit, terutama untuk transaksi online.

Memberikan data kartu kredit dan kartu identitas sama saja Anda memberikan otoritas bagi suatu pihak untuk menggunakan kartu kredit yang Anda miliki. Jika memang keluarga, hal ini bukan masalah. Namun jika pihak yang meminta data ini adalah orang asing, maka Anda perlu waspada. Jangan sampai malah kartu kredit yang Anda miliki disalahgunakan oleh orang lain.

Sudah cukup banyak kasus penipuan kartu kredit yang terjadi di Indonesia karena pemberian data kartu kredit, seperti misalnya :

  • Skimming

Skimming.Pihak tak bertanggung jawab berusaha mengambil data kartu kredit Anda dari transaksi sebelumnya yang Anda lakukan secara sah. Pihak tersebut dapat menyalin langsung nomor kartu Anda atau memfotokopu bukti pembayaran. Bahkan kini sudah ada pula kasus skimming menggunakan perangkat elektronik bernama skimmer yang digunakan untuk menyimpan beratus-ratus identitas kartu kredit dengan cara menggeseknya.

  • Card ID Theft

Istilah ketika pihak tak bertanggung jawab menggunakan identitas seseorang untuk membuka akun bank atau bahkan mengambil alih akun kredit Anda menjadi milik pribadinya.

  • Account Takeover

Pihat tak bertanggung jawab mencuri kartu kredit milik Anda, kemudian mengumpulkan berbagai informasi yang Anda miliki untuk menghubungi bank dan menyamar sebagai diri Anda. Pelaku tersebut kemudan mentransfer seluruh dana yang Anda miliki ke rekening pribadinya.

Waspadalah, karena sepanjang tahun 2012 saja, terdapat setidaknya 11 ribu kasus penipuan kartu kredit yang terus mengalami peningkatan hingga saat ini. Selalu berhati-hati saat melakukan transaksi dan jangan sepenuhnya mempercayai orang yang ingin mendapatkan data kartu kredit Anda.

Artikel Terkait

Demikian artikel tentang modus-modus penipuan kartu kredit, semoga bermanfaat.



Alasan Memiliki Kartu Kredit Lebih dari 1
Cara Reschedule Pembayaran Kartu Kredit
Penggunaan Kartu Kredit Saat Lebaran, Banyak Untungnya!
Dimana Jasa Pembuatan Kartu Kredit?
Apa Itu Carding dan Bagaimana Cara Mengantisipasinya?
Hal-hal Apa yang Ditanyakan Analis Kartu Kredit Bank?
Modus Penipuan Uang Gaib/Uang Soekarno
Apakah Orang Pajak Mengintip Data Kartu Kredit?
Kartu Kredit Tidak Diaktifkan?
Cara Mengantisipasi Pembobolan Kartu Kredit


Bagikan Ke Teman Anda