Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Sebagian Besar Pemenang Lotre Jatuh Miskin! Mengapa?

Apa yang akan Anda lakukan jika memenangkan lotre? Lotre merupakan undian berhadiah yang untuk memenangkannya tidak didasarkan pada keahlian khusus tetapi faktor keberuntungan. Mekanismenya dengan menjual tiket lotre kepada masyarakat. Semakin banyak tiket yang dibeli, semakin besar peluang untuk memenangkannya. Lotre banyak ditemui di negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, Australia, dan lainnya. Total hadiah yang ditawarkan tak tanggung-tanggung mulai dari ratusan juta, miliaran, hingga triliunan jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah.

Sementara di Indonesia sendiri lotre pernah diadakan di era tahun 1980-an yang dikenal dengan Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB). Lotre ini juga menjual kupon dengan memadukan tujuh angka yang dipilih secara bebas. Iming-iming hadiah yang menggiurkan, yakni mencapai 1 miliar menarik minat banyak masyarakat untuk turun bermain. Selain SDSB juga dikenal adanya lotre jenis lain yang dikenal dengan nomor buntutan atau togel. Fenomena lotre ini justru memberikan dampak yang kurang baik kepada masyarakat. Lotre tak ubahnya praktik perjudian sehingga penyelenggaraannya kemudian dilarang karena bertentangan dengan norma agama dan sosial yang dianut di Indonesia.

Kembali pada lotre di negara-negara barat. Banyak orang yang menjadi kaya mendadak setelah memenangkan lotre. Namun tak berselang lama, banyak pemenang lotre yang kembali jatuh miskin. Bagaimana bisa? Mungkin pertanyaan tersebut muncul dalam benak Anda. Jawabannya bisa saja dan memang demikian faktanya. Inilah penyebab pemenang lotre kembali miskin.

  • Berlaku boros

Kebanyakan orang yang memenangkan lotre bukanlah orang yang sudah tergolong kaya. Mendapatkan uang dengan jumlah fantastis dalam waktu singkat tentu akan mempengaruhi perilaku pemenang lotre. Muncul euforia dalam diri karena tidak menyangka memperoleh uang dalam jumlah yang mungkin hanya bisa dibayangkannya saja, tetapi kini uang tersebut dalam genggamannya. Tak heran jika kemudian mereka melampiaskannya dengan berlaku boros, membeli barang-barang mewah yang tak akan pernah bisa dibelinya meski bekerja puluhan tahun. Mobil, rumah, perhiasan emas, dan barang-barang mewah lainnya menjadi produk yang harus dibeli, sehingga menempati urutan pertama dalam daftar belanja.

Sikap boros ini berkaitan dengan kurangnya bahkan tidak adanya kontrol diri dalam mengelola uang hadiah lotre. Tak hanya boros dalam membeli barang-barang mewah, tetapi juga menerapkan pola atau gaya hidup serba mewah yang mengarah pada hura-hura dan foya-foya. Menikmati gaya hidup yang awalnya hanya bisa mereka bayangkan saja, tetapi kini mereka bisa merasakan sepuasnya. Mereka pikir, uang hadiah lotre yang dimenangkannya bisa mengekalkan kehidupan mewah yang dijalaninya. Tanpa disadari, perlahan namun pasti uang tersebut mulai terkuras hingga habis. Akhirnya, mereka kembali pada kehidupan awal seperti sebelum memenangkan lotre.

  • Mendapat tekanan dari orang-orang terdekat

Pemenang lotre jika diibaratkan bagai darah di lautan yang dipenuhi hiu. Banyak orang yang mengincarnya untuk mendapatkan ‘cipratan’ dari uang hadiah lotre tersebut. Mulai dari keluarga, kerabat, tetangga, hingga agen properti. Mereka tak segan untuk memberikan tekanan bujuk rayu agar sang pemenang lotre membelanjakan uangnya sesuai dengan keinginan mereka. Pemenang lotre menjadi target atau sasaran untuk menyalurkan kepentingan mereka. Mereka akan melontarkan kata-kata manis agar sang pemenang lotre mau menunjukkan bahwa dirinya sekarang menjadi kaya. Tujuannya adalah agar sang pemenang lotre membeli barang-barang mewah yang merepresentasikan kekayaannya. Di sini, pemenang lotre ditekan bahkan dipaksa untuk hidup di luar kemampuan finansial sebelumnya.

Uang hadiah lotre tak ubahnya uang kaget bagi orang yang memenangkannya. Kurangnya kontrol diri ditambah dengan adanya tekanan berupa provokasi dari orang-orang terdekat untuk membeli barang-barang mewah guna menunjukkan kekayaannya lambat laun menjadi bumerang bagi sang pemenang lotre itu sendiri. Pengelolaan dan pengalokasian uang menjadi kacau sekadar untuk menuruti hawa nafsu yang ‘disulut’ oleh provokasi orang-orang terdekat. Untuk sementara lingkungan sekitar memang akan mengagumi dan mengakui kekayaan yang ditunjukkan, namun saat pemenang lotre sadar uangnya telah menipis bahkan habis, pengakuan status sosial yang diukur dari kekayaan tersebut akan sirna dengan sendirinya.

  • Ceroboh dalam membelanjakan uang

Di saat memiliki banyak uang, nafsu belanja akan barang-barang mewah secara otomatis meningkat. Di sinilah kontrol diri lepas tak terkendali. Ceroboh dalam membelanjakan uang hadiah lotre disinyalir menjadi salah satu penyebab para pemenang lotre kembali miskin. Ceroboh di sini bisa diartikan sebagai tindakan tidak bijaksana dalam mengelola keuangan. Uang hadiah lotre lebih banyak bahkan hampir seluruhnya digunakan untuk membeli barang-barang mewah, pesta pora, dan hal-hal yang kurang bermanfaat bagi masa depan lainnya.

Banyak pemenang lotre yang tidak memikirkan kehidupan jangka panjang yang akan dijalaninya. Mereka tidak berpikir tentang investasi yang tentunya lebih bermanfaat untuk kehidupannya kelak. Dengan investasi, sebenarnya mereka telah mempersiapkan kehidupan yang lebih baik ke depannya, dengan kondisi finansial yang cenderung stabil. Dengan begitu, mereka tak perlu kembali menjalani kehidupan sebelumnya dengan uang yang terbatas, bahkan jatuh miskin. Sayangnya, nafsu belanja lebih besar dibandingkan dengan logika, sehingga uang hadiah lotre yang dimenangkan hanya memberikan kepuasan dan kebahagiaan sementara saja.

  • Ketagihan membeli tiket lotre

Tahukah Anda berapa uang yang dihabiskan oleh pemenang lotre untuk membeli tiket lotre? Sangat jangan yang hanya membeli satu tiket berhasil memenangkan lotre. Mereka yang menghabiskan uangnya untuk membeli banyak tiket lotrelah yang berpeluang besar untuk menang. Dan, benar adanya. Semakin banyak tiket lotre yang dibeli, maka peluang untuk memenangkannya semakin besar. Jadi, pemenang lotre adalah mereka yang benar-benar tergila-gila dengan lotre, sehingga rela mempertaruhkan seluruh uang yang dimilikinya untuk membeli lebih banyak tiket lotre.

Woila! Pemenang lotre pun diumumkan. Banyak yang menyumbangkan sebagian untuk yayasan amal, kemudian mengambil sisanya untuk digunakan membeli barang-barang yang tak hanya sekadar dibutuhkan tetapi juga diinginkan. Sekali memenangkan lotre, orang akan semakin penasaran untuk mencoba lagi dan lagi dengan membeli lebih banyak tiket lotre dan mencoba berbagai jenis lotre. Tak jarang, uang hadiah lotre dialokasikan kembali untuk membeli tiket lotre sebanyak-banyaknya dengan harapan bisa memenangkannya lagi. Namun, keberuntungan tak selalu datang dua kali. Meski telah mengalokasikan banyak uang untuk membeli lebih banyak tiket, tidak ada jaminan menjadi pemenang untuk yang kedua kali.

Disadari atau tidak perjudian tidak akan menghasilkan kekayaan yang kekal. Demikian pula dengan lotre, uang hadiah yang dimenangkannya sering kali tak mampu bertahan lama. Tentu banyak faktor yang mempengaruhi, di antaranya tidak adanya kontrol diri sehingga berlaku boros, adanya tekanan dan provokasi menunjukkan kekayaan yang justru datang dari orang-orang terdekat. Selain itu, kecerobohan dalam mengelola uang juga turut menyebabkan pemenang lotre terpuruk kembali. Perjudian memberikan dampak candu sehingga sulit bagi orang apalagi yang pernah memenangkan lotre untuk melepaskan diri darinya, yang ada justru semakin tertarik dalam jeratannya.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang alasan mengapa sebagian besar pemenang lotre jatuh miskin, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Inilah Alasan Orang Lebih Senang Menjadi Karyawan
Mengapa Orang Miskin Tetap Miskin? Inilah Penyebabnya!
Mengapa Menjadi Kaya Begitu Sulit? Ini Alasannya!
Negara-negara yang Dulunya Kaya Raya namun Kini Miskin
Mengapa Ada Orang yang Kaya dan Ada Orang yang Miskin di Dunia?
Kisah dan Pengalaman Orang-Orang Kaya yang Jatuh Miskin
Tipe Orang yang Akan Gagal Mengelola Uang
Skill Keuangan yang Harus Diajarkan Ke Anak
Contoh Keputusan Finansial yang Buruk
Mengapa Orang Yahudi Sukses?


Bagikan Ke Teman Anda