Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Pilih Mana Tabungan Rencana atau Deposito?

Pepatah jaman dulu mengatakan, “Kebiasaan menabung akan membuat orang menjadi kaya,” Hal yang mirip juga berlaku untuk saat ini, di mana variasi jenis tabungan merupakan hal yang menjadi pembeda antar keduanya. Maka, di masa kini, yang paling banyak menyimpan tabungan di berbagai jenis simpanan lain adalah yang paling cepat kaya.

Dua jenis tabungan yang membuat cepat kaya adalah tabungan berencana dan deposito. Kedua jenis tabungan ini merupakan tabungan yang langsung tertaut dengan rekening bank inti yang seseorang miliki. Selain itu, keduanya sama-sama memiliki cicilan sebagai ciri khasnya, hanya saja ada beberapa hal yang berbeda sehingga orang hanya dapat memilih salah satu dari tabungan berencana atau deposito.

Beberapa perbedaan tabungan berencana dengan deposito sebagaimana dijelaskan pada poin ini hendaknya dijadikan pertimbangan saat memilih di antara keduanya. Lewat pertimbangan-pertimbangan berikut ini, kita akan dapat memutuskan rencana keuangan kita secara lebih rasional sehingga hal-hal yang tidak diinginkan akan dapat terantisipasi:

1. Tujuan Masing-Masing Jenis Tabungan

Perbedaan terutama dari tabungan rencana dengan deposito adalah tujuan yang ingin dicapai untuk masing-masing jenis tabungan. Seperti namanya, tabungan rencana adalah tabungan untuk memenuhi rencana jangka panjang tertentu, sementara deposito lebih condong pada produk alternatif investasi jangka panjang atau jangka pendek.

Biasanya, tujuan orang yang memilih tabungan rencana tidak jauh-jauh dari berlibur ke luar negeri mulai 1-2 tahun sejak awal permohonan pembuatan rekening tabungan rencana, studi lanjut, atau membiayai anak untuk sekolah. Yang penting, tujuan tersebut harus berjangka waktu 1 tahun atau lebih. Hal ini disebabkan karena berdasarkan yang saya ketahui, bank yang menerbitkan tabungan rencana memberlakukan jangka waktu tabungan rencana minimal 1 tahun.

Di sisi lain, mereka yang memilih deposito adalah mereka yang bertujuan untuk menanamkan sejumlah modalnya atau berinvestasi untuk memperoleh tingkat pengembalian (return) tertentu. Hal ini dikarenakan deposito cenderung memiliki bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa, yang mana memungkinkan adanya return yang dapat diterima pemilik deposito.

2. Urgensi Kebutuhan Dana Darurat

Poin kedua yang tidak jauh dari poin pertama mengenai perbedaan tabungan berencana dengan deposito yang harus kita pertimbangkan adalah urgensi atau seberapa butuhnya kita dengan dana cadangan untuk kondisi darurat. Tingkat urgensi kita ukur dengan jangka waktu pencairan.

Dengan natur jangka waktu yang berbeda-beda, kita dapat mempertimbangkan untuk memilih deposito daripada tabungan berencana atas dasar pencairan dana. Ada deposito jenis on-call yang cepat likuid, di mana jangka waktu pencairan paling cepat 1 bulan. Jangka waktu pencairan deposito on-call yang lebih cepat dari tabungan berencana ini membuat deposito on-call menjadi pilihan terbaik saat mendadak membutuhkan dana kas.

Di sisi lain, selama kita belum pasti dengan rencana masa depan berikut nominal yang dibutuhkan, sebaiknya jangan memilih tabungan berencana. Persoalannya, tabungan berencana akan terus didebet dari rekening inti beserta bunganya selama jangka waktu pencairan belum jatuh tempo, sehingga akan sulit apabila kita mendadak membutuhkan dana cadangan.

3. Tingkat Pendapatan 

Meskipun baik tabungan berencana maupun deposito bukan sarana pembayaran cicilan, tingkat pendapatan tetap menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan saat hendak memilih produk perbankan tabungan berencana ataupun deposito. Sebabnya, tingkat yang menunjukkan kesanggupan membayar ini akan berpengaruh pada denda yang harus dibayarkan saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Bagi yang penghasilannya pas-pasan, sebaiknya memilih tabungan berencana. Kebanyakan bank yang memiliki produk tabungan berencana tidak mensyaratkan tingkat pendapatan tertentu, yang penting saldo di bank cukup untuk di-autodebet per periode tabungan berencana. Selain itu, tabungan berencana biasanya melekat pada produk asuransi, di mana asuransi ini akan memberikan proteksi pada orang-orang yang memiliki tabungan berencana atas kecelakaan atau kematian yang membuatnya gagal menyetor dana pada rekening tabungan yang di-autodebet.

Jangan lupa juga dengan denda deposito yang secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan berencana. Hal ini terutama terjadi pada saat penarikan di momen-momen darurat, di mana dendanya bisa jadi melambung tinggi. Di samping adanya pemotongan pajak atas pendapatan deposito, deposito lebih cocok bagi mereka yang berpendapatan kira-kira 5 juta rupiah ke atas, karena pendapatan seperti demikian lebih sanggup melunasi biaya-biaya yang muncul dari deposito.

Bila kita melihat pada ketiga uraian di atas mengenai perbedaan tabungan rencana dengan deposito sebagai dua produk yang harus kita pilih salah satu, kita dapat melihat kalau deposito secara umum lebih baik dibandingkan tabungan berencana karena return yang lebih tinggi dan dapat mengakomodasi kebutuhan dana darurat. Hanya, kita perlu mengingat soal penghasilan minimal yang dibutuhkan bila ingin memiliki deposito, karena denda dan potongan pajaknya lumayan bila dibandingkan dengan tabungan berencana.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tabungan rencana dan deposito, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa Itu Deposito?
Manfaat Menyimpan Uang dalam Bentuk Deposito
Kelebihan Deposito dan Bagaimana Cara Menghitung Bunganya
Apa itu Tabungan Rencana? Apa Manfaatnya?
Lebih Baik Memilih Deposito atau Reksadana?
Apa Untung Rugi Belanja Secara Grosir?
Apa yang Harus Dilakukan jika Sertifikat Tanah Hilang?
10 Tips Investasi untuk Pemula
5 Alasan Mengapa Bisnis Baru Sering Gagal
Hal Tabu yang Tidak Boleh Dilakukan Entrepreneur


Bagikan Ke Teman Anda