Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Waspada, Ini Modus-modus Penipuan di Bukalapak

#bukalapak #modus penipuan

Harus diakui, keberadaan sejumlah situs jual beli online memang cukup membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Tak perlu pergi jauh-jauh untuk membeli barang yang kita butuhkan. Cukup nyalakan ponsel, cari barang di situs tersebut, bayar, dan cling pesanan pun sampai di rumah kita.

Sayangnya, tak semua proses pembelian berjalan seperti cerita di atas. Karena para pembeli di marketplace yang ada saat ini merupakan target dari para pelaku kejahatan penipuan. Seperti sejumlah kasus penipuan yang pernah dialami para buyer di situs Bukalapak.

Seperti apa saja modus-modus penipuan yang marak terjadi di Bukalapak? Berikut kami ulas beberapa kasus penipuan yang paling sering terjadi.

Uang Dikirim, Barang Tak Sampai

Ini merupakan cara paling banyak digunakan oleh para penipu di berbagai marketplace, termasuk Bukalapak. Pemilik lapak memasang harga miring terhadap barang yang dijualnya. Harga ini merupakan perangkap agar banyak pembeli yang tertarik. Saat ada pembeli yang sudah mengirim uang ke rekening Bukalapak, aksi penipu ini dilanjutkan.

Karena memang berniat menipu, penjual palsu ini tidak akan mengirim barang yang mereka jual di Bukalapak. Pembeli pun merasa resah karena barang yang dibelinya tak kunjung datang.

Saat dihubungi, pihak penjual palsu ini memasang banyak alasan. Seperti stok yang kosong sehingga harus menunggu beberapa hari.

Ketika pembeli meminta pembatalan, malah akan diarahkan untuk mengisi feedback. Dalam form feedback ini nantinya pembeli akan diarahkan untuk menekan tombol “konfirmasi terima barang”. Artinya pembeli akan dianggap telah menerima barang, meski pada kenyataannya sama sekali belum menerima.

Selanjutnya, akun penjual pun akan tutup. Nomor yang sebelumnya bisa dihubungi pun mendadak mati. Dan, uang Anda yang sudah dikirimkan pun hangus. Sementara barang yang diinginkan tak kunjung datang.

Mengganti Akun Pembeli

Seorang pembeli yang ingin melakukan transaksi di Bukalapak, pasti punya akun di marketplace tersebut. Nah, modus penipuan lain yang pernah terjadi adalah dengan melakukan teknik phising yang biasanya dilakukan oleh para pelaku pembobol rekening.

Ketika seorang pembeli sudah mengirimkan uang sesuai harga yang disepakati, dia akan dihubungi oleh penipu. Namun, bukan untuk memberi tahu bahwa barangnya sudah dikirim.

Melalui jalur komunikasi chat seperti Whatsapp, penipu ini mengaku dari bagian suplier pengiriman dan meminta pembeli untuk meng-klik satu buah link url http://info.pengiriman.unaux.com yang tidak terkait dengan Bukalapak. Pembeli yang sangat menginginkan barang karena mendapat harga yang sangat murah biasanya akan lebih mudah terjebak.

Di dalam link tersebut, Anda akan diminta memasukkan data pribadi akun Bukalapak. Seperti nomor telepon hingga password akun. Jika pembeli sudah terpancing dan memberikan semua data-data tersebut, artinya dia sudah masuk jebakan penipu.

Pasalnya, saat pembeli melakukan login dalam situs phising tersebut, yang muncul justru “maaf account anda tidak terdaftar”. Ketika pembeli mencoba login ke Bukalapak, akun yang dia buat sudah tidak bisa diakses lagi. Itu artinya, pelaku sudah mengubah semua data yang ada dalam akun pembeli.

Sebelumnya, penipu ini sudah membatalkan orderan sehingga uang yang sudah masuk ke rekening Bukalapak kembali ke rekening Bukadompet pembeli yang kini sudah dikuasai penipu. Selanjutnya, penipu tinggal mencairkan dana yang ada ke rekening pribadinya. Pembeli pun hanya bisa gigit jari.

Pengiriman Fiktif

Jangan mudah tergiur oleh harga yang miring ketika Anda berbelanja di Bukalapak. Karena bisa jadi ini adalah pancingan dari para penipu yang banyak bertebaran di dunia maya. Seperti pengalaman seorang pembeli di Bukalapak berikut ini.

Tertarik dengan harga sebuah ponsel yang jauh di bawah pasaran, pembeli yang sebut saja A ini langsung mengirim uang. Agar cepat, dia meminta barang dikirim via ojek online. Di sinilah keanehan mulai terjadi.

Saat melihat ke histori transaksi, A melihat ada banyak driver ojek online. Seperti tidak kunjung mendapatkan driver yang mau mengirimkan barang. Karena ada nomor telepon driver di histori tersebut, dia pun mencoba menghubungi salah satunya. Ternyata sang driver mengaku si penjual tidak menjawab saat ditelepon.

Saat penjual dihubungi, dia mengaku tidak ada ojek online yang mau mengantarkan barang. Dia malah meminta A untuk mentransfer langsung dana ke rekening pribadi. Beruntung, si pembeli cepat sadar akan masuk jebakan, jika melakukan transfer uang secara langsung dan minta membatalkan pesanan.

Tak dinyana, sebelum pesanan dibatalkan ada ojek online yang menerima order yang artinya barang sudah terkirim. Namun ternyata ini adalah pengiriman fiktif. Karena tidak ada barang yang dikirim. Pihak ojek online mengaku disuruh menyelesaikan pengiriman meski tidak membawa barangnya.

Resi Aspal

Ada juga modus penipuan yang menggunakan resi aspal, alias asli tapi palsu. Kejadian ini dialami seorang pembeli di Bukalapak. Saat itu dia memesan sebuah ponsel dari salah satu merchant yang ada di Bukalapak. Harga sudah disepakati dengan ongkos kirim untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Keanehan mulai terlihat saat penjual mengirim resi. Pasalnya, ongkir yang diminta adalah untuk wilayah Jakarta, tapi resinya memiliki kode dari Batam. Saat itu dia berpikir mungkin penjual mengambil barang dari Batam.

Kebetulan, pembeli ini bertindak seperti seorang dropshiper, yang membeli barang yang merupakan pesanan orang lain. Selang beberapa hari, seseorang yang mengaku penerima di alamat yang dituju mengirim SMS telah menerima barang dengan kondisi baik. Ini sebenarnya merupakan pancingan agar si pembeli memencet tombol konfirmasi barang sudah diterima.

Beruntung, dia tidak langsung memenuhi keinginan si penipu. Dia konfirmasi ulang kepada pihak penerima yang asli. Dan diketahui dia sama sekali belum menerima barang. Dengan segera pembeli ini menghubungi Bukalapak untuk menahan uang yang telah dikirimnya pada transaksi tersebut. Sehingga dia masih bisa lolos dari upaya penipuan ini.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang modus-modus penipuan di Bukalapak, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Jangan Mudah Tergiur, Pelajari Modus-modus Penipuan dalam Jual Beli Tokek
Kenali Modus Penipuan Menggunakan E-Banking
Hati-Hati Ketika Menerima SMS Modus Penipuan ini!
Contoh Modus Kasus Penipuan ATM yang Masih Marak
Modus Penipuan Uang Gaib/Uang Soekarno
Modus-Modus Penipuan Kartu Kredit
Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion
Apa itu Traveloka PayLater (Pinjaman dari Traveloka)?
Perbedaan antara Pajak dengan Bea Cukai
Kartu Kredit dengan Fasilitas Lounge di Bandara Soekarno Hatta


Bagikan Ke Teman Anda