Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Pilih Investasi Tanah atau Investasi Rumah?

#investasi rumah #investasi tanah

Memiliki investasi untuk kesejahteraan hidup di masa depan adalah hal yang perlu dipertimbangkan, terutama berinvestasi di bidang properti. Investasi properti seperti tanah dan rumah dapat memberikan keuntungan jangka panjang, karena keduanya tidak akan pernah mengalami inflasi atau penurunan harga. Justru harga tanah dan rumah kian meningkat setiap tahunnya, dikarenakan kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi.

Namun masih banyak yang bingung untuk memilih mana yang lebih menguntungkan, investasi tanah atau investasi rumah. Nah, daripada pusing tidak menentu, ada baiknya Anda simak perbandingan berikut sebelum memutuskan apakah akan memilih tanah atau rumah sebagai investasi terbaik. Perbandingan yang akan disampaikan meliputi kelebihan dan kekurangan masing-masing properti dilihat dari berbagai komponen, sehingga Anda dapat mempertimbangkannya dengan bijak.

1. Berdasarkan Lokasi

Lokasi yang strategis adalah hal yang paling penting dalam berinvestasi properti seperti rumah dan tanah. Semakin strategis lokasi tersebut maka akan semakin tinggi pula harganya. Yang perlu diperhatikan adalah kemudahan akses, fasilitas pendukung dan tingkat keramaian. Rumah yang lokasinya berada di pusat kota tentu akan memiliki harga yang lebih tinggi. Sementara tanah yang lokasinya memiliki potensi untuk dilirik para investor atau pengembang dirasa lebih menguntungkan, karena akan memberikan nilai jual tanah yang cukup tinggi.

2. Resiko Kepemilikan Yang Mungkin Timbul

Baik tanah maupun rumah sama-sama memiliki resiko yang perlu untuk diperhatikan. Jika Anda memilih rumah, pikirkan resiko yang mungkin terjadi seperti adanya tindakan pencurian, bencana alam yang tidak terduga sehingga rumah membutuhkan perawatan pasca bencana alam, hingga resiko terjadinya kerusakan akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Sementara jika Anda memilih tanah, perlu untuk memikirkan upaya meminimalisir resiko bergesernya batas tanah dan kemungkinan tanah dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah bagi masyarakat setempat.

3. Peluang Nilai Tambah

Anda dapat memperoleh keuntungan lebih jika bisa memberikan nilai tambah terhadap properti yang dimiliki. Misalnya saja saat Anda berinvestasi rumah dan rumah tersebut dijadikan sebagai tempat usaha, kios, rumah sewa, tempat kos (sewa per kamar) dan nilai tambah lainnya, maka Anda akan mendapat income tambahan dari rumah yang Anda miliki. Sementara tanah memiliki peluang nilai tambah yang lebih kecil, karena tanah lebih sulit untuk disewakan apalagi jika tanah tersebut cukup luas. Kecuali tanah yang Anda miliki berada pada lokasi padat penduduk dengan kalangan menengah ke atas, maka Anda bisa membuka penyewaan lahan sebagai tempat parkir mobil.

4. Pengeluaran Biaya Tambahan

Memiliki sebuah rumah atau sepetak tanah bukan berarti Anda tidak perlu mengeluarkan biaya apapun untuk keduanya. Rumah membutuhkan biaya perawatan setiap tahunnya, seperti untuk mengecat tembok yang mulai kusam, biaya listrik hingga biaya perbaikan bila terdapat kerusakan pada salah satu bagian rumah. Apalagi jika rumah berlokasi di perumahan, maka biasanya akan ada biaya keamanan dan kebersihan yang akan dikenakan.

Ditambah lagi biasanya rumah memiliki asuransi minimal asuransi kebakaran yang harus dibayar setiap jatuh tempo, dan ada pajak bangunan yang harus dibayarkan kepada pemerintah setiap tahunnya. Berbeda dengan tanah yang tidak memerlukan perawatan, biaya pajak dan asuransi, sehingga dalam hal ini investasi tanah lebih menguntungkan.

5. Return dan Capital Gain

Membeli tanah jauh lebih murah daripada membeli sebuah bangunan rumah. Namun untuk return dan capital gain yang lebih tinggi terdapat pada tanah. Kenaikan nilai investasi tanah pertahun sekitar 20-25%, sedangkan untuk rumah kenaikan nilai investasi berkisar 15-20%. Untuk meningkatkan nilai jual baik pada tanah maupun rumah, setidaknya Anda harus menunggu hingga 5 tahun. Hal ini dikarenakan setiap tahunnya harga akan terus naik sehingga setelah sekian tahun nilai tambah investasi yang dimiliki juga semakin besar. Jadi baik rumah maupun tanah adalah investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan.

6. Tingkat Likuiditas dan Nilai Sebagai Agunan

Rumah dipercaya memiliki tingkat likuiditas atau daya jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanah. Rumah lebih mudah digunakan dan lebih mudah diperjualbelikan sehingga dapat dijadikan sebagai agunan untuk meminjam dana ke bank. Hal ini perlu dipertimbangkan jika suatu saat Anda membutuhkan dana yang cukup besar sebagai modal usaha atau keperluan mendesak lainnya. Sementara tanah lebih kecil nilai likuiditasnya karena tanah tidak mudah dijual dan sulit digunakan untuk berbagai aktivitas. Terlebih lagi tanah tidak dapat dijadikan sebagai agunan untuk meminjam uang ke bank.

Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Untuk menjawab pertanyaan ini tentu Anda sendiri yang lebih tahu mana yang lebih menguntungkan bagi Anda. Dengan melihat berbagai perbandingan di atas, Anda dapat menyesuaikan investasi yang cocok untuk Anda pilih. Tentunya Anda juga harus menyesuaikannya dengan kondisi finansial dan tujuan dari investasi Anda di masa yang akan datang.

Rumah bisa menjadi solusi bagi Anda untuk memiliki sebuah tempat tinggal. Sementara bila ingin menghindari resiko yang besar, tanah bisa Anda pertimbangkan untuk dimiliki. Lakukan riset dan pikirkan dengan matang sebelum memilih, agar investasi yang dilakukan dapat memberikan manfaat lebih besar dalam kehidupan Anda.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang investasi tanah dan investasi rumah, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion
Apa itu Traveloka PayLater (Pinjaman dari Traveloka)?
Perbedaan antara Pajak dengan Bea Cukai
Kartu Kredit dengan Fasilitas Lounge di Bandara Soekarno Hatta
Pentingnya Mengenali Nasabah dalam Sektor Perbankan
Step by Step Cara Mendaftarkan Merek Dagang
Teknik untuk Mencegah Pemalsuan Uang dan Fitur yang Tidak Ada di Uang Palsu
Perbedaan Karakteristik Perusahaan Dagang dengan Perusahaan Jasa
Cara Membeli Rumah Lelang Melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
Perbedaan Kurs Referensi JISDOR vs Kurs Tengah BI


Bagikan Ke Teman Anda