Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Prinsip Dasar Akuntansi

Laporan keuangan merupakan hal yang sangat crucial bagi suatu lembaga atau perusahaan. Untuk menghasilkan laporan keuangan yang kredibel dan sesuai dengan kondisi sebenarnya, seorang akuntan harus dapat melakukan proses akuntansi secara baik, terstruktur dan sesuai dengan prosedur. Hal ini agar produk dari laporan keuangan tersebu dapat digunakan oleh berbagai macam pihak baik eksternal maupun internal. Sehingga dalam prosesnya, akuntan memerlukan prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan pada laporan keuangan mereka.

Di Indonesia, prinsip akuntansi diatur oleh IAI atau Ikatan Akuntansi Indonesia, yaitu badan yang mengatur peraturan dan kebijakan akuntansi yang berlaku di Indonesia. Lalu apakah prinsip akuntansi itu? Prinsip akuntansi merupakan dasar atau acuan dalam melaksanakan proses akuntansi. Dengan menggunakan prinsip-prinsip akuntansi ini, dapat dihindari terjadinya perbedaan atau permasalahan dalam menerapkan unsur-unsur akuntansi dalam laporan keuangan.

Hal ini juga memudahkan para investor, pemerintah, pihak eksternal maupun internal dalam memahami kondisi perusahaan melalui angka-angka yang tersedia pada laporan keuangan. Karena itulah lalu tercipta penyeragaman pada prosedur akuntansi, yang disebut dengan prinsip akuntasi. Prinsip Akuntansi ini lalu dikenal dengan Prinsip Akuntansi yang Berterima Umum (PABU).

Adapun beberapa Prinsip Dasar Akuntansi yaitu :

  • Prinsip Entitas Ekonomi

Prinsip entitas Ekonomi sering disebut juga dengan prinsip kesatuan entitas. Prinsip ini menggambarkan bahwa suatu perusahaan merupakan suatu kesatuan usaha atau ekonomi yang berdiri sendiri dan terpisah dari entitas pribadi pemilik atau entitas ekonomi lainnya. Hal ini terkait dengan aset, kekayaan, arus rugi laba hingga utang dan kewajiban yang terjadi di dalamnya. Hal ini memungkinkan bahwa pencatatan keuangan suatu perusahaan tidak boleh tercampur dengan pencatatan pribadi pemilik, sehingga laporan keuangan yang dihasilkan menggambarkan kondisi keuangan sebuah perusahaan dengan sebenar-benarnya.

  • Prinsip Periode Akuntansi (Period Principle)

Prinsip periode akuntansi merupakan kurun waktu yang menjadi frame atau ruang lingkup pembuatan Laporan Keuangan. Dalam laporan akuntansi harus dituliskan dengan jelas periode waktu dimana laporan tersebut dibuat. Umumnya periode laporan dibuat dalam frame waktu satu tahun, Misalnya dari tanggal 1 Januari hingga 31 Desember. Maka Laporan keuangan akan berisikan semua aliran keuangan yang terjadi dalam kurun waktu tersebut.

  • Prinsip Biaya Historis

Prinsip Biaya Historis merupakan dasar dalam melakukan valuasi aset (harta) dan liabilitas (kewajiban). Aset dan liabilitas ini kemudian harus dilaporkan dalam nilai perolehan dan bukan pada nilai penawaran. Misalnya jika suatu perusahaan menawarkan suatu aset dengan nominal x, kemudian setelah terjadi proses tawar menawa maka didapatkan aset dengan harga y, maka yang dicatat adalah perolehan dengan nilai Y dan bukan dengan nilai x.

  • Prinsip Satuan Moneter

Pada prinsip satuan moneter, pencatatan hanya dilakukan dalam satuan kuantitatif yaitu dalam satuan mata uang yang disepakati untuk digunakan. Hal ini menyebabkan satuan hitung dengan hal-hal yang sifatnya kualitatif tidak akan dianggap relevan sebagai satuan penghitungan. Satuan seperti lembar (pada saham), atau unit (pada aset yang berbentuk benda) tidak akan dapat dilaporkan kecuali nilainya diconvert dalam satuan mata uang.

  • Prinsip Pengakuan Pendapatan

Prinsip yang menyatakan bahwa pendapatan dari hasil usaha harus dicatat dengan jumlah yang sebenar-benarnya sesuai dengan waktu yang ditentukan. Dimana dasar yang digunakan untuk mengukur pendapatan tersebut adalah jumlah kas atau setara kas yang diperoleh atas transaksi-transaksi keuangan yang sudah berlangsung.

  • Prinsip Pengungkapan Penuh

Laporan Keuangan hendaklah memiliki prinsip pengungkapan penuh dalam menyajikan informasi. Dalam artian, angka-angka dan hal-hal yang dituliskan dalam Sebuah Laporan Keuangan haruslah sesuai dengan kenyataan sebenar-benarnya tanpa ada usaha untuk menutup-nutupi. Jika ada sesuatu hal yang harus ditambahkan maka dapat dibuat berupa catatan kaki, keterangan atau lampiran.

  • Prinsip Mempertemukan (Matching Principle)

Prinsip ini adalah prinsip yang mempertemukan bahwa jumlah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan sama dengan pendapatan yang didapatkan. Namun di dalam suatu bisnis terkadang prinsip ini tidak selalu dapat dilakukan karena berbagai sebab seperti pembayaran yang ditunda dan lainnya.
Karenanya dilakukan penyesuaian atas permasalhan ini dengan menggunakan Accrual Basis dalam pencatatan akuntansinya. Dengan cara ini akan muncul adanya jurnal penyesuaian pada akhir periode untuk menyesuaikan antara pendapatan serta biaya.

  • Prinsip Konsistensi

Disarankan bagi perusahaan atau suatu lembaga untuk membuat Laporan Keuangan tiap periode menggunakan metode yang sama. Hal ini untuk menjaga nilai konsistensi Laporan Keuangan sehingga dapat dibandingkan laporan tersebut antara satu periode dengan periode lainnya.

Jika suatu perusahaan atau lembaga terpaksa melakukan perubahan dalam metode penyajian Laporan Keuangan tersebut, diharapkan diberikan keterangan tambahan dan sebab dasar mengapa Metode Laporan Keuangan tersebut mengalami perubahan.

  • Prinsip Materialitas

Prinsip Materialitas merupakan prinsip yang menganggap pengukuran dan pencatatan akuntansi sesuai dengan nilai yang dimiliki oleh material yang terkait. Nilai ini ditulis dalam bentuk nominal dari suatu material yang dapat dijual.

  • Prinsip Kesinambungan Usaha

Prinsip yang mempercayai bahwa suatu usaha akan menjalankan usahanya secara terus menerus dan berkesinambungan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang prinsip dasar akuntansi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Mengapa Perempuan Mudah Terjebak Utang Kartu Kredit?
Financial Planning Before Disaster (Persiapan Finansial Sebelum Bencana)
Bagaimana Menggunakan ATM dengan Aman?
Sisi Buruk Kerja di Perusahaan Startup
Bagaimana Bersenang-Senang Sekeluarga dengan Murah?
Mengapa Financial Management (Manajemen Keuangan) Harus Diajarkan di Sekolah
Empat Tahap Pertumbuhan Bisnis
Apa yang Harus Dilakukan Bila Dompet Hilang?
Bagaimana Restoran Buffet (All You Can Eat) Mendapatkan Untung?
Apa Itu ‘Bank Stress Test’?


Bagikan Ke Teman Anda