Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Perbedaan Karakteristik Perusahaan Dagang dengan Perusahaan Jasa

Ekonomi tak lepas dari aktivitas produksi dan perdagangan baik dalam lingkup mikro maupun makro. Sadar atau tidak, setiap orang telah melakukan kegiatan ekonomi dalam kehidupannya sehari-hari. Tak selalu melakukan proses produksi, tetapi pasti mengonsumsi suatu produk.

Bicara tentang produk, produk dibedakan menjadi dua yakni barang dan jasa. Keduanya sama-sama tersedia di pasar. Jadi, masyarakat yang membutuhkan barang atau jasa dapat dengan mudah membeli dan mengonsumsinya.

Barang dan jasa disediakan oleh perusahaan dagang dan juga jasa. Apa itu perusahaan dagang dan perusahaan jasa?

Definisi perusahaan dagang dan perusahaan jasa

Perusahaan dagang dapat dipahami sebagai suatu perusahaan yang kegiatan utamanya melakukan jual beli barang dagangan tanpa mengolah atau mengubah bentuk dan fungsi dari barang tersebut. Kegiatan utama yang dilakukan oleh perusahaan dagang adalah membeli barang kemudian dijual kembali ke pasar atau masyarakat.

Barang dagangan yang menjadi inti bisnis (core business) dari perusahaan dagang adalah barang yang siap jual. Sebab itu, perusahaan dagang tidak melakukan pengolahan atau pengubahan bentuk, fungsi, dan manfaat dari barang dagangan tersebut.

Lantas, dari siapa perusahaan dagang membeli barang yang diperdagangkannya? Selain perusahaan dagang, ada juga perusahaan manufaktur.

Perusahaan manufaktur ini kegiatan utamanya melakukan proses produksi barang. Artinya, perusahaan tersebut mengolah bahan baku menjadi suatu barang jadi yang siap jual. Meski masing-masing berdiri sendiri, namun perusahaan dagang memiliki keterkaitan dengan perusahaan manufaktur.

Bahkan, bisa dikatakan bahwa perusahaan dagang merupakan perpanjangan tangan perusahaan manufaktur untuk memasarkan barangnya dan menjangkau pasar. Lain perusahaan dagang, lain pula perusahaan jasa. Perusahaan jasa adalah suatu usaha yang kegiatan utamanya memproduksi jasa atau produk yang tidak berwujud dan menjualnya ke konsumen yang membutuhkan untuk mendapatkan keuntungan.

Untuk menjalankan usahanya, perusahaan jasa sering kali membutuhkan produk fisik atau berwujud sebagai penunjang jasanya. Sebut saja perusahaan jasa berupa rumah sakit yang membutuhkan peralatan medis untuk melayani konsumennya.

Selain itu, ada pula jasa salon yang membutuhkan gunting, sisir, dan produk-produk perawatan kecantikan.

Perbedaan karakteristik perusahaan dagang dengan jasa

Baik perusahaan dagang maupun jasa memiliki bentuk usaha yang nyata, hanya saja objek produk yang diperjualbelikan memiliki sifat yang berbeda.

Selain itu, kegiatan usaha yang dilakukan kurang lebih sama yakni penjualan. Meskipun demikian terdapat beberapa karakteristik yang membedakan keduanya.

  • Sifat produk yang dijual

Karakteristik utama yang membedakan antara perusahaan dagang dengan perusahaan jasa adalah sifat dari produk yang dijual.

Perusahaan menjual produk berwujud yang disebut dengan barang dagangan. Sebab itu, barang dagangan yang dijual oleh perusahaan dagang dapat dilihat dan disentuh bentuknya, baik dalam bentuk padat, cair, ataupun gas.

Untuk menjaga kualitasnya, barang dagangan umumnya dipercantik dengan kemasan. Selain itu, barang dagangan kemungkinan memiliki penurunan kualitas atau masa kedaluwarsa.

Berbeda dengan produk yang dijual oleh perusahaan jasa. Sifat produknya tidak berwujud alias abstrak, sehingga tidak bisa dilihat dan disentuh wujudnya, tetapi dapat dirasakan manfaatnya.

Produk yang dijual oleh perusahaan jasa ini disebut juga dengan jasa atau pelayanan. Meski demikian, sebagian besar perusahaan jasa membutuhkan barang berwujud untuk mendukung kegiatan usahanya.

Hanya saja, barang-barang berwujud tersebut bukanlah produk utama yang dijual oleh perusahaan jasa.

  • Cara perolehan produk yang dijual

Jika perusahaan dagang hanya melakukan jual beli, lantas dari mana barang dagangannya diperoleh?

Seperti telah disinggung sebelumnya, perusahaan dagang memperoleh barang dagangannya dari perusahaan manufaktur dengan cara melakukan pembelian baik tunai maupun kredit.

Mekanisme pembayaran atas pembelian kredit cukup beragam yang sering dinotasikan dengan n/30; n/eom; dan 2/10, n/30; 2/10. Notasi-notasi tersebut tentu memiliki makna tersendiri.

– n/30, bermakna bahwa pembayaran atas pembelian barang dagangan dapat dilakukan selambat-lambatnya 30 hari sejak tanggal pembelian.

– n/eom (end of month), notasi ini memiliki makna bahwa pembayaran atas pembelian seluruh barang dagangan dilakukan selambat-lambatnya sampai akhir bulan.

– 2/10, n/30; 2/10, artinya pembayaran atas seluruh barang dagangan yang dibeli paling lambat 10 hari sejak tanggal transaksi akan mendapatkan potongan harga sebesar 2%, dengan jangka waktu pelunasan 30 hari.

Sementara perusahaan jasa memperoleh produk yang dijualnya dengan cara mengeksplorasi potensi keterampilan dan keahlian dari pemiliknya.

Tidak ada pembelian untuk memperoleh produk yang dijual pada perusahaan jasa ini. Sebagai contoh jasa seorang dokter adalah kemampuannya mendiagnosa penyakit yang diderita pasiennya.

Jasa perusahaan bank adalah kemampuan sumber daya manusianya untuk memberikan layanan prima terkait dengan penghimpunan dana nasabah. Jadi, untuk memberikan pelayanan atau menjual jasa kepada konsumennya, perusahaan jasa tidak melakukan pembelian.

  • Ketersediaan produk

Pernahkah Anda melihat perusahaan jasa melakukan stok atas produk utama yang dijualnya?

Inilah yang membedakan perusahaan jasa dengan perusahaan dagang, ketersediaan stok produk.

Untuk kelangsungan usahanya, perusahaan dagang senantiasa melakukan stok barang dagangan, sehingga dapat menghindari terjadinya kekosongan barang yang berpotensi menimbulkan kerugian baginya.

Sebab itulah, perusahaan dagang membutuhkan ruang khusus yang disebut dengan gudang yang berfungsi untuk menyimpan stok barang dagangan. Berkenaan dengan stok barang dagangan ini, dalam kegiatan perusahaan dagang dikenal adanya istilah First In First Out (FIFO) dan First In Las Out (FILO).

– FIFO, artinya stok barang yang masuk ke dalam gudang lebih dulu akan dikeluarkan lebih dulu pula.

– FILO, artinya stok barang yang masuk ke dalam gudang lebih dulu akan dikeluarkan paling akhir.

Lantas, bagaimana dengan perusahaan jasa?

Tidak ada stok produk di perusahaan jasa, karena memang produk utama yang dijualnya bukanlah barang berwujud, tetapi tidak berwujud.

Sebab itu, perusahaan jasa tidak membutuhkan gudang penyimpanan stok barang. Jika pun perusahaan jasa tersebut produk utamanya didukung oleh produk berwujud, maka dibutuhkan stok produk.

Misalnya saja jasa klinik kecantikan, untuk menjual jasanya klinik membutuhkan produk-produk perawatan baik kulit, wajah, rambut, maupun bagian tubuh lainnya.

Untuk itu, klinik membutuhkan stok barang, namun umumnya volumenya tidak sebanyak perusahaan dagang sehingga tidak membutuhkan gudang penyimpanan khusus yang luas.

  • Penggunaan produk

Sifat produk yang dijual oleh perusahaan dagang dan jasa berkaitan erat dengan penggunaan produknya.

Adanya bentuk fisik dari barang dagangan yang dijual oleh perusahaan dagang tentu penggunaannya dapat langsung dikonsumsi. Jika tidak langsung habis, bisa disimpan kemudian.

Jadi, penggunaan produk yang dijual oleh perusahaan dagang ini dapat dipisahkan, di mana saat pembelian barang bisa langsung dikonsumsi atau disimpan lebih dulu untuk dikonsumsi kemudian di waktu yang berbeda.

Lain halnya dengan produk yang dijual oleh perusahaan jasa. Penggunaan produk pada perusahaan jasa ini tidak dapat dipisahkan, artinya saat produk dibeli maka penggunaannya akan langsung habis.

Sebab itu, jasa yang dibeli oleh konsumen tidak dapat disimpan. Meski tidak berwujud, namun dapat dirasakan manfaatnya.

Perusahaan dagang dan perusahaan jasa memang memiliki kegiatan utama yang berbeda.

Namun, perbedaan tersebut justru saling melengkapi dalam upaya memenuhi kebutuhan konsumen. Secara lebih jauh, baik perusahaan dagang maupun jasa turut berperan dalam membangun perekonomian baik lingkup nasional maupun global.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang perbedaan karakteristik perusahaan dagang dengan perusahaan jasa, semoga bermanfaat bagi Anda semua.

 



Faktor-faktor yang Menyebabkan Perbedaan Suku Bunga
Perbedaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan Kredit Usaha Mikro (KUM)
Perusahaan yang Mati Karena Disruption Teknologi Baru
Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion
Perbedaan antara Badan Usaha dan Perusahaan
Perbedaan antara Pajak dengan Bea Cukai
Perbedaan Konsolidasi, Merger, dan Akuisisi
Macam-macam Saham dan Perbedaannya
Perbedaan Kurs Referensi JISDOR vs Kurs Tengah BI
Perhitungan THR Karyawan (Tunjangan Hari Raya)


Bagikan Ke Teman Anda