Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Singapura Mahal? Ini Dia Biaya Hidup di Singapura

Rumput tetangga lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Itu ungkapan yang dimunculkan tetua agar kita lebih mensyukuri hidup yang kita jalani. Namun, ada kalanya itu tidak berlaku tatkala mengulas hal-hal yang sifatnya mutlak. Kebahagian memang relatif. Tapi, ada hal-hal yang sifatnya mutlak seperti ketertiban, kebersihan dan infrastruktur yang lengkap dan memadai serta pemerintah yang peduli terhadap rakyat. Dan, itu berlaku di negara tetangga kita, yakni Singapura.

Kenyataan bahwa Singapura menawarkan fasilitas dan infrastruktur yang manusiawi bagi warganya membuat banyak orang, termasuk warga Indonesia, tergiur mencari penghidupan dan mengais rejeki di sana. Padahal, bukan hal yang mudah untuk hidup di Singapura; apalagi menjadi warga negaranya. Butuh upaya keras secara finansial dan legal agar bisa diterima di Singapura. Belum lagi, biaya hidup di Singapura tergolong mahal, kata orang, mengingat posisinya sebagai salah satu negara dengan perekonomian terkuat dan paling stabil di dunia.

Tapi, apakah hidup di Singapura benar-benar mahal? Guna mengetahui seberapa besar ongkos yang perlu dikeluarkan bagi mereka yang ingin tinggal di sana, berikut ulasannya.

1. Apartemen pribadi

Apartemen pribadi di Singapura mirip dengan kondominium. Hanya saja, kebanyakan apartemen pribadi tidak memiliki fasilitas selengkap kondominium seperti kolam renang berukuran besar, tempat untuk barbekyu, lapangan tenis maupun sarana lainnya. Tak cuma itu, apartemen di Singapura cenderung berusia tua. Biaya sewa apartemen 3 kamar di Singapura, khususnya di kawasan CBD, menelan ongkos sebesar 5 ribu hingga 7 ribu dolar Singapura per bulan. Kalau ingin yang lebih murah, Anda bisa memilih kawasan pinggirian. Biayanya ‘cuma’ 4 ribu dolar Singapura per bulan.

2. Kondominium

Kondominium banyak menjadi pilihan utama para pekerja ekspat di Singapura karena memiliki fasilitas rekreasi seperti kolam renang, lapangan tennis, taman bermain anak, akses keamanan tinggi, dan wadah untuk bersosialisasi dengan ekspat lain.

Maka dari itu, wajar jika biaya sewa kondominium di Singapura cukup mahal meski harganya bervariasi tergantung pada lokasi dan usia bangunan. Ongkos sewa sebuah kondominium 3 kamar di kawasan CBD seperti Orchard, Bukit Timah, Tanglin dan River Valley berkisar antara 7 ribu dolar Singapura hingga 15 ribu dolar Singapura; tergantung tingkat kemewahan dan jauh dekatnya lokasi dengan CBD. Biaya ini membengkak ketika hendak menyewa di kawasan Sentosa dan Keppel Bay; antara 8 ribu dolar Singapura hingga 13 ribu dolar Singapura per bulan.

Sedangkan lokasi yang lebih jauh biasanya mematok ongkos sewa sebesar 4 ribu hingga 7 ribu dolar Singapura. Sementara lokasi yang lumayan pelosok seperti Bedok, Changi, Pasir Ris, Tampines, Ang Mo Kio, Woodlans, Yishun, Clementi, Jurong dan Punggol relatif lebih murah, yakni antara 3 ribu hingga 5 ribu dolar Singapura per bulan.

3. Biaya makan

Memasak sendiri selalu memberi pilihan hidup yang lebih murah dan hemat. Hal ini juga berlaku di Singapura. Dengan memasak sendiri Anda cuma perlu mengeluarkan 200 dolar Singapura per orang untuk daging dan sayuran per bulannya. Sedangkan bagi pasangan, biaya per bulan kalau memasak sendiri paling besar hanya 1.200 dolar Singapura, tergantung pilihan makanannya.

Tapi, kalau Anda memilih makan di luar, maka Anda perlu mengeluarkan ongkos lebih banyak. Makan siang ‘normal’ di foodcourt Singapura menelan ongkos 5-6 dolar Singapura; fastfood seperti McDonalds memerlukan biaya 7 dolar Singapura dan ngopi di Starbucks harganya berkisar 6-7 dolar Singapura. Gaya hidup yang lebih mewah dengan selalu makan di restoran memakan ongkos antara 20 hingga 40 dolar Singapura. Itu untuk menu paling sederhana, lho.

4. Transportasi publik

Sudah bukan rahasia lagi kalau Singapura tergolong sebagai salah satu negara yang memiliki fasilitas transportasi publik terbaik dan paling komprehensif serta termurah di dunia. Rata-rata ongkos yang perlu Anda keluarkan saat menaiki bus kota hanyala 1,6 dolar Singapura. Per bulannya, kalau Anda mengkombinasikan naik bus dan MRT, biaya yang perlu dikeluarkan paling sebesar 150 dolar Singapura. Pasangan di Singapura biasanya mengeluarkan biaya dua kali lipat, yakni 300 dolar Singapura untuk transportasi publik.

Jika Anda enggan naik transportasi publik semacam MRT, mungkin taksi bisa dipertimbangkan. Taksi Singapura dikenal sebagai salah satu yang paling efisien di dunia. Biaya taksi Singapura untuk mile pertama berkisar 3 hingga 4 dolar Singapura, dengan penambahan 0,22 dolar Singapura setiap 400 meter sampai dengan 10 km – dan 0,22 per 350 m jika melebihi 10 km.

5. Biaya kesehatan

Jangan ragu saat menikmati fasilitas kesehatan di Singapura. Ini yang terbaik di Asia dan peringkat 6 terbaik di dunia menurut WHO. Anda tidak perlu menggunakan asuransi untuk memenuhi kebutuhan pemeriksaan kesehatan ringan, dan hanya perlu menyisihkan 100 hingga 200 dolar Singapura per bulan untuk ini. Konsultasi ke dokter umum biasanya menghabiskan ongkos 40 dolar Singapura sementara kebutuhan seperti pemeriksaan darah dan pemindaian sinar X ongkosnya 50 hingga 80 dolar Singapura.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang biaya hidup di Singapura, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Berapakah Biaya Hidup di Singapura?
Berapakah Biaya Hidup di Kota Besar Seperti Jakarta?
Alasan Mengapa Singapura Sukses
Perhitungan THR Karyawan (Tunjangan Hari Raya)
Apa itu Kebijakan Quantitative Tightening (QT)?
Cara Kerja Penjahat ATM Skimmer
Perbedaan Kebijakan Fiskal vs Kebijakan Moneter
Mengenal Hirarki Kebutuhan Dalam Piramida Maslow
Trend Cord Cutting TV Kabel di Indonesia
Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion


Bagikan Ke Teman Anda