Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Siapa Itu Adam Smith? Biografi Adam Smith

Adam Smith (wikipedia.org)

Mereka yang mendalami ilmu ekonomi tentu sudah tidak asing lagi dengan seorang ahli yang bernama Adam Smith. Adam Smith merupakan seorang ahli filsuf, ekonomi dan penulis yang berasal dari Skotlandia. Terdapat dua karya klasik dari Adam Smith yang cukup terkenal yaitu An Inquiry into the Nature dan Causes of the Wealth of Nations (1776) dan The Theory of Moral Sentiments (1759). Dimana karya pertamanya yang sering disingkat sebagai The Wealith of Nations, dianggap sebagai karya modern ekonomi pertama sekaligus sebagai magnum opus.

Smith meletakkan dasar-dasar teori ekonomi pasar bebas klasik di setiap karyanya. The Wealth of Nations adalah salah satu karyanya yang dapat dijadikan sebagai rujukan untuk disiplin ilmu ekonomi modern. Dalam setiap karyanya, Smith mengembangkan konsep pembagian kerja dan menguraikan tentang bagaimana kepentingan rasional dan persaingan dapat mengarah pada kemakmuran ekonomi. Segala gagasan yang dilontarkan oleh Smith dinilai sangat kontroversial di zamannya, baik itu dari pendekatan umum atau gaya tulisannya yang sering disindir oleh para penulis Tory dalam tradisi moralisasi William Hogarth dan Jonathan Swift.

Pada tahun 1759, Smith kembali menerbitkan sebuah karya yang berjudul The Theory of Moral Sentiments. Buku tersebut berisi tentang bagaimana moralitas manusia bergantung pada simpati antara agen dan penonton, atau individu dan anggota masyarakat lainnya. Pada intinya, isi dari buku tersebut lebih kepada bagaimana Smith mendefinisikan sikap saling simpati sebagai dasar atau bentuk dari sentimen moral.

Dalam buku yang ditulisnya, Smith mendasari penjelasannya bukan pada perasaan moral khusus seperti yang dilakukan oleh Hutcheson atau pada utilitas seperti yang dilakukan Hume, tetapi pada rasa simpati. Hal itu merupakan sebuah istilah yang paling mudah dipahami dalam bahasa modern berdasarkan konsep empati saat ini.

Tujuannya dalam menulis buku The Theory of Moral Sentiments adalah untuk menjelaskan tentang kemampuan manusia dalam membentuk penilaian moral. Pemikiran tersebut dilandasakan berdasarkan fakta bahwa ketika seseorang memulai kehidupannya, mereka tidak memiliki sentimen moral sama sekali. Smith mengusulkan teori simpati, dimana tindakan mengamati dan melihat penilaian yang mereka berikan kepada orang lain mampu membuat orang tersebut menjadi sadar tentang dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat perilakunya.

Sehingga akan diperoleh suatu umpan balik sebagai hasil dari mempersepsikan atau membayangkan penilaian orang lain. Dimana umpan balik itu dapat menciptakan dorongan agar terbentuk rasa simpati saling sentimen dan membimbing orang untuk mengembangkan kebiasaan, perilaku serta prinsip yang datang dari hati nurani seseorang. Setelah penerbitan The Theory of Moral Sentiments, Smith mulai memberikan perhatian lebih pada masalah ekonomi dan yurispudensi untuk teori-teorinya tentang moral.

Pada perkembangan selanjutnya, terjadi perbedaan pendapat antara ekonom klasik dan neoklasik mengenai pesan yang disampaikan dari karya Adam Smith yaitu An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. Para ekonom klasik meyakini bahwa program yang dirancang Smith dalam rangka mempromosikan pertumbuhan ekonomi, kemakmuran dan kekayaan yang dapat diperoleh dari sebuah pembagian kerja.

Selanjutnya Smith mencetuskan istilah invisible hand dan menggunkannya dalam History of Astronomy. Dia meyakini bahwa ketika seseorang  mengejar kepentingannya sendiri dalam sebuah nilai keadilan, maka itu berarti secara tidak sengaja orang itu telah mempromosikan kebaikan yang ada pada masyarakat. Sedangkan ketika seseorang mengejar sebuah persaingan yang mementingkan dirinya sendiri di suatu pasar bebas, maka hal tersebut akan cenderung menguntungkan masyarakat secara keseluruhan dengan menjaga harga tetap rendah dan stabil sembari mengambil keuntungan dari barang atau jasa yang ditawarkannya.

Gagasan Smith mengenai invisible hand berasal dari adanya kemungkinan konsep keseimbangan umum. Hal itu telah mempengaruhi pendapat para ekonom neoklasik.  Namun lain halnya dengan para ekonom klasik yang menggunakan konsep ekonomi fisiokratis sebagai suatu proses yang melingkar, untuk mengamankan nilai pertumbuhan. Dimana nilai input pada periode 2 harus melebihi input dari periode 1. Oleh sebab itulah, nilai output dari periode 1 yang tidak terpakai atau malah digunakan sebagai input pada periode 2 akan dianggap tidak produktif. Disisi lain, Smith juga berpendapat bahwa memperdalam pembagian kerja di bawah persaingan akan mengarah pada produktivitas yang lebih besar sehingga mampu mengarah ke harga yang lebih rendah dan meningkatkan standar hidup.

Pada saat menjelang hari kematiannya, hampir semua data manuskrip yang telah disusunnya hancur.  Dari beberapa manuskrip yang telah ditinggalkannya terlihat bahwa sepertinya dia telah merencanakan dua risalah utama. Dimana risalah yang satu mengenai sains dan seni, sedangkan yang lainnya mengenai teori dan sejarah hukum. Karya-karya lain milik Adam Smith yang diterbitkan dan dijadikan sebagai rujukan pembelajaran diantaranya tentang Yurispudensi, Senjata, Keadilan, Polisi dan esai tentang Filosofis.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang biografi Adam Smith, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Siapa itu Elon Musk? Ini Biografi Singkat Elon Musk
Teori Keunggulan: Teori Adam Smith Vs Teori David Ricardo
Siapa itu John Maynard Keynes? Biografi John Maynard Keynes
Tipe Orang yang Akan Gagal Mengelola Uang
Skill Keuangan yang Harus Diajarkan Ke Anak
Contoh Keputusan Finansial yang Buruk
Mengapa Orang Yahudi Sukses?
Jangan Beli Mainan Anak-anak Seperti Ini
Kesalahan dalam Membeli Mobil
Jangan Menyewakan Rumah kepada Orang Seperti Ini


Bagikan Ke Teman Anda