Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Penasaran Mengapa Deflasi Itu Buruk?

#buruk #deflasi

Berbeda dengan inflasi yang biasa kita kenal, deflasi merupakan keadaan di mana ada perubahan harga yang negatif. Sebagian besar masyarakat merasa deflasi merupakan hal yang bagus untuk dirayakan, karena adanya deflasi membuat mereka dapat membeli barang-barang bagus yang tidak dapat dibeli sebelumnya.

Kendati demikian, deflasi ternyata merupakan dampak yang buruk untuk perekonomian negara. Artikel ini akan mengulas poin-poin dampak buruk deflasi sebagai berikut:

1. Menjadikan Orang Malas Menabung

Kalau kita lihat-lihat secara cermat, semua alasan untuk menyukai deflasi relatif sama, yakni soal kemampuan membeli sebagai seorang atau sekelompok pelanggan. Tidak ada alasan yang mengungkapkan soal deflasi yang dapat menjadikan orang cakap untuk menabung. Faktanya, adanya penurunan harga di pasar seperti harga minyak atau rupiah yang menguat terhadap mata uang asing akan membuat orang suka menahan uang mereka untuk diri sendiri.

Karena deflasi juga erat kaitannya dengan suku bunga bank yang turun, menabung di bank menjadi sesuatu yang tidak masuk pikiran orang-orang yang hidup di lingkungan di mana deflasi ada. Untuk mereka yang sudah memiliki rekening di bank, mereka akan melakukan segala upaya agar dapat menarik uangnya dari bank sebanyak mungkin, sehingga semakin sedikit orang yang rajin menabung.

Kemalasan orang untuk menabung pada masa-masa deflasi juga berdampak pada karakteristik mereka. Selain menjadi individu-individu yang suka menahan pendapatan sendiri, mereka juga menjadi orang yang skeptis terhadap kemungkinan di masa yang akan datang. Akibatnya, mereka mungkin melewatkan kesempatan untuk membeli barang saat ini karena khawatir harga barang akan naik melebihi harga saat ini untuk ke depannya, sehingga keuntungan deflasi dalam hal pembelian yang mereka idam-idamkan tidak jadi mereka nikmati.

2. Membuat Institusi Resmi Tutup dan Menciptakan Banyak Pengangguran

Sebagai akibat dari adanya deflasi, institusi yang pertama-tama terkena dampaknya adalah institusi perbankan. Karena semakin sedikit orang yang menabung di bank, maka imbasnya bank akan kesulitan dalam mengelola laporan keuangan mereka.

Kejadian-kejadian seperti bank run pun bukan sesuatu yang mustahil, di mana bank tidak lagi dapat memenuhi kewajiban mereka. Sebagai tambahannya, institusi keuangan lain akan semakin kesulitan dalam memberikan pinjaman dan harus bekerja ekstra keras dalam mengurangi beban kredit dan kuota orang yang akan mereka danai.

Di satu sisi, karena demand masyarakat yang semakin kecil sebagai akibat dari deflasi, maka banyak perusahaan maupun institusi resmi lainnya yang gulung tikar. Kalaupun tidak, mereka akan mengurangi biaya yang harus dibayarkan pada pekerja. Antara gaji pekerja yang mereka kurangi (yang berpotensi membuat banyak pekerja protes) atau mereka mengurangi jumlah pekerja, di mana perusahaan-perusahaan semacam ini berpotensi untuk meningkatkan jumlah pengangguran.

Keadaan pekerja yang mengalami dampak perusahaan seperti ini tidak jarang berbuntut pada seringnya mereka mengajukan pinjaman, entah itu kredit barang bergerak atau pinjaman kredit untuk pendidikan. Di satu sisi, keadaan institusi keuangan yang susah memberi pinjaman ditunjang dengan tunggakan kartu kredit yang tidak kunjung dibayar karena kesulitan keuangan, sehingga deflasi jelas merupakan sesuatu yang buruknya parah bagi semua pihak termasuk pekerja.

Lama-kelamaan, banyak perusahaan yang akan tutup, mengingat semakin sedikit masyarakat yang membutuhkan jasa atau barang yang mereka sediakan. Di satu sisi, tenaga kerja yang sudah menganggur membuat banyak pinjaman kredit membengkak, yang membuat deflasi menjadi bahaya yang harus diatasi oleh semua pihak tanpa terkecuali.

3. Merepotkan Bank dan Pemerintah dalam Berupaya

Dari uraian pada poin-poin sebelumnya, kita bisa melihat kalau deflasi merupakan keadaan yang parah dan dapat meresahkan berbagai institusi, perusahaan, maupun individu-individu yang ada. Bank dan pemerintah adalah dua institusi yang paling repot dalam berupaya menekan deflasi.

Upaya yang pertama berasal dari bank pusat atau sentral, di mana bank sentral dapat menerapkan kebijakan moneter terkait penurunan suku bunga. Selain itu dalam beberapa kesempatan, bank sentral juga dapat memanfaatkan kebijakan pasar terbuka, di mana bank sentral membeli surat-surat berharga supaya dapat mengatur perputaran uang mereka dan merangsang kembali daya beli masyarakat.

Bila semuanya itu gagal, sebenarnya bank juga dapat memanfaatkan satu kebijakan lagi, yakni kebijakan pelonggaran kuantitatif di mana bank membeli aset-aset berharga yang berisiko lebih tinggi di pasar. Kendati cara ini akan menolong bank dalam menurunkan suku bunga sehingga banyak nasabahnya yang kembali menabung di bank, cara ini berisiko tinggi dibandingkan dengan penetapan kebijakan moneter atau pasar terbuka, sehingga menjadi sesuatu yang perlu dipikirkan bank lebih jauh.

Karena deflasi merupakan sesuatu yang parah untuk negara, bank tidak dapat berjalan sendirian dalam upayanya mengatasi deflasi. Karena itu, penting bagi pemerintah untuk mempertimbangkan kebijakan tambahan untuk menekan deflasi, seperti kebijakan fiskal yang menurunkan pajak dan meningkatkan belanja negara. Memang ini dapat merangsang kembali niat belanja rakyat, namun berisiko membuat pendapatan negara turun.

Adanya upaya-upaya ini membuat bank dan pemerintah sama-sama repot dalam mengurusi deflasi. Lagipula, upaya-upaya tersebut seringkali lebih mudah dikatakan dibandingkan dilakukan, sehingga deflasi merupakan PR besar yang harus diatasi bersama-sama dengan sektor bank dan pemerintah.

Dari ketiga poin di atas, paling tidak kini kita tahu mengapa deflasi adalah sesuatu yang buruk. Tidak hanya berdampak besar pada gaya hidup dan cara menabung individu saja, namun juga berdampak untuk berbagai institusi yang ada, termasuk bank dan pemerintah yang menjadi repot dengan adanya deflasi.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang mengapa deflasi itu buruk, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Bahaya Deflasi dan Akibat Deflasi Bagi Ekonomi
Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion
Apa itu Traveloka PayLater (Pinjaman dari Traveloka)?
Perbedaan antara Pajak dengan Bea Cukai
Kartu Kredit dengan Fasilitas Lounge di Bandara Soekarno Hatta
Pentingnya Mengenali Nasabah dalam Sektor Perbankan
Step by Step Cara Mendaftarkan Merek Dagang
Teknik untuk Mencegah Pemalsuan Uang dan Fitur yang Tidak Ada di Uang Palsu
Perbedaan Karakteristik Perusahaan Dagang dengan Perusahaan Jasa
Cara Membeli Rumah Lelang Melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)


Bagikan Ke Teman Anda