Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Step by Step Cara Menggadaikan Barang di Pegadaian

Pernah menggadaikan barang di pegadaian? Bagi yang pernah tentu telah memiliki pengalaman sehingga tahu tahapan caranya. Sementara yang belum pastinya masih bingung dengan proses dan ‘aturan mainnya’. Diakui atau tidak, pegadaian begitu dekat di hati masyarakat. Tempat ini sering kali menjadi tujuan masyarakat saat sedang kepepet membutuhkan dana segar dengan segera.

Pegadaian sendiri merupakan lembaga yang memberikan layanan peminjaman uang dengan menggadaikan barang sebagai jaminan. Dengan slogan‘”Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”, pegadaian menawarkan solusi keuangan yang kerap dihadapi masyarakat tanpa memandang kelas sosialnya. Baik kaya, menengah, maupun miskin asal memiliki barang dengan nilai gadai sebagai jaminan dapat bertransaksi di pegadaian.

Aturan main pegadaian

Sebagai lembaga yang melayani peminjaman uang, pegadaian berbeda dengan bank. Hal tersebut perlu disadari oleh masyarakat yang berniat menjadi nasabah pegadaian. Dalam hal pengajuan pinjaman, syarat-syarat yang diberlakukan pegadaian tidaklah sama dengan bank, baik dalam hal penggunaan jaminan yang sifatnya wajib maupun jangka waktunya. Oleh sebab itu, sebelum melakukan transaksi di pegadaian, ada baiknya jika mengetahui aturan lainnya terlebih dahulu.

  • Barang jaminan

Barang jaminan mutlak diperlukan dalam mengajukan pinjaman uang ke pegadaian. Setiap pengajuan pinjaman uang ke pegadaian harus disertai dengan barang jaminan yang memiliki nilai gadai. Nah, barang jaminan tersebut nantinya yang menentukan nilai pinjaman maksimal yang bisa disetujui oleh pegadaian.

  • Biaya administrasi

Adanya biaya administrasi umum dalam setiap transaksi, termasuk gadai barang di pegadaian. Besarnya biaya administrasi di pegadaian tidaklah flat atau sama untuk setiap transaksi, tetapi tergantung pada nilai pinjaman yang disetujui pihak pegadaian. Semakin besar nilai pinjaman, semakin besar pula biaya administrasinya. Hal ini berlaku sebaliknya, jika nilai pinjaman kecil, maka biaya administrasinya juga kecil. Jika diangkakan, biaya administrasi gadai barang di pegadaian kurang lebih sekitar 1% dari nilai pinjaman. Biaya administrasi ini bisa dibayarkan tunai, bisa juga dikurangi dari pinjaman yang akan diterima nasabah.

  • Jangka waktu pinjaman

Pinjaman dengan sistem gadai barang di pegadaian termasuk pinjaman singkat, karena batas waktu maksimalnya tidak lama yang bisa mencapai tahunan seperti bank. Jangka waktu pinjaman di pegadaian maksimal hanya 120 hari atau kurang lebh selama 4 bulan. Jika jangka waktu tersebut telah berakhir yang artinya jatuh tempo, nasabah harus menebus barang yang dijaminkan dengan membayar pinjaman pokok beserta bunganya yang diistilahkan dengan sewa modal.

  • Pelunasan

Dalam hal pelunasan, nasabah dapat melunasi pinjaman atau menebus barang gadai selama masa berlakunya pinjaman. Artinya, pelunasan atau tebus barang gadai tak harus menunggu jatuh tempo. Pelunasan sebelum jatuh tempo justru memperkecil sewa modal atau bunga yang harus dibayarkan, karena bunga dihitung per 15 hari.

Lantas, bagaimana jika pinjaman telah jatuh tempo tetapi nasabah belum memiliki uang untuk menebus barang gadainya? Untuk itu, nasabah harus memperpanjang masa atau jangka waktu pinjaman selama 120 hari ke depan dengan hanya membayar bunga atau sewa modalnya saja. Agar nasabah lebih ringan dalam menebus barang gadainya, pegadaian menerapkan sistem cicilan. Artinya, nasabah bisa mencicil pinjaman selama berlangsungnya masa pinjaman.

  • Pelelangan

Satu hal penting lainnya yang harus diketahui adalah pelelangan barang gadai. Jika nasabah tidak menebus atau memperpanjang masa pinjaman atas barang yang digadai sebagai jaminan, maka pegadaian akan melelang barang gadai tersebut. Waktu pelelangan biasanya telah dicantumkan secara detail pada surat gadai yang disebut dengan Surat Bukti Kredit (SBK) yang diberikan kepada nasabah. Namun, sebelum dilakukan pelelangan atas barang gadai, pegadaian biasanya akan menginformasikan ulang melalui SMS (Short Message System) ke nomor ponsel nasabah terkait yang terdaftar di data nasabah pegadaian. Jika tidak ada respon dari nasabah dalam jangka waktu toleransi pelunasan atau penebusan barang yang ditetapkan, maka pegadaian akan melelang barang gadai tersebut.

Jika terdapat sisa dari hasil lelang barang gadai setelah digunakan untuk menutup pinjaman nasabah, maka uang sisa atau lebihnya dikembalikan kepada nasabah. Sebaliknya, apabila dari hasil lelang ternyata masih ada kekurangan untuk menutup pinjaman, maka nasabah harus membayar sisa tersebut.

Jenis-jenis barang yang bisa digadaikan

Pegadaian memberikan pinjaman dengan sistem gadai kepada semua golongan nasabah, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun produktif. Pinjaman dengan sistem gadai ini dipercaya sebagai solusi untuk memperoleh pinjaman secara cepat, mudah, dan aman. Syarat untuk mendapatkan pinjaman di pegadaian juga tidak sulit, hanya cukup kartu identitas dan barang yang memiliki nilai gadai sebagai jaminan atas pinjaman uang yang diinginkan.

Apa saja barang yang memiliki nilai gadai? Banyak, mulai dari barang-barang elektronik hingga kendaraan bermotor. Secara detail jenisnya dapat berupa perhiasan emas, emas batangan, ponsel smartphone, laptop, televisi, kamera saku, kamera DLSR, sepeda motor, bahkan juga mobil. Khusus untuk kendaraan bermotor, nasabah harus menyertakan BPKB (Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor) dan juga STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).

Step by step cara menggadaikan barang di pegadaian

Proses menggadaikan barang di pegadaian tidaklah sulit, bahkan tergolong mudah dan cepat. Setidaknya hanya membutuhkan waktu kurang lebih selama 15 menit, tergantung panjang tidaknya antrean nasabah yang ingin bertransaksi. Adapun langkah-langkah menggadaikan barang di pegadaian untuk nasabah dengan jenis barang gadai baru dapat diuraikan sebagai berikut.

1. Datang ke kantor pegadaian dan mengisi formulir gadai barang

Langkah pertama tentu saja nasabah harus datang ke kantor pegadaian terdekat. Nasabah akan disambut oleh petugas keamanan kantor pegadaian yang tak hanya menyapa tetapi juga menanyakan kepentingan nasabah. Bagi nasabah lama dengan kepentingan untuk menebus, mencicil, atau memperpanjang jangka waktu pinjaman akan diberikan nomor antrean. Sementara bagi nasabah yang ingin mengajukan pinjaman baru, maka akan langsung dipersilakan masuk dan mengisi formulir gadai barang yang sudah disediakan.

Isilah formulir barang gadai sesuai dengan data yang diminta berupa data diri seperti nama, alamat lengkap, nomor identitas KTP (Kartu Tanda Penduduk), tujuan menggadaikan barang, jenis barang yang digadai, dan nilai pinjaman yang diinginkan. Jangan lupa untuk membubuhkan tanda tangan pada formulir tersebut.

2. Menyerahkan formulir gadai barang dan kartu identitas beserta barang gadai

pada loket atau petugas yang menaksir barang gadai
Jika telah usai mengisi formulir barang gadai, selanjutnya nasabah bisa langsung menyerahkannya pada petugas yang berjaga di loket penaksiran barang gadai. Sertakan pula salinan KTP dan barang yang akan digadaikan. Petugas terkait akan menaksir nilai barang gadai yang nantinya akan berpengaruh pada nilai pinjaman maksimal yang bisa diperoleh nasabah. Proses penaksiran barang gadai tidak berlangsung lama.

Setelah proses penaksiran barang gadai usai, nasabah akan dipanggil dan diinformasikan tentang nilai pinjaman maksimal yang bisa disetujui. Jika nasabah setuju, proses akan berlanjut pada pembuatan Surat Bukti Kredit.

3. Proses pembuatan SBK

Pada proses pembuatan SBK, nasabah diminta untuk menunggu di ruang tunggu yang telah disediakan. Dalam SBK tercantum informasi tentang identitas nasabah, jenis barang gadai, nilai taksiran, nilai pinjaman, jangka waktu pinjaman, besarnya sewa modal atau bunga, tanggal jatuh tempo, dan tanggal pelelangan barang. Sementara pada sisi sebaliknya, SBK mencantumkan informasi tentang ketentuan-ketentuan atau perjanjian kredit yang harus disetujui oleh nasabah.

4. Nasabah menerima pinjaman dalam bentuk tunai

Apabila proses pembuatan dan pencetakan SBK telah selesai, maka nasabah akan dipanggil di loket kasir. Di sini, nasabah akan dijelaskan secara singkat berkenaan dengan tanggal jatuh tempo pinjaman. Selanjutnya, nasabah akan menerima uang pinjaman dalam bentuk tunai. Namun sebelumnya, petugas kasir akan menginformasikan jumlah biaya administrasi yang harus dibayarkan oleh nasabah. Jika nasabah membayar tunai biaya administrasi, maka nasabah dapat menerima uang pinjaman secara utuh. Namun, apabila nasabah tidak membayar biaya administrasi yang dibebankan, maka akan dikurangi dari uang pinjaman yang akan diterima nasabah. Terakhir, petugas kasir akan memberikan uang pinjaman beserta dengan SBK kepada nasabah.

Fungsi dari SBK begitu penting. Oleh sebab itu, nasabah wajib untuk menyimpannya baik-baik agar tidak hilang. SBK digunakan untuk melakukan pelunasan, mencicil, atau memperpanjang jangka waktu pinjaman. Tanpa SBK, maka transaksi-transaksi tersebut tidak bisa dilakukan. Apabila terjadi kehilangan SBK, maka nasabah harus membuat laporan kehilangan ke kantor polisi terdekat. Surat keterangan kehilangan dari kepolisian tersebut yang nantinya digunakan untuk membuat SBK baru.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang step by step cara menggadaikan barang di pegadaian, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Tips Ibu Rumah Tangga Jepang dalam Menyimpan Uang
Apa yang Dilakukan Ketika Saudara Meminjam Uang?
Cara Kredit Emas di Pegadaian dan Keuntungannya
Tarik Tunai ATM tapi Uang Tidak Keluar? Ini Cara Mengatasinya!
Berikut Cara Gadai BPKB Kendaraan di Pegadaian
Apakah Memiliki Banyak Uang Akan Membuat Kita Bahagia?
Cara Mengirim Uang dengan Western Union
Antara Cinta atau Uang: Penting Mana?
Cara Mengirimkan Uang ke Negara Lain secara Murah
Definisi Uang, Fungsi, dan Jenis Uang


Bagikan Ke Teman Anda