Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Tips untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) agar Semakin Maju

Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan salah satu skala usaha yang memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat. Bahkan kehadiran dan pemberdayaan UKM ini mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi negara. Meski berskala kecil, namun UKM merupakan langkah awal dari pembangunan ekonomi kerakyatan yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Para wirausaha tentu ingin sukses dengan bisnis yang dirintisnya. Mulai dari skala kecil dengan harapan mampu berkembang secara bertahap hingga menjadi skala menengah bahkan besar. Tak dipungkiri banyak UKM yang berjaya karena mampu meraih kesuksesan merebut pasar. Namun, tak sedikit pula yang kuncup alias jalan di tempat tanpa mengalami perkembangan yang signifikan bahkan gagal dan tersingkir dari industri.

Kegagalan memang menyedihkan bahkan menyakitkan, tapi tak seharusnya diratapi justru harus mampu menjadi cambuk untuk terus mengobarkan semangat meraih sukses. Merintis sebuah UKM memang gampang-gampang susah, meski skalanya kecil tapi tak bisa juga diremehkan. Meski berskala kecil namun pengelolaannya tetap harus dilakukan dengan serius agar hasil yang diperoleh serius pula.

Sekadar menjalankan bisnis memang kelihatan tak terlalu sulit, namun untuk mengembangkannya hingga mencapai kesuksesan dibutuhkan strategi. Tanpa strategi yang tepat, bisnis atau usaha meski skala kecil hanya akan jalan di tempat, bahkan tereliminasi karena kalah bersaing. Berikut tips jitu bagi UKM untuk bertahan dan mengembangkan bisnisnya.

  • Tentukan tujuan

Apa tujuan Anda merintis sebuah UKM? Sekadar untuk menghasilkan uang? Tak bisa dipungkiri uang menjadi alasan dan tujuan dalam merintis suatu UKM. Namun sejatinya bisnis tak hanya sekadar menghasilkan uang saja. Bisnis juga tentang memberi nilai kepada pelanggan atas segala sesuatu yang melekat pada produk atau jasa yang ditawarkan, baik layanan, keahlian atau keterampilan, maupun kualitas.

Diakui atau tidak, banyak pelaku UKM yang masih bingung dengan tujuan yang ingin dicapai dari bisnis yang dijalankannya. Banyak yang ingin merintis bisnis UKM, tapi bingung dengan jenis bisnis yang akan dirintisnya. Alhasil, keinginan membangun bisnis UKM tidak terealisasi. Jika pun dapat terealisasi, tidak ada tujuan pasti yang ingin dicapainya.

Sebelum memulai bisnis, memang ada baiknya jika mengenali bisnis itu sendiri. Seperti pepatah yang mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Demikian pula dengan bisnis, selama tidak mengenali bisnis Anda sendiri, maka Anda tidak akan serius untuk mengembangkannya. Sebaliknya, semakin mengenal bisnis yang Anda jalankan, Anda akan semakin sayang sehingga senantiasa berusaha untuk mengembangkannya.

Bicara tentang tujuan bisnis, Anda sebagai wirausaha atau pelaku UKM harus mampu menilai bisnis Anda sendiri luar dalam. Anda bisa memulainya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul dari dalam benak Anda sendiri maupun orang-orang di sekitar Anda, bahkan pelanggan Anda.

  1. Misalnya seperti beberapa pertanyaan berikut.
  2. Mengapa Anda berbisnis?
  3. Mengapa Anda tertarik dengan bisnis ini?
  4. Mengapa Anda memilih dan menjalankan bisnis ini?
  5. Mengapa Anda ingin mengembangkan bisnis ini?

Mungkin tampak rumit. Namun, jawaban dari beberapa pertanyaan tersebut akan membuat Anda semakin mengenal bisnis Anda. Dengan mengenal bisnis yang dijalankan, tentunya Anda akan dapat lebih mudah menentukan tujuan yang ingin dicapai dari bisnis tersebut.

  • Lakukan diferensiasi

Dalam dunia bisnis pastilah ada persaingan, termasuk pada industri UKM. Bicara tentang persaingan, segala sesuatu mungkin saja terjadi. Namun yang pasti terjadi adalah perebutan pasar. Setiap pelaku UKM tentu ingin menjangkau pasar dengan berbagai cara, asal produk atau jasa yang menjadi unggulan bisnisnya bisa laku di pasaran.

Kompleksitas dari persaingan akan tampak pada industri UKM dengan jumlah pemain yang banyak. Banyaknya pemain tersebut akan memperebutkan pasar yang sama. Hasilnya, pemain dengan strategi unggul yang akan memenangkan persaingan.

Jika Anda menjalankan bisnis dengan mekanisme yang standar, maka bisnis Anda akan sulit berkembang bahkan bisa jadi tersingkir dari persaingan. Mengapa? Konsumen tentu akan menjadi produk atau layanan yang memiliki kualitas lebih baik, layanan prima, dan keunggulan-keunggulan lainnya.

Pertanyaannya, apa yang membedakan bisnis Anda dengan pemain lain pada industri UKM yang sama? Jika tidak ada perbedaan yang signifikan, Anda akan sulit untuk merebut pasar, apalagi jika Anda tergolong sebagai pemain baru. Jadi, lakukanlah diferensiasi untuk merebut pasar.

Sebagai contoh, Anda berbisnis di bidang kuliner. Meski skalanya kecil, Anda bisa memanfaatkan teknologi untuk memberikan warna yang berbeda dari bisnis Anda dibandingkan dengan pemain lainnya. Misalnya dengan order online, layanan antar, promo pada hari-hari tertentu, menu yang lebih variatif, dan lain sebagainya. Intinya lakukan sesuatu yang berbeda dari para pesaing Anda.

  • Jalin komunikasi dengan pelanggan

Pelanggan adalah mitra terbaik dalam bisnis Anda. Oleh sebab itu, jagalah hubungan baik dengan pelanggan agar mereka senantiasa bersedia melakukan repeat order secara sukarela. Salah satu caranya adalah dengan menjalin komunikasi dengan pelanggan. Menjalin komunikasi dengan pelanggan dapat direalisasikan dengan memberikan notifikasi setiap ada program promo, produk atau layanan baru, atau event khusus yang akan diselenggarakan baik melalui SMS (Short Message Service), WhatsApp, email, atau akun-akun media sosial UKM Anda.

Teknologi yang semakin berkembang sekarang ini disadari atau tidak jika dimanfaatkan secara tepat mampu menjangkau pasar dengan lebih mudah. Dengan membuat akun di beberapa sosial media seperti Facebook, Instagram, Telegram, Twitter, dan lain sebagainya dapat menjadi media bagi UKM untuk memasarkan produk atau layanannya kepada pasar secara lebih luas. Namun, harus diingat juga bahwa penyebaran informasi ke perangkat pribadi pelanggan, seperti SMS, WhatsApp, ataupun email sebagai langkah menjalin komunikasi harus dilakukan secara elegan dan santun. Artinya, jangan melakukan spam yakni mengirimkan pesan atau informasi secara massal secara terus-menerus kepada pelanggan, apalagi yang dikirimkan adalah pesan yang sama. Hal tersebut justru mengganggu dan dapat menimbulkan kekesalan dalam diri pelanggan.

  • Petakan jalur untuk mencapai tujuan

Banyak jalan menuju Roma. Mungkin itulah ungkapan yang pas untuk menggambarkan maksud dari tips ini. Untuk mencapai tujuan, jangan hanya berpatokan pada satu jalur saja, karena jika jalur tersebut tertutup alias buntu tanpa Anda ketahui sebelumnya, maka upaya Anda untuk mengembangkan bisnis pun akan tersendat. Intinya, Anda harus memetakan jalur-jalur yang bisa dilalui untuk mencapai tujuan dari bisnis Anda. Jika jalur A macet, Anda bisa beralih ke jalur B. Jika jalur B terputus, Anda bisa beralih ke jalur C, dan seterusnya.

Untuk mencapai tujuan yang diinginkan, apapun bisa dilakukan asal tidak merugikan orang lain apalagi bertentangan dengan norma-norma hukum yang berlaku. Jika Anda benar-benar berkomitmen untuk sampai pada tujuan, maka Anda tak hanya sekadar memetakan jalur atau jalan yang bisa dilalui, tetapi juga mencari tahu rintangan yang berpotensi menghalangi. Dengan demikian, Anda bisa merumuskan strategi sebagai solusi untuk mengatasi bahkan menghilangkan rintangan tersebut.

  • Tetap fokus

Tak sedikit pelaku UKM yang gagal karena tidak fokus pada bisnis yang dijalankannya. Ketika bisnis mulai menunjukkan perkembangan yang baik, mereka tidak memantapkan strategi agar bisnis semakin berkembang tetapi justru sibuk memikirkan untuk membuka atau memulai bisnis baru. Analoginya, bagaimana suatu bangunan yang pondasinya belum kuat, dipaksa menopang bangunan lain di atasnya? Tentu akan roboh. Demikian pula dengan bisnis.

Di saat bisnis belum memiliki positioning yang kuat di pasar, alangkah baiknya jika Anda tetap fokus pada bisnis tersebut, meski secara materi bisnis tersebut telah mampu menghasilkan pundi-pundi uang. Apabila bisnis Anda cukup mampu menguasai market share minimal selama dua tahun berturut-turut, maka Anda bisa mulai memikirkan untuk membuka bisnis baru.

Bisnis UKM memang tampak sederhana, tapi tak bisa juga dianggap remeh-temeh. UKM yang dikelola dengan baik secara bertahap mampu menjadi bisnis skala besar yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang. Sebaliknya, apabila pengelolaannya dilakukan serampangan tanpa visi misi yang jelas, bisnis UKM tersebut akan menjadi gerbang menuju kegagalan dan kebangkrutan. Oleh sebab itu, dibutuhkan tindakan yang tepat sebagaimana telah diuraikan dalam tips-tips di atas untuk mencapai kesuksesan UKM.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tips untuk usaha kecil menengah (UKM) agar semakin maju, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Kendala UKM: Bisnis Kecil Sulit Berkembang
Mengapa Asia Timur Lebih Maju Dibandingkan Asia Tenggara?
7 Alasan Mengapa UKM Bisa Merugi
Apa Beda Startup dan UKM?
Persiapan Bila Usaha Mengalami Bencana Alam
Mengapa Harus Membuat Surat Wasiat?
Pemikiran Al-Ghazali tentang Barter dan Uang
Menetapkan Tujuan agar Sukses Finansial
Mengapa Banyak Orang yang Tidak Memiliki Tabungan?
Untung Rugi Kredit Tanpa Agunan


Bagikan Ke Teman Anda