Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Perbedaan Program Pensiun Manfaat Pasti vs Iuran Pasti

Bicara tentang dana pensiun tak lepas dari manfaatnya yang luar biasa bagi kehidupan pekerja atau karyawan di masa tuanya, ketika memasuki usia non-produktif. Tak bisa dipungkiri bahwa ada kekhawatiran yang dirasakan oleh para pekerja atau karyawan terhadap hilangnya pendapatan di saat mereka tak lagi bekerja karena telah mencapai usia pensiun.

Sebab itu, kepesertaan dalam program pensiun dirasa menjadi penting karena memberikan banyak manfaat bagi pekerja atau karyawan dalam mempersiapkan masa depannya atau saat menjalani kehidupan di hari tuanya.

Program pensiun diselenggarakan oleh perorangan atau badan pemberi kerja yang kemudian disebut sebagai Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK). Tak hanya itu, program pensiun juga dimungkinkan diselenggarakan oleh bank umum atau perusahaan asuransi jiwa yang dinamakan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Kedua jenis Dana Pensiun ini sama-sama memberikan jaminan pendapatan di masa depan kepada pekerja atau karyawan dan keluarganya saat tak lagi produktif bekerja.

Jenis-jenis program pensiun

Dalam praktiknya terdapat dua jenis program pensiun yang diselenggarakan oleh Dana Pensiun baik DPPK maupun DPLK yakni Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) dan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). Definisi dari kedua jenis program pensiun tersebut dapat diuraikan seperti berikut.

  • Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP)

Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) merupakan program pensiun yang menetapkan rumus tertentu atas manfaat yang akan diterima oleh peserta ketika sudah mencapai usia pensiun. Pada program pensiun ini, perusahaan Dana Pensiun umumnya akan mempertimbangkan masa kerja dan besaran gaji atau penghasilan karyawan.

PPMP hanya dapat diselenggarakan oleh DPPK saja. Setiap DPPK bisa saja memiliki formula atau rumus yang berbeda untuk menetapkan iuran. Secara umum rumus yang ditetapkan untuk menghitung besaran iuran pada program ini adalah 2,5% x masa kerja x gaji pokok. Nilai persentase yang ditetapkan antara DPPK yang satu dengan yang lain bisa saja berlainan. Hal tersebut tentu akan mempengaruhi besar iuran yang berbeda pula.

Iuran yang dihasilkan dari estimasi rumus yang ditetapkan sedianya digunakan untuk merealisasikan manfaat pensiun sesuai hasil perhitungan aktuaris, sehingga wajar jika nilainya berfluktuasi. Secara nominal, umumnya iuran PPMP cenderung ringan sehingga lebih menarik karena tidak terlalu membebani karyawan, mengingat iuran ini tidak ditanggung seluruhnya oleh karyawan tetapi ditanggung juga oleh perusahaan pemberi kerja.

Namun bagi perusahaan pemberi kerja sekaligus pendiri Dana Pensiun, PPMP dirasa cukup memberatkan. Selain berisiko pada timbulnya masalah aliran kas, perusahaan Dana Pensiun juga berisiko mengalami defisit, di mana iuran yang dibayarkan tidak sebanding atau lebih rendah dari manfaat berupa tunjangan yang diberikan setiap bulan kepada karyawan yang telah memasuki masa pensiun.

  • Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP)

Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) merupakan program pensiun yang iurannya telah ditetapkan sesuai Peraturan Dana Pensiun dengan manfaat berupa keseluruhan iuran beserta hasil pengembangan atau investasinya. Jenis program pensiun ini bisa dijalankan oleh DPPK dan juga DPLK.

Dalam perkembangannya, PPIP dinilai lebih menguntungkan bagi perusahaan pemberi kerja, karena tidak berkewajiban membayar manfaat pensiun di masa lalu jika terjadi perubahan kenaikan upah. Terkait dengan iuran, pembayarannya bisa ditanggung oleh peserta sendiri, pemberi kerja, atau keduanya. Selain itu, segala risiko investasi ditanggung sendiri oleh peserta, di mana perusahaan pemberi kerja tidak berkewajiban untuk mengganti kerugian apabila investasi yang dipilih peserta merugi.

Manfaat PPMP dan PPIP

Penyelenggaraan PPMP dan PPIP bertujuan untuk memberikan manfaat kepada pesertanya, berupa jaminan penghasilan di saat peserta tak lagi bekerja. Tak hanya bermanfaat bagi peserta, tetapi juga keluarganya. Jika peserta meninggal dunia, maka hak atas manfaat program pensiun tersebut tetap akan diberikan kepada janda/duda yang sah atau anaknya yang belum dewasa. Setidaknya ada enam manfaat pensiun baik pada PPMP maupun PPIP.

  • Manfaat pensiun normal

Manfaat pensiun normal merupakan manfaat pensiun yang dibayarkan ketika peserta telah mencapai usia pensiun, di mana usia pensiun normal adalah 55 tahun. Pada PPMP, manfaat pensiun normal ini pembayarannya akan dilakukan setiap bulan dan berlangsung seumur hidup, kecuali apabila jumlah manfaat pensiun kurang dari ketentuan yang ditetapkan maka manfaat pensiun ini dibayarkan sekaligus. Demikian halnya pada PPIP, di mana pembayaran manfaat pensiun normal akan dibayarkan kepada peserta sekaligus ketika peserta telah mencapai usia pensiun.

  • Manfaat pensiun dipercepat

Pensiun dipercepat dikenal pula dengan istilah pensiun dini, yakni ketika peserta program pensiun berhenti bekerja saat mencapai usia 45 tahun. Manfaat pensiun dipercepat ini pada PPMP akan dibayarkan setiap bulan selama seumur hidup. Sementara pada PPIP, manfaat pensiun dipercepat juga akan dibayarkan saat peserta berusia maksimal 10 tahun lebih awal dari usia pensiun normal.

  • Manfaat pensiun ditunda

Bagi peserta program pensiun baik PPMP maupun PPIP yang berhenti bekerja sebelum mencapai usia pensiun normal atau pensiun dini, tetapi telah menjadi peserta minimal 3 tahun akan tetap mendapatkan manfaat pensiun, hanya saja masuk pada kategori manfaat pensiun ditunda. Hanya saja pembayarannya dilakukan saat peserta tersebut menginjak usia pensiun dipercepat.

  • Manfaat pensiun cacat

Berkenaan dengan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja yang mengakibatkan peserta mengalami cacat permanen, maka manfaat pensiun cacat ini diberikan tanpa mengacu pada batasan usia pensiun. Untuk PPMP dibayarkan setiap bulan selama seumur hidup, sedangkan PPIP dibayarkan sekaligus.

  • Manfaat pensiun janda atau duda

Jika peserta PPMP atau PPIP meninggal dunia baik sebelum maupun sesudah memasuki usia pensiun, maka manfaat pensiun diberikan kepada istri atau suami yang sah. Besaran manfaat pensiun yang diberikan minimal 60 persen dari manfaat pensiun yang diterima peserta. Untuk PPMP pembayarannya dilakukan setiap bulan selama seumur hidup, dengan catatan tidak menikah lagi. Sementara untuk PPIP, besaran manfaat pensiun yang dibayarkan minimal 60 persen dan maksimal 100 persen dari manfaat pensiun yang diterima peserta.

  • Manfaat pensiun anak

Dalam hal peserta PPMP atau PPIP meninggal dunia dan istri atau suami sahnya juga meninggal atau menikah kembali, maka manfaat pensiun diberikan kepada ahli waris yakni anaknya. Besaran manfaat pensiun yang dibayarkan sama dengan manfaat pensiun untuk janda atau duda. Pembayaran manfaat pensiun ini dilakukan hingga ahli waris mencapai usia 21 tahun.

Perbedaan PPMP dan PPIP

PPMP dengan PPIP sebagai program pensiun memiliki cukup banyak perbedaan yang berpengaruh pada manfaat pensiun. Perbedaan PPMP dengan PPIP dapat dilihat dari beberapa aspek, di antaranya sebagai berikut.

  • Penyelenggara

Dilihat dari aspek penyelenggaranya, PPMP berbeda dengan PPIP. PPMP hanya bisa diselenggarakan oleh DPPK, sedangkan PPIP dapat diselenggarakan oleh DPPK dan DPLK. Hal ini menunjukkan bahwa DPPK memiliki opsi untuk menyelenggarakan program pensiun apakah PPMP atau PPIP. Sementara DPLK mutlak hanya bisa menyelenggarakan PPIP saja.

  • Manfaat pensiun

Manfaat pensiun pada PPMP besarannya sudah pasti karena telah ditetapkan menggunakan rumus tertentu sesuai Peraturan Dana Pensiun. Tak hanya itu, manfaat pensiun pada PPMP juga tidak memiliki risiko bagi peserta.

Berbeda dengan PPIP yang besaran manfaat pensiunnya tidak pasti, tergantung pada besarnya iuran dan hasil pengembanan atau investasinya. Sayangnya, manfaat pensiun pada PPIP ini memiliki risiko yang harus ditanggung oleh peserta, di mana peserta ikut menanggung kerugian apabila investasi yang dipilih merugi.

  • Iuran

Dari aspek besaran iuran, antara PPMP dengan PPIP berbeda pada sisi beban iuran pemberi kerja. Pada PPMP, besaran iuran peserta sudah pasti sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun. Namun, besaran iuran pemberi kerja tidak pasti atau bersifat fluktuatif, tergantung pada kecukupan dana untuk membayar manfaat pensiun yang besarannya sudah ditentukan. Sebab itu, pada PPMP terdapat risiko pendanaan bagi pemberi kerja.

Sementara pada PPIP, besaran iuran baik bagi peserta maupun pemberi kerja sudah pasti sesuai yang telah ditentukan dalam Peraturan Dana Pensiun. Sebab itu, tidak ada risiko pendanaan bagi pemberi kerja pada PPIP.

  • Risiko pendanaan/investasi

Manfaat pensiun pada PPMP besarannya sudah pasti, demikian pula besaran iuran bagi peserta. Jika saat tiba masa pembayaran manfaat pensiun, ternyata masih terdapat kekurangan dana sebagaimana yang telah ditetapkan sesuai rumus manfaat, maka risiko pendanaan untuk menutup kekurangan tersebut dibebankan pada pemberi kerja.

Berbeda dengan PPIP, di mana pesertalah yang menanggung risiko pendanaan jika investasi dari iuran yang dibayarkan setiap bulan mengalami kerugian. Di sini pemberi kerja tidak berkewajiban untuk mengganti kerugian tersebut.

  • Administrasi dana

Administrasi dana berkenaan dengan pencatatan dana peserta. Pada PPMP, administrasi dana bersifat kelompok dan berkaitan dengan aspek aktuaris, yakni berkaitan dengan estimasi risiko, premi, dan lainnya. Sementara manfaat pensiun pada PPIP, administrasi dananya dicatatkan pada akun pribadi atas nama masing-masing peserta.

Dari beberapa perbedaan antara PPMP dengan PPIP tersebut dapat direkapitulasikan dalam bentuk tabel seperti berikut.

Aspek

Program Pensiun

Manfaat Pasti

Iuran Pasti

Penyelenggara
  • DPPK
  • DPPK
  • DPLK
Manfaat Pensiun
  • Besaran manfaat pensiun sudah pasti yang dihitung dengan rumus tertentu sesuai Peraturan Dana Pensiun.
  • Tidak ada risiko bagi peserta.
  • Besaran manfaat pensiun tidak pasti, tergantung pada besaran iuran dan hasil pengembangan atau investasi.
  • Ada risiko bagi peserta.
Iuran
  • Besaran iuran bagi peserta sudah pasti.
  • Besaran iuran bagi pemberi kerja tidak pasti (fluktuatif).
  • Terdapat risiko pendanaan bagi pemberi kerja.
  • Besaran iuran bagi peserta sudah pasti.
  • Besaran iuran bagi pemberi kerja sudah pasti.
  • Tidak ada risiko pendanaan bagi pemberi kerja.
Penanggung Jawab Risiko Pendanaan/Investasi

Pemberi kerja

Peserta

Administrasi Dana

Bersifat kelompok.

Bersifat individual.

Kesimpulannya program pensiun manfaat pasti, adalah program pensiun yang manfaat pensiunnya sudah pasti apapun keadaannya. Walaupun perusahaan dana pensiunnya rugi, manfaat pensiunnya harus dibayarkan pasti sesuai dengan kesepakatan awal.

Sedang program pensiun iuran pasti, yang pasti adalah iurannya, sedang manfaatnya belum pasti karena tergantung pengembangan hasil iuran tersebut.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang perbedaan program pensiun manfaat pasti vs iuran pasti, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Masuk Masa Pensiun? Perhatikan Beberapa Hal Ini!
Perbedaan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) vs Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)
Tips Jitu Cara Mempersiapkan Tabungan Pensiun
15 Kesalahan yang Biasa Dilakukan Saat Menyiapkan Tabungan Pensiun
Tip Mempersiapkan Pensiun Dini
Agar Bisa Menabung, Hindari Beli Barang Berikut
Membuat Anggaran ketika Sedang Bangkrut
Kesalahan Mengatur Keuangan yang Umum Terjadi
Tipe Orang yang Akan Gagal Mengelola Uang
Skill Keuangan yang Harus Diajarkan Ke Anak


Bagikan Ke Teman Anda