Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Nasihat Keuangan untuk Generasi Milenial Agar Selalu Makmur

#generasi milenial #nasihat keuangan

Generasi milenial yang lahir pada tahun 1980 ke atas merupakan generasi yang unik. Tidak hanya mereka saat ini tengah berada pada usia produktif dan menjadi generasi yang mendominasi angkatan kerja pada tahun 2020 nanti, cara hidup mereka pun cenderung berbeda dengan generasi sebelumnya, yaitu baby boomers. Generasi Millenial cenderung lebih bebas dalam memilih karir, senang travelling, kreatif, dan enggan bertahan pada suatu hal yang tidak bisa mereka perjuangkan. Sehingga jangan heran jika mereka mudah sekali memutuskan untuk berpindah pekerjaan.

Sementara definisi sukses pada tiap orang bisa berbeda, namun selalu ada satu prinsip hidup yang berlaku pada semua generasi, yaitu kondisi keuangan yang aman di sepanjang hidup yang mereka jalani. Generasi millenial saat ini tengah berada pada usia dimana mereka perlu untuk memutuskan banyak hal penting, salah satunya terkait keuangan. Berikut adalah empat nasihat umum untuk keuangan yang aman dan sudah harus mereka terapkan :

1.Anggap Penghasilan Kamu 20% Lebih Rendah Dari Sebenarnya

Orang tua sering berucap jika kamu memiliki gaji 5 juta, maka hiduplah dengan gaya seorang dengan gaji 3 juta. Jangan malah sebaliknya, kamu memiliki gaji 5 juta namun memiliki gaya hidup seorang dengan gaji 8 juta.
Hal ini memang benar adanya, karena dengan cara demikian, kamu akan memiliki uang lebih untuk digunakan sebagai tabungan dan investasi. Ketika kebutuhan hidup meningkat, kamu bisa mencari sumber penghasilan lain namun dengan alokasi yang sama 80% penghasilan tambahan digunakan untuk biaya hidup, sisanya untuk tabungan dan investasi.

2.Bayar Diri Kamu Terlebih Dahulu

Sebagian besar milennial sudah mengetahui hal ini. Bahwa mereka harus membayar diri mereka dahulu sebelum mereka membayar untuk yang lainnya. Membayar dirimu dahulu adalah dengan cara menyisihkan gajimu pada kesempatan pertama untuk digunakan sebagai tabungan dan investasi. Ketika kamu telah melakukan hal ini, kamu bisa menggunakan sisanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Jangan menerapkannya secara terbalik. Kamu menggunakan gaji untuk memenuhi kebutuhan hidup terlebih dahulu, baru menggunakan sisanya untuk menabung dan investasi. Agar bisa melakukannya dengan terkendali, kamu bisa membuat tabungan lain yang bisa diatur agar langsung memotong saldo rekening gaji kamu setiap bulannya, atau membuat reksadana dengan sistem auto debet dari rekening gaji yang sama.

3.Pilih Beasiswa daripada Student Loan

Generasi Millenial cenderung haus akan ilmu. Karenanya kebanyakan dari mereka memiliki tingkat pendidikan setara S-2 dan sebagian lagi terus semangat menimba ilmu dari workshop atau sekolah kreatif lainnya.
Berbagai Universitas pun menawarkan berbagai kemungkinan untuk mengakomodasi keinginan belajar yang tinggi dari kaum milenial. Salah duanya adalah dengan mengadakan program Beasiswa dan Student Loan. Sementara Beasiswa memiliki berbagai macam tipe mulai dari yang hanya meng-cover biaya kuliah saja hingga menyediakan beasiswa full cover termasuk biaya buku, akomodasi dan biaya hidup. Yang menyenangkan dari beasiswa adalah kamu tidak perlu memikirkan mengganti dana yang telah kamu gunakan ketika bersekolah.

Lain halnya dengan Student Loan yang mengharuskan mahasiswa mengganti biaya sekolah segera setelah mereka mendapatkan pekerjaan, dan ini butuh bertahun-tahun untuk lunas. Wise opinion, selama masih ada banyak beasiswa bertebaran di luar sana, sebaiknya kamu manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jadikan Beasiswa pilihan utama dibandingkan dengan student loan yang akan membebanimu hingga kamu melunasinya.

4.Alokasi Keuangan untuk Dana Pensiun

Kecuali jika kamu bekerja di sebuah lembaga yang juga mengatur mengenai dana pensiun, kamu harus mulai memikirkan sejumlah dana untuk mempersiapkan masa pensiunmu. Ini karena masa pensiun merupakan masa yang pasti akan kamu jalani dan kondisi kamu tak akan sama lagi ketika sampai di titik tersebut. Kamu tidak akan lagi mampu bekerja seperti sekarang sehingga dana tersebut peting ada untuk menunjang kehidupanmu di masa nanti.

Jika kamu bingung bagaimana mengalokasikan dana keuangan untuk pensiun, kamu bisa pergi ke bank dan meminta dijelaskan mengenai DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) dan memilih produk yang tersedia sesuai dengan profil resiko dan besaran gaji atau pendapatan yang kamu dapatkan.
“Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) merupakan Dana Pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri. Suatu perusahaan dapat mengikutsertakan karyawannya ke dalam program DPLK sesuai amanat UU No. 11/1992 tentang Dana Pensiun”

Salah satu program DPLK yang terkenal baik yaitu DPLK BRI, kamu akan diberikan pilihan dari empat produk, yaitu :

  1. DPLK BRI Pasar Uang, dimana uang pensiunmu 100% akan diinvestasikan di Reksadana pasar uang.
  2. DPLK BRI Pendapatan Tetap, dimana uang pensiun sebesar 80% akan ditanamkan di instrumen obligasi seperti ORI dan SUKUK, sementara 20% dialokasikan pada reksadana pasar uang.
  3. DPLK BRI Saham, tergantung profil resiko kamu. Namun kisarannya sekitar 80% diinvestasikan di instrumen saham, 20% sisanya di reksadana pasar uang.
  4. DPLK BRI Kombinasi, kombinasi dari ketiga pilihan DPLK sebelumnya.

Yang menarik dari DPLK adalah, selain besarannya bisa didebet dari rekening gaji secara otomatis, rekening tersebut dapat kamu tambah sendiri sewaktu-waktu. Sehingga misalnya kamu memiliki dana lebih dari bonus tahunan atau dari THR, kamu dapat langsung mentransfer sebesar 15% dari penghasilan tersebut atau lebih untuk digabungkan dengan dana DPLKmu yang tengah berjalan.

Namun DPLK bukanlah tabungan yang bisa diambil sewaktu-waktu. Usia paling awal untuk DPLK dapat dicairkan adalah ketika kamu mencapai 10 tahun sebelum usia pensiun. Sebelum masa tersebut, dana DPLK tetap tertanam dan terus diinvestasikan oleh lembaga keuangan terkait. Sehingga pastikan jangan menunda untuk memiliki DPLK. Semakin cepat kamu memulai, semakin maksimal hasil yang akan kamu dapatkan ketika waktu pensiunmu datang.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang nasihat keuangan untuk generasi milenial, semoga bermanfaat bagi Anda semua,



Ini Dia Hal-hal yang Harus Dihindari Generasi Milenial
Ini yang Harus Dilakukan Generasi Milenial agar Tak Menyesal di Kemudian Hari
Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion
Apa itu Traveloka PayLater (Pinjaman dari Traveloka)?
Perbedaan antara Pajak dengan Bea Cukai
Kartu Kredit dengan Fasilitas Lounge di Bandara Soekarno Hatta
Pentingnya Mengenali Nasabah dalam Sektor Perbankan
Step by Step Cara Mendaftarkan Merek Dagang
Teknik untuk Mencegah Pemalsuan Uang dan Fitur yang Tidak Ada di Uang Palsu
Perbedaan Karakteristik Perusahaan Dagang dengan Perusahaan Jasa


Bagikan Ke Teman Anda