Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Tip Menghindari Perangkap Utang

Utang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat modern saat ini yang tidak bisa kita sangkal keberadaannya. Utang tersebut datang dengan berbagai bentuk, semisal debit, kredit, hipotek, pinjaman pribadi, serta perjanjian sewa beli.

Awalnya, pemberian kredit tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mewujudkan keperluannya atau kebutuhan hidupnya semisal: biaya medis darurat, biaya membeli rumah, biaya pendidikan, dan lain sebagainya.

Namun lambat laun ide tersebut telah bergeser dari maksud tujuan awalnya. Saat ini kredit digunakan untuk membeli barang-barang yang tidak benar-benar kita butuhkan atau sifatnya tidak mendesak. Kredit berubah menjadi sebuah candu di masyarakat modern ini.

Apakah Anda termasuk orang yang tenggelam dalam perangkap kredit ini? Berikut tanda-tanda yang bisa dikenali:

  • Tabungan yang ada di akun Anda mulai menipis, bahkan tidak ada sama sekali
  • Selalu membayar jumlah minimum yang terutang pada kartu kredit
  • Menggunakan sebagian besar penghasilan bulanan untuk membayar utang
  • Mencari pinjaman dari berbagai sumber untuk menutup utang yang lain

Silahkan di cek, apabila Anda berada pada situasi yang demikian, itu menunjukkan bahwa Anda telah masuk dalam perangkap utang. Yang Anda butuhkan saat ini adalah bantuan untuk melakukan disiplin serta manajemen utang yang baik.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda pakai untuk menghindari perangkap utang tersebut dan menikmati kemerdekaan finansial yang Anda idamkan selama ini.

1. Susunlah prioritas pembayaran utang Anda

Apabila Anda memiliki banyak pinjaman, maka mulailah menyusun daftarnya berdasarkan prioritas pembayaran. Letakkan utang dengan suku bunga tinggi dan tidak memiliki manfaat pajak pada bagian teratas. Pinjaman kartu kredit serta pinjaman  pribadi masuk dalam daftar ini.

Selanjutnya daftar boleh diikuti dengan pinjaman rumah atau pendidikan. Kedua jenis pinjaman ini boleh dibersihkan secara bertahap.

Cobalah untuk mengambil pinjaman dengan bunga rendah untuk melunasi utang berbiaya tinggi Anda. Agaknya pinjaman bersifat pribadi lebih disarankan karena suku bunga kartu kredit jauh lebih mencekik dibanding dengan pinjaman pribadi.

2. Mengurangi biaya pengeluaran yang tidak perlu

Mulailah belajar mengurangi pengeluaran yang tidak perlu agar Anda bisa mencicil pinjaman berbunga tinggi Anda. Tidak masalah untuk menjalani gaya hidup hemat, asalkan keuangan Anda bisa terselamatkan.

3. Meminjamlah untuk kebutuhan, bukan keinginan

Jika Anda berencana untuk mengambil pinjaman baru, ambillah bentuk pinjaman yang benar-benar Anda butuhkan seperti membeli rumah atau meningkatkan aset. Hindari mengambil pinjaman untuk biaya hidup mewah, pembelian perhiasan, dan liburan.

4. Ketahui kapasitas pembayaran Anda

Jangan mengambil pinjaman hingga batas maksimum penghasilan bersih Anda. Sangat penting untuk mengerti kapasitas pembayaran Anda sebelum mengambil pinjaman dalam bentuk apapun.

Kesalahan yang sering terjadi adalah, banyak orang berani mengambil pinjaman dalam jumlah besar karena mereka mengharapkan potensi penghasilan yang akan didapat pada masa depan. Contohnya yaitu bonus akhir tahun atau kenaikan gaji di masa depan.

Sebaiknya hentikan pemikiran tersebut, karena kita tidak akan tahu apa yang mungkin terjadi di masa depan, mungkin saja sistem bonus akhir tahun akan dihapus atau dikurangi sebagai dampak krisis yang dialami oleh perusahaan.

5. Bijaklah menggunakan kartu kredit

Kartu kredit telah menjelma menjadi perangkap utang terbesar dalam kehidupan sosial modern. Jika tidak digunakan dengan bijaksana, maka benda tersebut dapat menyeret kita ke dalam kubangan utang yang dalam.

Sistem yang berjalan selama ini adalah kita beramsumsi bahwa pembayaran tagihan kartu kredit bisa dilakukan dengan megambil gaji bulan depan. Namun yang terjadi adalah jumlah tagihan yang membengkak ditambah lagi dengan bunga yang mencekik.

Disiplin keuangan benar-benar dibutuhkan untuk penggunaan kartu kredit.

6. Persiapkan dana darurat

Pada satu masa tertentu, kita harus memiliki cadangan keuangan setara 6 kali lipat penghasilan bulanan kita. Dan ini tidak boleh digunakan sama sekali, kecuali untuk kepentingan yang benar-benar mendesak.

7. Jangan mengandalkan kerabat

Lebih baik dan sangat disarankan untuk belajar hidup mandiri (utamanya dalam hal keuangan) dari pada mencari bantuan keuangan kepada keluarga dan teman. Hal tersebut akan menyeret kita pada ketergantungan utang.

Pikirkan baik-baik ketika Anda akan mengajukan pinjaman, sebaiknya dengarkan suara hati Anda dengan sungguh-sungguh. Karena hati seringkali bertentangan dengan tindakan, namun dalam kasus ini, pilihlah untuk mendengarkan kata hati.

8. Lebihkan pembayaran utang Anda

Ketika hendak membayar pinjaman, usahakan untuk memberi dana kelebihan pada tagihan tersebut. Alih-alih mengalami kerugian, hal ini bisa sangat menguntungkan Anda di masa depan.

Bank akan melaporkan aktivitas kedit Anda kepada biro kredit utama. Dengan membayar lebih tersebut, pinjaman Anda akan dibayar penuh sebelum tanggal penyelesaian disepakati. Bunga yang akan dibayarkan pun bisa sangat ringan.

9. Hindari telat membayar angsuran

Keterlambatan pembayaran pinjaman akan  berakhir dengan biaya tambahan yang tidak perlu. Cara terbaik untuk menghindari keterlambatan ini adalah dengan memberikan perintah debit bulanan di rekening Anda. Jadi, setiap tanggal pembayaran, rekening Anda akan terpotong secara otomatis.

Cara lain yang bisa Anda terapkan adalah dengan menambahkan satu cicilan lagi di depan sedini mungkin setelah kita mengambil pinjaman. Jadi suatu saat ketika kita mengalami darurat keuangan, Anda tidak perlu khawatir akan terlambat dalam pembayaran.

Kelola rencana pembayaran utang Anda secara bijaksana, alih-alih menggunakan utang sebagai sarana untuk “membakar uang”, pakailah fasilitas utang tersebut untuk rencana jangka panjang hidup Anda seperti memiliki rumah atau biaya pendidikan.

Laksanakan pembayaran utang tersebut dengan bijaksana untuk mencapai tujuan hidup Anda yang paling utama, dengan demikian, Anda pun bisa keluar dari perangkap utang yang menjerat hidup Anda selama ini.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tip menghindari perangkap utang, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa Itu PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang)?
Apa Itu NON-PERFORMING LOAN (NPL)?
Pinjaman Online Financial Technology (Fintech)
Apa itu Kredit Waralaba?
Inilah Alasan Bank Menolak Appraisal Rumah yang Diajukan Sebagai Agunan
Kredit Motor Menyebabkan Kemiskinan?
Apa itu Biaya Provisi? Serba-serbi tentang Biaya Provisi untuk Pinjaman
Apakah Financial Technology (Fintech) itu dan Apa saja Produknya?
Langkah untuk Terbebas dari Hutang di Masa Pensiun
Apa yang Terjadi Jika Negara Menolak Melunasi Utang?


Bagikan Ke Teman Anda